LOMBOKINI.com – Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, mengumumkan bahwa cadangan beras pemerintah per 18 Mei 2026 telah mencapai 5,37 juta ton. Ia menyebut posisi stok ini sebagai rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
“Cadangan beras sampai dengan 18 Mei mencapai 5,37 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia,” jelas Sudaryono dalam Rapat Kerja dengan DPR, Selasa 19 Mei 2026.
Sudaryono menambahkan, capaian ini tidak lepas dari peran aktif Perum Bulog yang terus menyerap beras dan komoditas setara beras sepanjang tahun ini.
Sejak awal tahun hingga 18 Mei 2026, Bulog telah merealisasikan pengadaan sebesar 2,8 juta ton. Jumlah itu setara dengan 70 persen dari target penyerapan tahun ini yang mencapai 4 juta ton.
Berdasarkan capaian tersebut, Sudaryono memproyeksikan penyerapan beras dan setara beras Bulog hingga akhir semester I 2026 dapat menembus 3,3 juta ton, atau sekitar 82 persen dari target tahunan.
“Angka ini (proyeksi semester I) naik 25,54 persen dari realisasi tahun sebelumnya, yaitu 2,65 juta ton,” tambahnya.
Dengan proyeksi itu, Sudaryono optimistis target penyerapan beras tahun ini tercapai. Ia melihat Indonesia masih memiliki potensi panen yang cukup tinggi.
Sebagai gambaran, potensi luas panen di Mei mencapai 929 ribu hektare (ha), sementara di Juni diproyeksikan menyentuh 841 ribu ha.
Karena itu, Sudaryono meyakini penyerapan beras pada semester II akan membantu pemerintah mencapai target pengadaan sekaligus memperkuat cadangan beras pemerintah.
“Pada Juli hingga Desember, target pengadaan sebesar 670 ribu ton, atau naik 24,16 persen dari tahun sebelumnya,” pungkasnya. ***
Penulis : Najamudin Anaji







