PDO NTB Beri Ultimatum 2×24 Jam ke Grab, Gocar, dan Maxim Terkait Tarif Baru

Senin, 5 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PDO NTB Beri Ultimatum 2x24 Jam ke Grab, Gocar, dan Maxim Terkait Tarif Baru. (Foto: Lombokini.com/PDO NTB).

PDO NTB Beri Ultimatum 2x24 Jam ke Grab, Gocar, dan Maxim Terkait Tarif Baru. (Foto: Lombokini.com/PDO NTB).

LOMBOKINI.com – Persatuan Driver Online (PDO) NTB mengecam tiga perusahaan aplikasi transportasi, yakni Grab, Gocar, dan Maxim, karena gagal menerapkan tarif baru sesuai SK Gubernur NTB yang telah berlaku sejak 27 November 2025.

Sekjen PDO NTB, Rudy Santoso, menyatakan lebih dari 15.000 driver di seluruh NTB merasakan pendapatan yang terus tergerus biaya operasional.

“Tidak ada satupun aplikator yang menunjukkan komitmen nyata untuk menerapkan tarif baru,” ujarnya dalam konferensi pers di Mataram, Senin 5 Januari 2026.

Baca Juga :  Dekan FH Unram Tegaskan Komisaris BUMD Tak Boleh Berstatus Fungsionaris Partai

PDO NTB menilai keterlambatan ini terjadi karena aplikator saling menunggu dan lemahnya pengawasan dari Dinas Perhubungan NTB.

“Regulasi ini berisiko menjadi macan kertas,” tegas Rudy.

Sebagai bentuk tekanan, PDO NTB melayangkan ultimatum 2×24 jam kepada ketiga aplikator untuk segera menyesuaikan tarif. Jika tidak dipenuhi, mereka akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) di halaman Kantor Dinas Perhubungan NTB.

Baca Juga :  Anggota DPRD Lotim dari PDIP Diduga Kelola Tiga Dapur MBG

“Kita telah menyiapkan segala sesuatunya untuk aksi RDP tersebut. Tujuan kita sederhana: mendapatkan hak yang seharusnya,” pungkas Rudy.

Hingga berita ini diturunkan, ketiga aplikator belum memberikan tanggapan resmi. Dinas Perhubungan NTB menyatakan sedang melakukan verifikasi dan akan segera mengambil langkah tindakan. ***

Penulis : Muhammad Asman

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konsultasi Publik Bahas Amdal Bypass Lembar-Kayangan, PPK Targetkan Rampung 4 Bulan
Gempa M5,2 Mengguncang Lombok Barat, Terasa hingga Denpasar, BMKG Ungkap Sumbernya
Bung Syam Siap Majukan ABUJAPI NTB secara Profesional
Logis NTB Minta Musyafirin Mundur dari Komisaris Independen Bank NTB Syariah
Bang Boy Minta ABUJAPI NTB Jaga Sinergi dengan Polda NTB Jelang Musda III
Dekan FH Unram Tegaskan Komisaris BUMD Tak Boleh Berstatus Fungsionaris Partai
Satpol PP Tertibkan Lapak di Labuhan Haji, Temukan Kuitansi Nama Perempuan Bertarif Rp 50-200 Ribu
TGB Buka Muswil II NWDI Sulbar, Tekankan Empat Pesan Perjuangan

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:29 WITA

Konsultasi Publik Bahas Amdal Bypass Lembar-Kayangan, PPK Targetkan Rampung 4 Bulan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:07 WITA

Gempa M5,2 Mengguncang Lombok Barat, Terasa hingga Denpasar, BMKG Ungkap Sumbernya

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:00 WITA

Bung Syam Siap Majukan ABUJAPI NTB secara Profesional

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:08 WITA

Logis NTB Minta Musyafirin Mundur dari Komisaris Independen Bank NTB Syariah

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:50 WITA

Bang Boy Minta ABUJAPI NTB Jaga Sinergi dengan Polda NTB Jelang Musda III

Berita Terbaru

Dr. Maharani. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Triliunan untuk Bendungan, Mata Air Terabaikan

Jumat, 9 Okt 2026 - 12:57 WITA

Dokter Umum RSUD Soedjono Selong, Dr Ario menjelaskan tentang Influenza A yang marak diperbincangkan saat ini.

Kesehatan

Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario

Selasa, 6 Okt 2026 - 19:51 WITA