LOMBOKINI.com – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kayangan mengajukan usulan pengadaan satu unit kapal baru kepada kantor pusat. Langkah strategis ini bertujuan memperkuat keandalan layanan dan menjaga standar keselamatan penumpang di lintas Kayangan-Poto Tano.
Manajemen ASDP Cabang Kayangan menjelaskan, saat ini terdapat 28 unit kapal yang terdaftar di lintas tersebut. Namun, demi menjamin keamanan pelayaran, tidak semua kapal berada dalam posisi siap operasi.
General Manager ASDP Pelabuhan Kayangan, Erlis Setya Wahyudi, melalui Pelaksana Tugas Manager Usaha Abrori, menyampaikan data operasional terkini. Dari total 28 kapal, hanya 18 unit yang beroperasi aktif. Sementara itu, 10 kapal lainnya sedang menjalani masa perawatan di luar jadwal.
“Empat unit kapal sedang menjalani proses docking rutin. Enam kapal lainnya masih dalam pengawasan intensif regulator untuk memastikan kelaikan teknis,” ujar Abrori di kantor ASDP Kayangan, Ahad 11 Januari 2026.
Abrori menegaskan, pengetatan pengawasan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap aspek keselamatan. Perusahaan tidak akan memaksakan operasi kapal yang tidak memenuhi standar kelayakan teknis.
“Kami tidak berkompromi dengan keselamatan. Pengawasan intensif bersama regulator ini memastikan setiap kapal yang melaut dalam kondisi prima. Hal inilah yang mendasari kami mengusulkan penambahan satu armada baru dengan spesifikasi dan teknologi terkini,” tegasnya.
Perusahaan mengharapkan kapal baru tersebut memiliki spesifikasi yang sesuai dengan karakteristik perairan Selat Alas serta mampu menampung peningkatan volume kendaraan logistik dan penumpang.
“Kehadiran kapal baru diharapkan dapat mengurangi waktu tunggu di pelabuhan dan menjaga stabilitas jadwal ketika ada kapal yang harus masuk perawatan,” imbuhnya.
ASDP Pelabuhan Kayangan berkomitmen terus meningkatkan kenyamanan pengguna jasa dengan fasilitas armada yang lebih modern. Perusahaan juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan regulator guna memastikan kelancaran konektivitas antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, terutama untuk mendukung arus logistik dan pariwisata. ***
Penulis : Najamudin Anaji







