Gubernur NTB: Atraksi dan Akomodasi Masih Jadi PR Besar Sambut Kapal Pesiar Raksasa

Sabtu, 3 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kapal Pesiar Raksasa Sandar di Lombok, NTB Masih Kekurangan Atraksi dan Akomodasi. (Foto: Lombokini.com/Tangkap an Layar).

Kapal Pesiar Raksasa Sandar di Lombok, NTB Masih Kekurangan Atraksi dan Akomodasi. (Foto: Lombokini.com/Tangkap an Layar).

LOMBOKINI.com – Pelabuhan Gili Mas di Lembar, Lombok Barat, mencatat sejarah baru di awal 2026. Kapal pesiar Ovation of the Seas milik Royal Caribbean resmi bersandar pada Jumat 2 Januari 2026 dan menjadi kapal pesiar terbesar yang pernah masuk ke Indonesia.

Kapal berbendera Bahamas itu membawa sekitar 4.600 penumpang dan 1.500 kru. Kunjungannya juga menandai kapal pesiar pertama yang singgah di Lombok pada tahun ini.

Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, langsung menyambut wisatawan pertama yang turun dari kapal. “Saya menyambut wisatawan pertama yang menginjakkan kaki di Pulau Lombok dari kapal Royal Caribbean dengan sekitar 4.000 penumpang. Ini kapal pertama yang singgah di Gili Mas di tahun 2026,” ujarnya.

General Manager Pelindo Lembar, Kunto Wibisono, memastikan kesiapan operasional pelabuhan untuk melayani kapal pesiar berukuran besar. Ia menegaskan, dermaga sepanjang 440 meter mampu menampung Ovation of the Seas yang memiliki panjang 350 meter.

Baca Juga :  UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

“Ini kapal terbesar yang pernah masuk ke Indonesia, bukan hanya Lombok,” tegasnya.

Untuk tahun 2026, pihak pelabuhan telah menerima booking 25 kapal pesiar. Angka ini meningkat dari realisasi tahun 2025 sebanyak 24 kapal dengan sekitar 85 ribu penumpang. Pada 2024, kunjungan mencapai 28 kapal dengan 77 ribu penumpang.

Namun, Pemerintah Provinsi NTB dan Lombok Barat masih menyisakan pekerjaan rumah besar. Gubernur Iqbal menegaskan mayoritas kapal pesiar yang datang belum menjadikan Lombok sebagai destinasi overnight atau menginap. Umumnya kapal hanya bersandar 6 hingga 12 jam.

“Masalah utamanya bukan promosi, tapi fasilitas. Atraksi kita masih terbatas dan akomodasi belum mampu menampung 4.000 wisatawan sekaligus dalam satu kawasan,” jelasnya.

Baca Juga :  Dekan FH Unram Tegaskan Komisaris BUMD Tak Boleh Berstatus Fungsionaris Partai

Jarak destinasi wisata seperti Senggigi, Mataram, atau Mandalika yang cukup jauh dari pelabuhan juga mempersempit waktu kunjungan efektif wisatawan di darat.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Ahmad Nur Aulia, membenarkan analisis tersebut. Menurutnya, wisatawan kapal pesiar menginginkan pengalaman baru yang kuat dalam waktu singkat.

“Mereka ingin kesan yang kuat dan pengalaman unik. Itu yang harus kita siapkan agar mereka tertarik untuk tinggal lebih lama atau kembali lagi ke NTB,” katanya.

Pemerintah kini berfokus pada percepatan pengembangan atraksi wisata dan akomodasi skala besar. Langkah ini mereka ambil agar dampak ekonomi dari wisata kapal pesiar bisa lebih optimal bagi daerah. ***

Penulis : Muhammad Asman

Editor : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dekan FH Unram Tegaskan Komisaris BUMD Tak Boleh Berstatus Fungsionaris Partai
UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG
Balai TN Rinjani Buka Terbatas dan Hentikan Layanan eRinjani
Kunjungan Putri Mahkota Swedia, Gubernur NTB Manfaatkan untuk Promosikan Kehidupan Masyarakat ke Dunia
Kebakaran Sade: Raffi dan The Dudas-1 Beri Bantuan, Pemerintah Siapkan Rekonstruksi
Video Air Berbusa dari Tambak Udang Viral, Nelayan Protes Susah Cari Ikan
Kapolri Beri Pin Emas ke Gubernur NTB dan Bupati Lotim atas Dukungan Swasembada Bawang Putih

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:42 WITA

Dekan FH Unram Tegaskan Komisaris BUMD Tak Boleh Berstatus Fungsionaris Partai

Minggu, 13 September 2026 - 14:43 WITA

UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Jumat, 11 September 2026 - 21:38 WITA

333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG

Selasa, 1 September 2026 - 17:57 WITA

Balai TN Rinjani Buka Terbatas dan Hentikan Layanan eRinjani

Jumat, 28 Agustus 2026 - 01:15 WITA

Kunjungan Putri Mahkota Swedia, Gubernur NTB Manfaatkan untuk Promosikan Kehidupan Masyarakat ke Dunia

Berita Terbaru

Dokter Umum RSUD Soedjono Selong, Dr Ario menjelaskan tentang Influenza A yang marak diperbincangkan saat ini.

Kesehatan

Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario

Selasa, 6 Okt 2026 - 19:51 WITA

Calon Ketua Umum BPD ABUJAPI NTB, Syamsuddin, S.Sos, S.H, M.H., atau Bung Syam.  (Foto: Lombokini.com).

Berita

Bung Syam Siap Majukan ABUJAPI NTB secara Profesional

Senin, 5 Okt 2026 - 22:00 WITA

Warga rentan, petani, dan pelaku usaha kecil menanggung beban kenaikan PKB dan PBBKB melalui Perda NTB No. 3/2026. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Gubernur Visioner atau Sekadar Penagih Pajak?

Senin, 5 Okt 2026 - 19:09 WITA