
LOMBOKINI.com — Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bersiap menggelar rangkaian akbar perayaan menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah melalui agenda resmi bertajuk “Festival Muharram 1448 H Kabupaten Lombok Timur 2026”.
Agenda yang dirancang secara komprehensif ini tidak hanya berfokus pada dimensi spiritualitas semata, melainkan menjadi integrasi apik antara nilai syiar agama, pelestarian kearifan lokal, penguatan ekonomi kreatif, hingga panggung hiburan bagi masyarakat luas.
Kepastian mengenai kesiapan dan filosofi perhelatan akbar yang akan mulai bergulir besok senin ini disampaikan langsung oleh Sekertaris Daerah (Sekda) Drs. H. Muhammad Juaini Taofik, melalui wawancara via pesan singkat WhatsApp pada Minggu (14/6/2026).
Dipusatkan di kawasan strategis Kota Selong, festival ini dirancang berjalan maraton selama satu pekan penuh, dimulai sejak Senin, 15 Juni 2026 hingga puncaknya pada Minggu, 21 Juni 2026.
Melalui lini program kerja berkonsep SMART, perhelatan ini menjadi cerminan nyata dari upaya pemerintah daerah dalam merealisasikan indikator “Religius” secara konkret di tengah kehidupan bermasyarakat.
Pembukaan hari pertama festival pada Senin besok bakal langsung menghentak dengan dilaksanakannya Pawai Ta’aruf Festival 1 Muharram yang dirangkaikan secara kolosal bersama Parade 1448 Dulang pada pukul 13.00 sampai 17.00 WITA.
Kegiatan bermotif kultural ini akan mengambil rute keliling Kota Selong dan diikuti secara antusias oleh berbagai barisan dari instansi sekolah, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), komunitas-komunitas lokal, hingga elemen masyarakat umum.
Menariknya, demi menjamin kelancaran tata kelola logistik di lapangan, panitia mengambil kebijakan taktis dengan mensentralisasikan seluruh pengadaan dulang di Desa Pengadangan.
Langkah ini diambil sebagai strategi simbolis guna mempercepat tata kelola dan mempermudah koordinasi teknis di lapangan selama acara berlangsung.
Memasuki malam hari pukul 18.00 hingga 20.00 WITA, atmosfer kegiatan bergeser ke arah khidmat melalui pelaksanaan Doa Awal dan Akhir Tahun yang digelar secara berjamaah di Masjid Agung Al-Mujahidin Selong.
Drs. H. Muhammad Juaini Taofik menjelaskan bahwa kegiatan doa bersama ini merupakan amalan yang bersifat kifayah atau amalan sunah bersama, bukan kewajiban individu.
“Penyajian dulang ini dimaksudkan untuk menjamu para jamaah yang hadir agar dapat menikmati hidangan setelah bersama-sama memanjatkan doa. Momentum ini dirancang untuk mengintegrasikan kearifan lokal, seperti tradisi bedulang, dengan syiar atau syariat Islam,” ujar Juaini Taofik dalam keterangannya.
Di samping menyuguhkan dimensi spiritual dan kultural, perhelatan akbar sepanjang pekan tersebut akan dimanfaatkan penuh oleh Pemkab Lombok Timur untuk mendongkrak perekonomian para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Melalui kolaborasi strategis bersama Bank NTB Syariah, perhelatan ini sekaligus dioptimalkan sebagai basis edukasi inklusi keuangan digital.
Drs. H. Muhammad Juaini Taofik menyampaikan harapannya agar event tahunan ini mampu memicu pertumbuhan serta menggeliatkan kembali sektor UMKM lokal.
Selain itu, momentum pasar rakyat atau bazar ini diharapkan dapat memotivasi seluruh elemen ASN, ormas, dan masyarakat untuk menggelorakan semangat baru.
“Kami juga memanfaatkan momentum ini untuk mengedukasi masyarakat dalam menerapkan metode pembayaran non-tunai (cashless), salah satunya melalui penggunaan fasilitas QRIS bekerja sama dengan Bank NTB Syariah. Langkah ini ditujukan untuk mempercepat perluasan akses keuangan di daerah,” tambah Juaini Taofik.
Secara keseluruhan, jadwal pelaksanaan festival ini telah disusun sedemikian rupa agar seluruh lapisan masyarakat dapat berpartisipasi aktif. Rangkaian festival yang dimulai pada hari Senin, 15 Juni 2026 dengan Pawai Ta’aruf dan Doa Bersama, akan berlanjut pada hari kedua, Selasa, 16 Juni 2026.
Di sore hari kedua tersebut, tepatnya pukul 16.30 hingga 17.30 WITA, festival memasuki babak baru dengan dibukanya seremoni Festival Muharram 1448 H secara resmi oleh jajaran Forkopimda bersama masyarakat luas.
Pola jadwal harian dari hari Selasa ini kemudian berlaku secara konsisten dan berulang setiap harinya hingga hari Sabtu, 20 Juni 2026. Saban sore, panggung festival menyuguhkan sesi hiburan pertama yang menampilkan berbagai potensi seni dari talenta lokal pada pukul 16.30 sampai 17.30 WITA.
Guna menghormati waktu ibadah, seluruh aktivitas panggung dihentikan total untuk jeda istirahat shalat Maghrib dan Isya mulai pukul 17.30 hingga 19.30 WITA. Selepas waktu isya, kemeriahan panggung pasar rakyat kembali berdenyut lewat pertunjukan hiburan sesi kedua dan ketiga yang diisi oleh deretan talent lokal dari pukul 19.30 hingga malam hari, sebelum seluruh rangkaian acara harian tersebut diselesaikan tepat pada pukul 21.30 WITA.
Sebagai penutup dari seluruh rangkaian festival, malam puncak selebrasi bakal digelar secara spektakuler pada hari Minggu, 21 Juni 2026, dengan susunan acara yang dirancang lebih dinamis.
Kemeriahan malam penutupan ini mulai ditabuh pada pukul 19.30 WITA lewat pertunjukan musik pembuka dari “Bapack Guru”. Tanpa jeda lama, panggung langsung dihangatkan kembali oleh penampilan musik sesi kedua dari “Bams” yang menghibur penonton sejak pukul 20.00 hingga pukul 20.45 WITA.
Sebelum memasuki acara utama, agenda diisi terlebih dahulu oleh sesi formal berupa penyampaian Sambutan Resmi dari Bupati Lombok Timur selama lima belas menit.
Tepat pada pukul 21.00 WITA, panggung utama festival akhirnya diguncang oleh penampilan spesial grup band Gigi sebagai bintang tamu nasional yang akan menghibur seluruh masyarakat Lombok Timur hingga pukul 22.30 WITA, yang sekaligus menandai berakhir dan ditutupnya seluruh rangkaian festival tahunan ini.
Pemkab Lombok Timur berharap agenda sepekan penuh ini memberikan dampak nyata bagi perputaran roda ekonomi lokal, penguatan budaya daerah, serta penyediaan ruang hiburan yang sehat dan edukatif bagi seluruh lapisan elemen masyarakat Gumi Selaparang.
Penulis : Paozan Azima







