LOMBOKINI.com – Ratusan warga Desa Kalijaga Timur, Kecamatan Aikmel, memblokir ruas jalan penghubung Korleko–Kalijaga Timur dan Bagik Nyaka Santri menggunakan potongan batang pohon kelapa, Ahad 16 Agustus 2026. Mereka memprotes keras janji perbaikan jalan yang terus diingkari pemerintah daerah, khususnya Bupati Lombok Timur.
Warga menutup akses sepanjang 2,5 kilometer tersebut menyusul kondisi jalan yang rusak parah akibat truk pengangkut hasil galian C beroperasi melebihi kapasitas. Kemarahan warga memuncak setelah salah satu truk pasir menabrak palang gapura desa, sehingga menambah kekhawatiran mereka terhadap keselamatan dan kerusakan fasilitas umum.
Perwakilan warga, Masrah, menyebut aksi blokade sebagai bentuk keputusasaan setelah bertahun-tahun menunggu janji perbaikan yang tak kunjung terealisasi.
“Sudah bertahun-tahun kami menunggu. Pemerintah hanya bisa berjanji tanpa bukti. Jadi kami memilih aksi ini agar suara kami didengar,” ujarnya.
Masrah menjelaskan, kerusakan jalan sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat. Pada musim hujan, lumpur menggenangi jalan hingga menyerupai sungai; pada musim kemarau, debu beterbangan mengganggu warga sekitar.
“Apakah pemerintah tidak kasihan? Jalannya berlumpur setiap hujan dan debu beterbangan setiap musim kemarau seperti sekarang ini mengganggu kenyamanan warga dan bahkan bisa menimbulkan sesak,” keluhnya.
Ketua Karang Taruna setempat, Nizomul Asfari, menegaskan warga mengambil inisiatif melakukan aksi blokade. Warga menyayangkan sikap pemerintah daerah yang bertahun-tahun mengabaikan keluhan masyarakat. Ruas jalan ini menjadi akses utama keluar-masuk material galian C dari enam titik tambang, sehingga seharusnya pemerintah memprioritaskan jalan ini dalam anggaran.
Nizomul menyoroti pelanggaran aturan operasional truk. “Berdasarkan Perdes, operasional truk dibatasi pukul 07.00-18.00. Tapi siang malam mereka melakukan pengangkutan dengan muatan melebihi kapasitas. Ini yang mempercepat kerusakan,” terangnya.
Ia juga menyinggung janji yang tak ditepati. “Kata Pak Kades, sudah sering usulkan. Awal pemerintahan Pak Sukiman dan Pak Rumaksi, bahkan di pemerintahan Iron-Edwin ini saja sudah ada lima kali pak kades dijadwalkan oleh pak bupati tapi tidak terealisasi hingga saat ini. Ini menunjukkan ketidakseriusan pemerintah daerah mendengar keluhan masyarakat,” katanya.
PAD Galian C Capai Rp 2,4 Miliar
Nizomul membeberkan data potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari galian C di Kalijaga Timur. “Menurut data, hasil dari galian C di Kalijaga Timur ini saja untuk pendapatan daerah kurang lebih Rp 2,4 miliar per tahun,” ungkapnya.
Ia mendesak pemerintah segera memperbaiki jalan atau menghentikan aktivitas galian C yang semakin memperparah infrastruktur.
“Jangan hanya enak mengambil hasilnya saja, sementara rakyat menanggung derita. Perbaiki jalan ini dan hentikan operasional truk yang mengangkut galian C di wilayah kami ini,” tegasnya.
Dia menambahkan, warga akan tetap memblokade jalan jika pemerintah tidak memberi kepastian terkait perbaikan jalan rusak tersebut.
Pemda Janjikan Prioritas Tahun 2026, Namun Tak Realisasi
Kepala Desa Kalijaga Timur, Hiswaton, menyatakan kekecewaannya terhadap Pemerintah Daerah (Pemda) yang belum merealisasikan janji perbaikan jalan. Pemda mengklaim proyek tersebut sebagai program prioritas tahun 2026.
Hiswaton mengaku telah lima kali menemui Bupati untuk menagih komitmen itu. Namun, hingga kini tidak satu pun alat berat masuk ke lokasi pengerjaan.
“Bupati menjanjikan perbaikan jalan ini sebagai prioritas tahun ini, tetapi nyatanya tidak kunjung dikerjakan. Saya sudah lima kali menemui bupati,” ujarnya saat dikonfirmasi Lombokini.com, Ahad, 16 Agustus 2026.
Hiswaton menambahkan, masyarakat sebenarnya sudah menyampaikan aspirasi ini sejak lama. Bahkan, usai aksi blokade warga pada November 2025, ia bersama Camat Aikmel sempat menemui Wakil Bupati Edwin Hadiwijaya untuk memastikan kelanjutan proyek tersebut.
“Beliau bilang diperbaiki tahun depan dan ternyata tidak ada realisasinya sekarang. Itu yang membuat masyarakat kami kecewa, karenanya kami menuntut janji-janji itu,” tegasnya.
Padahal, berdasarkan data yang ia himpun, potensi pendapatan desanya terbilang besar. Hiswaton membeberkan, enam titik lokasi galian C di Desa Kalijaga Timur menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp 2,4 miliar pada tahun 2024.
Namun, untuk kontribusi tahun 2025 hingga saat ini, Hiswaton mengaku tidak menerima catatan resmi dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Ia pun tidak dapat membandingkan nominalnya.
“Nah, di tahun 2025 dan sampai sekarang ini saya tidak dikasih list catatannya oleh Bapenda. Apakah hasilnya lebih dari tahun sebelumnya, saya tidak tahu,” ungkapnya. ***
Penulis : Najamudin Anaji



![Warga Kalijaga Timur memblokir dua ruas jalan dengan batang kelapa, Ahad 16 Agustus 2026, untuk memprotes Pemda Lombok Timur yang mengingkari janji memperbaiki jalan rusak akibat truk pengangkut galian C. [Foto: Lombokini.com]](https://lombokini.com/wp-content/uploads/2026/08/Aksi-Blokir-Jalan-225x129.png)



