Gubernur NTB: Atraksi dan Akomodasi Masih Jadi PR Besar Sambut Kapal Pesiar Raksasa

Sabtu, 3 Januari 2026 - 15:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapal Pesiar Raksasa Sandar di Lombok, NTB Masih Kekurangan Atraksi dan Akomodasi. (Foto: Lombokini.com/Tangkap an Layar).

Kapal Pesiar Raksasa Sandar di Lombok, NTB Masih Kekurangan Atraksi dan Akomodasi. (Foto: Lombokini.com/Tangkap an Layar).

LOMBOKINI.com – Pelabuhan Gili Mas di Lembar, Lombok Barat, mencatat sejarah baru di awal 2026. Kapal pesiar Ovation of the Seas milik Royal Caribbean resmi bersandar pada Jumat 2 Januari 2026 dan menjadi kapal pesiar terbesar yang pernah masuk ke Indonesia.

Kapal berbendera Bahamas itu membawa sekitar 4.600 penumpang dan 1.500 kru. Kunjungannya juga menandai kapal pesiar pertama yang singgah di Lombok pada tahun ini.

Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, langsung menyambut wisatawan pertama yang turun dari kapal. “Saya menyambut wisatawan pertama yang menginjakkan kaki di Pulau Lombok dari kapal Royal Caribbean dengan sekitar 4.000 penumpang. Ini kapal pertama yang singgah di Gili Mas di tahun 2026,” ujarnya.

General Manager Pelindo Lembar, Kunto Wibisono, memastikan kesiapan operasional pelabuhan untuk melayani kapal pesiar berukuran besar. Ia menegaskan, dermaga sepanjang 440 meter mampu menampung Ovation of the Seas yang memiliki panjang 350 meter.

Baca Juga :  Cetak Wirausaha Muda Mandiri, PW Pemuda NW dan BAZNAS NTB Gelar Pelatihan Manajemen Bisnis

“Ini kapal terbesar yang pernah masuk ke Indonesia, bukan hanya Lombok,” tegasnya.

Untuk tahun 2026, pihak pelabuhan telah menerima booking 25 kapal pesiar. Angka ini meningkat dari realisasi tahun 2025 sebanyak 24 kapal dengan sekitar 85 ribu penumpang. Pada 2024, kunjungan mencapai 28 kapal dengan 77 ribu penumpang.

Namun, Pemerintah Provinsi NTB dan Lombok Barat masih menyisakan pekerjaan rumah besar. Gubernur Iqbal menegaskan mayoritas kapal pesiar yang datang belum menjadikan Lombok sebagai destinasi overnight atau menginap. Umumnya kapal hanya bersandar 6 hingga 12 jam.

“Masalah utamanya bukan promosi, tapi fasilitas. Atraksi kita masih terbatas dan akomodasi belum mampu menampung 4.000 wisatawan sekaligus dalam satu kawasan,” jelasnya.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi dan Tutup Kebocoran Anggaran

Jarak destinasi wisata seperti Senggigi, Mataram, atau Mandalika yang cukup jauh dari pelabuhan juga mempersempit waktu kunjungan efektif wisatawan di darat.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Ahmad Nur Aulia, membenarkan analisis tersebut. Menurutnya, wisatawan kapal pesiar menginginkan pengalaman baru yang kuat dalam waktu singkat.

“Mereka ingin kesan yang kuat dan pengalaman unik. Itu yang harus kita siapkan agar mereka tertarik untuk tinggal lebih lama atau kembali lagi ke NTB,” katanya.

Pemerintah kini berfokus pada percepatan pengembangan atraksi wisata dan akomodasi skala besar. Langkah ini mereka ambil agar dampak ekonomi dari wisata kapal pesiar bisa lebih optimal bagi daerah. ***

Penulis : Muhammad Asman

Editor : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Koresponden tvOne Datangi Ponpes Al-Ishlahuddiny dan Sampaikan Maaf atas Polemik Pemberitaan
Gubernur NTB Dukung Penuh Pelaksanaan UKW SMSI 28-29 Juli
Kapolda NTB Kunjungi Kajati, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum
Kapolda NTB Rotasi 8 Pejabat Utama dan 4 Kapolres Tindak Lanuti Telegram Kapolri
Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi dan Tutup Kebocoran Anggaran
Besok, Presiden Prabowo Kunjungan Kerja Perdana ke NTB
Cetak Wirausaha Muda Mandiri, PW Pemuda NW dan BAZNAS NTB Gelar Pelatihan Manajemen Bisnis
Kejati NTB Periksa Mantan Sekda Lalu Gita atas Dugaan Korupsi Motocross 2023

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:28 WITA

Londo Ireng dan Malu Menjadi Indonesia  (terbuka untuk Prabowo Subianto)

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:13 WITA

Iqbal-Dinda: Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem di NTB      

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:53 WITA

Dinas Kebudayaan NTB Tak Mampu Mengurus Kebudayaan

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:44 WITA

Bangkitnya Kelas Menengah: Kurva Gajah   

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:11 WITA

Mendedah Era Reformasi: Sebuah Refleksi   

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:12 WITA

Krismon 1997-1998 Bakal Terulang Kembali? 

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:48 WITA

ESAI Khaerul Majdi: Oase Sejarah’ dan Tahun-Tahun yang Sial: Melihat HIMMAH NWDI dari Timur

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:33 WITA

Esai Yuspianal Imtihan: Menilik Sikap Seniman di Era Artificial Intelligence 

Berita Terbaru