DPRD Lotim Desak Pembentukan Sistem Tata Kelola Terpadu untuk Wisata Rinjani

Senin, 30 Juni 2025 - 16:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DPRD Lotim Desak Pembentukan Sistem Tata Kelola Terpadu untuk Wisata Rinjani. (Foto: Lombokini.com).

DPRD Lotim Desak Pembentukan Sistem Tata Kelola Terpadu untuk Wisata Rinjani. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.comKetua Komisi IV DPRD Lombok Timur H. Lalu Hasan Rahman menekankan pentingnya sistem tata kelola terpadu untuk Kawasan Wisata Gunung Rinjani. Ia menyoroti kurangnya koordinasi antara pemerintah daerah, desa, kecamatan, dan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) selama ini.

“Kita baru tahu ada kantor perwakilan TNGR di sini. Jangan sampai pengelolaan hanya diserahkan ke TNGR sementara pemda dan masyarakat tidak dilibatkan. Ini kawasan kita bersama,” tegas Hasan Rahman usai hearing dengan masyarakat Sembalun, Senin 30 Juni 2025.

Baca Juga :  143 Kades Habis Masa Jabatan, Pemkab Lombok Timur Konsultasikan Pilkades ke Pusat

Ia mengungkapkan, pengelolaan yang terpisah-pisah di titik wisata seperti Sekaroh, Sembalun, Tetebatu, dan Timba Nuh berpotensi merusak lingkungan dan tidak meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam waktu dekat DPRD Lombok Timur berencana menggelar rapat koordinasi dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemkab, kecamatan, desa, pengusaha lokal, dan TNGR.

“Kita akan kumpulkan masukan dari tiap kawasan dan buat regulasi jelas agar tidak ada persaingan usaha yang tidak sehat,” jelasnya.

Baca Juga :  Massa Gempur Demo ke Kantor Bupati Lombok Timur, Protes Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg

Hasan Rahman menegaskan perlunya kebijakan terpadu yang mengatur pembagian kontribusi sektor wisata untuk masyarakat sekitar.

“Semua pihak harus duduk bersama, jangan sampai ada yang mengakali regulasi untuk kepentingan sendiri,” tandasnya.

Dengan tata kelola terpadu, ia berharap Rinjani bisa berkembang secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Pemuda Asal Masbagik Terseret Ombak di Tanjung Beloam
Sembalun dan Ekas Jadi Sorotan, Ini Dampak Perda Pariwisata Baru
Ali BD Dorong Pemda Lotim Bangun Kawasan Labuhan Haji, Tiru Kesuksesan Penang
Pertemuan dengan Bupati Lotim Gagal Capai Kesepakatan, APIPI Ancam Aksi Jilid III
Pemkab Lotim Resmikan Destinasi Wisata Pantai Kahona Sekaroh
IKP Labuhan Haji dan Pemda Lotim Berseteru Soal Pengelolaan Sunrise Land Lombok
Balai TNGR Serukan Wisata Bertanggung Jawab Atasi Lonjakan Sampah di Rinjani
Pendakian Gunung Rinjani Ditutup Tiga Bulan, Ini Alasannya

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 17:30 WITA

Pemprov NTB Tegaskan Pengiriman Ternak ke Jabodetabek Lebih Tertata

Senin, 13 April 2026 - 17:27 WITA

Bupati Lombok Timur Minta Maaf soal Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg

Jumat, 10 April 2026 - 12:55 WITA

Urgensi Muktamar Ke-35 NU di Lombok

Kamis, 9 April 2026 - 21:06 WITA

Nursalim Sebut Ada Perintah ‘Gubernur Iqbal’ di Balik Munculnya Kasus Gratifikasi Dana Siluman DPRD NTB

Kamis, 9 April 2026 - 20:35 WITA

Asosiasi UMKM NTB Protes Keras BGN Hentikan Menu Kering MBG

Kamis, 9 April 2026 - 18:07 WITA

Iqbal Lantik Abul Chair sebagai Sekda NTB dan 13 Pejabat Eselon II

Kamis, 9 April 2026 - 16:35 WITA

143 Kades Habis Masa Jabatan, Pemkab Lombok Timur Konsultasikan Pilkades ke Pusat

Rabu, 8 April 2026 - 18:44 WITA

Dukung Perpres Lahan Sawah, Didu: Jangan Sampai Tersandung Data Bermasalah

Berita Terbaru

Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Perdagangan, dan Kepala Bakesbangpoldagri Lombok Timur mendampingi Bupati Haerul Warisin dalam agenda hearing dengan Gerakan Elemen Masyarakat Peduli Rakyat (Gempur) di Ruang Rapat Bupati, Senin 13 April 2026.
(Foto: Lombokini.com).

Lombok Timur

Bupati Lombok Timur Minta Maaf soal Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg

Senin, 13 Apr 2026 - 17:27 WITA