Haul ke-9 Ibunda TGH M Arsyad di Mamben, Ingatkan Bakti Anak

Kamis, 25 September 2025 - 20:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Haul ke-9 Ibunda TGH M Arsyad di Mamben Lombok Timur, Ingatkan Bakti Anak. (Foto: Lombokini.com).

Haul ke-9 Ibunda TGH M Arsyad di Mamben Lombok Timur, Ingatkan Bakti Anak. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com Majlis Ta’lim Darunnajah Mamben, Lombok Timur, menggelar haul ke-9 Ibunda Rademah binti TGH M Arsyad. Tausiah TGH Zubaidi menegaskan doa anak jadi bakti terbaik bagi orang tua.

Suasana khidmat menyelimuti Majlis Ta’lim Darunnajah al-Irsyadi Mamben, Lombok Timur, Kamis 25 September 2025.

Dalam nuansa kekeluargaan, keluarga besar almarhum TGH M. Arsyad bersama jamaah menggelar tiga agenda besar sekaligus, yakni Haul ke-9 Ibunda Rademah binti TGH M. Arsyad, silaturahim, serta Lailatul Ijtima’.

Acara ini menjadi momentum penuh makna untuk mengenang jasa sang ibunda yang wafat pada Rabiul Akhir 1438 H, sekaligus memperkuat tali silaturahim antarkeluarga dan jamaah.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara, disusul pembacaan Ummul Kitab oleh Ustadz Ahmad Asdaruddin dan tahlil oleh Hilman.

Suasana haru semakin terasa saat ayat suci Al-Qur’an dilantunkan oleh Ustadz M. Hariri Sya’bani. Shalawat bersama turut dipersembahkan oleh tim Darunnajah, An-Nur, dan Burek Petung.

Memasuki acara inti, TGH Ahmad Zubaidi Abdun Nafis menyampaikan mauizhah hasanah yang menekankan pentingnya menghormati jasa orang tua.

Baca Juga :  TNI dan Pemda Lombok Timur Buka TMMD Ke-128, Satukan Langkah Membangun Desa

Menurutnya, anak tidak akan pernah bisa membalas sepenuhnya kebaikan orang tua, namun bisa menunjukkan bakti melalui doa, menjaga silaturahim, dan meneruskan perjuangan mereka.

“Orang tua yang masih hidup kita rawat, dan yang telah wafat kita doakan,” pesan TGH Zubaidi.

Ia juga mengingatkan, memperingati wafatnya orang tua bukan sekadar tradisi, melainkan wujud kasih sayang yang terus mengalir karena doa anak sangat dinantikan di alam baka.

Pesan tentang Silaturahim

Dalam sambutan berikutnya, Ustadz M. Amir Syarifuddin, mewakili keluarga besar menyampaikan terima kasih kepada seluruh hadirin.

Ia menegaskan bahwa keberadaan figur-figur seperti TGH M. Arsyad dan TGH Zainuddin Arsyad adalah warisan penting bagi generasi sekarang.

“Kalau kita punya orang tua yang masih hidup, kita butuh doa dan nasihatnya. Kalau sudah tiada, kita tetap butuh orang tua, para ulama, yang terus menasihati dan menuntun kita,” ujarnya.

Baca Juga :  Masih Kekurangan Dokter Spesialis, Faskes di Lotim Belum Dapat Akomodir Nakes Baru Lulusan Perguruan Tinggi 

Ustadz Amir menekankan bahwa haul bukan sekadar agenda tahunan, tetapi sarana untuk terus merawat kasih sayang antar keluarga. Ia berharap pertemuan seperti ini dapat dilanjutkan di tahun-tahun mendatang.

Ia juga mengingatkan pesan ibunda almarhumah agar amal baik yang telah dilakukan jangan berhenti, melainkan diteruskan oleh anak-anak dan cucu.

“Jangan kita hidup nafsi-nafsi, karena pada akhirnya kita akan dishalatkan. Jika ada 40 orang yang ikhlas menshalatkan kita, maka kita akan masuk surga,” tuturnya dengan suara bergetar.

Agenda haul ini melengkapi haul ayahanda yang lebih dahulu digelar pada bulan Rabiul Awal.

Menurut keluarga, haul ibunda di bulan Rabiul Akhir merupakan warisan doa dan cinta yang tetap dijaga lintas generasi.

Melalui doa bersama, tausiah, dan silaturahim, keluarga besar berharap ikatan kekeluargaan tetap terjalin erat.

Lebih dari itu, haul ini menjadi pengingat akan pentingnya berbuat baik, menjaga persaudaraan, serta menyiapkan diri untuk bekal akhirat. ***

Penulis : Hari Bahagia

Berita Terkait

Majelis Ta’lim Darunnajah Gelar Ziarah Mahabbah Kubra, Rawat Sanad Keilmuan Ulama Lombok Timur
Warga Lengkok Embuk Mamben Lauk Khidmati Peringatan Nuzulul Qur’an, Hadirkan Qori Internasional dan Nasional
Majelis Taklim Darunnajah Mamben Tutup Pesantren Mukim Ramadan 1447 H
Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Lombok Timur 4 Ramadan 1447 H-22 Februari 2026
50 Ucapan Menyambut Ramadan 1447 H, Singkat dan Sarat Makna
Pengurus Baru Majlis Ta’lim Darunnajah Mamben Fokus Perkuat Modal Sosial Umat
Warga Desa Gelora Protes Infrastruktur Listrik: Suara Azan Masjid Tak Jelas akibat Daya ‘Tak Muat’
Gubernur NTB Serukan Solidaritas dan Pelestarian Lingkungan pada Peringatan Isra’ Mi’raj

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:21 WITA

Di Balik Narasi Akselerasi: Menguji Klaim Keadilan Pertumbuhan di Lombok Timur

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:31 WITA

Swasembada Pangan di Era Presiden Prabowo: Apakah Sudah Tercapai? 

Rabu, 22 April 2026 - 10:52 WITA

Swasembada Pangan di Lombok Timur: Apakah Sudah Tercapai?

Kamis, 16 April 2026 - 20:14 WITA

Merintih dari Tanah: Catatan H Rachmat Hidayat Tentang Pangan, Rakyat, dan Masa Depan

Jumat, 10 April 2026 - 12:55 WITA

Urgensi Muktamar Ke-35 NU di Lombok

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:17 WITA

Perampingan Birokrasi NTB: Jalan Senyap Menuju Pemerintahan yang Lebih Substantif

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:18 WITA

Watak Jahat Mengurus Kebudayaan

Sabtu, 17 Januari 2026 - 09:52 WITA

Program ‘Ngopi’ di UIN Mataram: Ilmuwan Populis atau Ilmuwan Publik

Berita Terbaru

​Warga menunjukkan titik lokasi hilangnya seorang anak kepada anggota Polres Lombok Timur di Bendungan Pandandure, Kamis sore 7 Mei 2026. Insiden ini kembali memicu kewaspadaan warga di sekitar bendungan. (Foto: Lombokini.com/Humas Polres Lotim).

Lombok Timur

Bendungan Pandandure Merenggut Nyawa Anak 12 Tahun Asal Kalimantan

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:52 WITA