LOMBOKINI.com – Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin) terus mendorong penguatan sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) porang di Kabupaten Lombok Timur.
Dalam kunjungan kerjanya pada Kamis, 28 Agustus 2025, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan pasokan bahan baku.
“Kita harus mengatasi kendala menurunnya minat tanam petani pascapandemi,” tegasnya.
Reni menyatakan bahwa semua pihak harus berkomitmen untuk memastikan kelancaran pasokan umbi porang.
Dalam pertemuan tersebut, Reni mengapresiasi Pemerintah Daerah Lombok Timur yang telah berhasil memulihkan sentra IKM porang.
Ia menjelaskan bahwa sentra ini berperan sebagai fasilitas off farm untuk meningkatkan nilai tambah dan memperpanjang daya simpan produk olahan.
Sebagai informasi, sejak 2022 hingga 2024, Pemerintah Pusat telah membangun 203 Sentra IKM melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).
Karena itu, Reni mengharapkan sentra IKM di Lombok Timur dapat mengoptimalkan penyerapan, penyimpanan, dan pengolahan umbi porang menjadi chips maupun tepung sesuai target.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur menyambut baik langkah strategis ini. Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya beserta jajarannya, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung program tersebut.
Pertemuan ini juga secara khusus membahas solusi atas berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha.
Guna memperkuat koordinasi lintas lembaga, pertemuan ini menghadirkan perwakilan dari Direktur Industri Perdagangan dan Peningkatan Investasi Bappenas serta Sekretaris Ditjen IKMA. ***
Editor : Najamudin Anaji







