Diduga Masalah Keuangan, Mahasiswa di Lombok Timur Ditemukan Tewas Gantung Diri

Kamis, 20 Maret 2025 - 20:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa di Lombok Timur Tewas Gantung Diri, Diduga karena Masalah Keuangan. (Foto: Lombokini.com).

Mahasiswa di Lombok Timur Tewas Gantung Diri, Diduga karena Masalah Keuangan. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com Omi Satriandi, warga Dusun Gubuk Baret, Desa Korleko, Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur, ditemukan tewas setelah menggantung diri di plafon rumah miliknya.

Pria berusia 28 tahun yang masih menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi itu nekat mengakhiri hidupnya pada Kamis siang, 20 Maret 2025, sekitar pukul 14.00 WITA.

Sumaini (59), ibu kandung korban, menjadi orang pertama yang menemukan Omi tergantung. Saat itu, kondisi rumah dalam keadaan sepi.

Baca Juga :  Produksi Padi di Lombok Timur Melonjak 155,93 Persen

Setelah masuk ke dalam rumah, Sumaini langsung melihat anaknya tergantung di kayu plafon kamar menggunakan tali nilon. Ia pun berteriak histeris dan meminta bantuan tetangga serta warga sekitar.

Kasi Humas Polres Lombok Timur, AKP Nicolas Osman, menjelaskan bahwa korban sudah dalam kondisi meninggal dunia saat ditemukan.

“Korban tidak sempat dibawa ke Puskesmas,” terang Nicolas pada wartawan, Kamis 20 Maret 2025.

Baca Juga :  TNI dan Pemda Lombok Timur Buka TMMD Ke-128, Satukan Langkah Membangun Desa

Polisi masih menyelidiki kasus ini untuk mengetahui motif di balik bunuh diri tersebut. Meski demikian, keluarga korban menolak dilakukannya autopsi.

“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Ini murni kasus bunuh diri,” tegas Nicolas.

Dari sejumlah keterangan yang terkumpul, salah satu dugaan kuat menyebutkan bahwa korban nekat mengakhiri hidupnya karena uangnya dipinjam dan tidak kunjung dikembalikan.***

Berita Terkait

Bupati Lombok Timur Minta Maaf soal Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg
Ratusan Warga Segel Kantor Desa Kerongkong, Desak Kades Mundur karena Pinjam Dana Kas Masjid Rp 170 Juta
Liburan Berakhir Tragis, Lisa Pratiwi Hilang Terseret Arus di Tibu Ijo
Pemuda Asal Masbagik Terseret Ombak di Tanjung Beloam
Tewas Setelah Hilang Sejam, Penyelam Asal Inggris Ditemukan di Perairan Gili Air
Tragis, Petugas Damkar Tewas Saat Padamkan Kebakaran Permukiman di Sumbawa
Tim SAR Temukan Balita Hanyut di Selong dalam Kondisi Meninggal di Pulau Moyo
Hujan Lebat Picu Banjir di Jerowaru Lombok Timur

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 10:52 WITA

Swasembada Pangan di Lombok Timur: Apakah Sudah Tercapai?

Jumat, 10 April 2026 - 12:55 WITA

Urgensi Muktamar Ke-35 NU di Lombok

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:17 WITA

Perampingan Birokrasi NTB: Jalan Senyap Menuju Pemerintahan yang Lebih Substantif

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:18 WITA

Watak Jahat Mengurus Kebudayaan

Sabtu, 17 Januari 2026 - 09:52 WITA

Program ‘Ngopi’ di UIN Mataram: Ilmuwan Populis atau Ilmuwan Publik

Rabu, 14 Januari 2026 - 11:28 WITA

Melankolia Musik Pop Sasak: Kehilangan yang Tidak Pernah Selesai

Senin, 5 Januari 2026 - 14:07 WITA

Lombok Barat: Kabupaten Pariwisata yang Makin Tertinggal?

Minggu, 4 Januari 2026 - 12:06 WITA

Januari 2026: Kegelapan Venezuela dan Dunia Makin Cepat

Berita Terbaru

Bupati Lombok Timur Haerul Warisin menghadiri panen padi kemitraan bersama PT Agrinas dan mengajak petani mendukung kemandirian pangan di Desa Montong Baan, Kecamatan Sikur, Kamis 13 Maret 2025. (Foto: Lombokini.com).

Opini

Swasembada Pangan di Lombok Timur: Apakah Sudah Tercapai?

Rabu, 22 Apr 2026 - 10:52 WITA