LOMBOKINI.com – Lima mahasiswa Universitas Mataram (Unram) berhasil mengharumkan nama Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan meraih prestasi pada ajang Kompetisi Inovasi Digital Budaya GO! Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Mereka menjadi wakil provinsi dalam kompetisi nasional yang menjadi wadah bagi generasi muda untuk menciptakan inovasi digital guna melestarikan dan mengenalkan budaya Indonesia.
Kelima mahasiswa tersebut berasal dari dua program studi berbeda, yaitu Aliya Rahmawati dan Ikrima Fina Hayati (Sosiologi), serta Muh. Rizky Destiawansyah, Muhammad Rendi Maulana, dan Rafly Ridho’ Sukardi (Informatika).
Tim Unram berhasil menembus seleksi nasional yang ketat dari 627 tim pendaftar. Mereka terlebih dahulu lolos sebagai 50 tim terbaik, kemudian menyisihkan pesaing hingga masuk dalam 10 besar kategori mahasiswa. Pencapaian ini mengantarkan mereka untuk mewakili NTB di tingkat nasional dan akhirnya meraih gelar Juara Bersama kategori Inovasi Digital Budaya di Jakarta.
Muh. Rizky Destiawansyah menyatakan bahwa komitmen dan kerja sama tim yang panjang melahirkan pencapaian ini.
“Harapannya, sekolah-sekolah di NTB dapat menerapkan inovasi digital yang kami buat sebagai media pembelajaran dari rumah. Dengan cara ini, generasi muda bisa mengenal dan mencintai budayanya sendiri sejak dini,” ungkapnya dilansir Lombokini.com dari laman Unram.ac.id, Rabu 7 Januari 2025.
Aliya Rahmawati menuturkan, kompetisi ini memberinya pengalaman berharga dalam mengaitkan aspek sosial dan budaya dengan teknologi digital.
“Saya belajar bahwa kita bisa melakukan pelestarian budaya dengan pendekatan yang lebih relevan dengan generasi sekarang. Inovasi digital menjadi jembatan antara nilai budaya dan kebutuhan masyarakat modern,” ujarnya.
Ikrima Fina Hayati juga menyampaikan kebanggaannya dapat berkontribusi membawa nama NTB di tingkat nasional.
“Kami tidak hanya membawa inovasi, tetapi juga membawa identitas budaya daerah agar dikenal lebih luas,” tuturnya.
Dari sisi teknis, Muhammad Rendi Maulana menekankan bahwa kolaborasi lintas disiplin menjadi kunci keberhasilan tim.
“Kolaborasi antara mahasiswa sosial dan informatika ini memperkuat inovasi kami, baik dari sisi konsep budaya maupun penerapan teknologinya,” jelasnya.
Rafly Ridho’ Sukardi berharap inovasi ini tidak berhenti pada kompetisi. “Kami berharap masyarakat, khususnya pelajar, dapat terus mengembangkan dan memanfaatkannya sebagai media edukasi budaya yang menarik dan mudah diakses,” ujarnya.
Prestasi ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa Unram lainnya untuk terus berinovasi, berkolaborasi lintas disiplin, serta berani tampil di ajang nasional guna mengangkat potensi budaya daerah melalui teknologi digital. ***
Penulis : Muhammad Asman
Editor : Najamudin Anaji
Sumber Berita : Unram.ac.id







