Warga Kalijaga Timur Blokir Jalan, Protes Janji Perbaikan yang Diingkari Pemerintah

Minggu, 16 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Kalijaga Timur memblokir dua ruas jalan dengan batang kelapa, Ahad 16 Agustus 2026, untuk memprotes Pemda Lombok Timur yang mengingkari janji memperbaiki jalan rusak akibat truk pengangkut galian C. [Foto: Lombokini.com]

Warga Kalijaga Timur memblokir dua ruas jalan dengan batang kelapa, Ahad 16 Agustus 2026, untuk memprotes Pemda Lombok Timur yang mengingkari janji memperbaiki jalan rusak akibat truk pengangkut galian C. [Foto: Lombokini.com]

LOMBOKINI.com – Ratusan warga Desa Kalijaga Timur, Kecamatan Aikmel, memblokir ruas jalan penghubung Korleko–Kalijaga Timur dan Bagik Nyaka Santri dengan batang pohon kelapa, Ahad (16/8). Mereka memprotes pengingkaran janji perbaikan jalan rusak oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.

Warga menutup akses sepanjang 2,5 kilometer itu karena jalan hancur akibat truk pengangkut galian C beroperasi melebihi kapasitas.

Kemarahan memuncak setelah sebuah truk pasir menabrak palang gapura desa, sehingga menambah kekhawatiran warga terhadap keselamatan dan kerusakan fasilitas umum.

Perwakilan warga, Masrah, menyebut blokade sebagai bentuk keputusasaan. “Sudah bertahun-tahun kami menunggu. Pemerintah hanya bisa berjanji tanpa bukti,” ujarnya.

Ia mengeluhkan lumpur saat hujan dan debu beterbangan saat kemarau yang mengganggu kenyamanan hingga memicu sesak napas warga.

Baca Juga :  Kebakaran Lahan Seluas Satu Hektare di Bukit Loco Senggigi Berhasil Dipadamkan

Ketua Karang Taruna setempat, Nizomul Asfari, menyoroti pelanggaran aturan operasional truk.

“Berdasarkan Perdes, operasional truk dibatasi pukul 07.00-18.00. Tapi siang malam mereka mengangkut dengan muatan berlebih. Ini yang mempercepat kerusakan,” terangnya.

Ia juga mengungkapkan, Bupati sudah lima kali menjadwalkan pertemuan dengan kepala desa namun selalu batal, yang dinilainya sebagai ketidakseriusan pemerintah.

Nizomul membeberkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari galian C di Kalijaga Timur mencapai Rp 2,4 miliar per tahun.

“Jangan hanya enak mengambil hasilnya, sementara rakyat menanggung derita. Perbaiki jalan ini dan hentikan operasional truk,” tegasnya.

Baca Juga :  Ratusan Warga Kalijaga Timur dan Mahasiswa Kepung Kantor Bupati Lotim, Tuntut Perbaikan Jalan Rusak Akibat Truk Galian C

Kepala Desa Kalijaga Timur, Hiswaton, mengaku kecewa karena Pemda mengklaim proyek perbaikan sebagai prioritas 2026 namun tak kunjung merealisasikannya.

Ia mengaku sudah lima kali menemui Bupati untuk menagih komitmen itu. Bahkan, usai aksi blokade November 2025, ia bersama Camat Aikmel menemui Wakil Bupati Edwin Hadiwijaya yang berjanji akan memperbaiki tahun ini, tetapi nyatanya nihil.

Hiswaton membenarkan data PAD sebesar Rp 2,4 miliar pada 2024. Namun, untuk kontribusi 2025, Bapenda belum memberikan catatan resmi sehingga ia tidak bisa membandingkan nominalnya.

Warga bertekad melanjutkan blokade jika pemerintah tidak memberi kepastian perbaikan.***

Penulis : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos
333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG
DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar
Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan
Tim SAR Gabungan Cari Speedboat Bawa 5 Jurnalis dan 3 Awak yang Hilang di Selat Sunda
Bapenda Lotim Kejar PAD Rp 600 M, Target 100 Persen Akhir Tahun
Pemerintah Saling Tuding Soal Carut-Marut Data Desil, Masyarakat Harus ke Mana?
Pemkab Lombok Timur Petakan Kebutuhan ASN, Ribuan Tenaga Honorer Masuk Usulan

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 22:05 WITA

Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos

Jumat, 11 September 2026 - 21:38 WITA

333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG

Rabu, 9 September 2026 - 18:38 WITA

DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar

Rabu, 9 September 2026 - 14:14 WITA

Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan

Selasa, 8 September 2026 - 20:10 WITA

Tim SAR Gabungan Cari Speedboat Bawa 5 Jurnalis dan 3 Awak yang Hilang di Selat Sunda

Berita Terbaru