LOMBOKINI.com – Warga Dusun Telaga Daya, Desa Gelora, Kecamatan Sikur, memprotes infrastruktur listrik yang tidak memadai. Kondisi ini menyebabkan pengeras suara Masjid Raudhatul Falihin tidak berfungsi optimal dan sering membuat suara azan terdengar tidak jelas atau terdistorsi.
“Suaranya tidak jelas saat azan karena listriknya tidak muat,” keluh Junaidi, seorang warga, kepada Lombokini.com, Ahad 18 Januari 2026.
Para pemuda dan jamaah masjid menyayangkan kondisi yang telah berlangsung lama ini. Mereka menyebut tidak adanya tiang listrik PLN yang layak sebagai akar masalah.
Junaidi menerangkan, jaringan di dusun mereka hanya mengandalkan satu kabel yang menyambung dari daerah Dasan Tinggi.
Warga lainnya, Edi, memaparkan solusi darurat yang mereka terpaksa lakukan. “Karena tidak ada tiang listrik, kami memakai pohon atau bambu sebagai penopang kabel,” ujarnya.
Praktik ini memperlihatkan kerapuhan infrastruktur kelistrikan yang menopang aktivitas rumah ibadah tersebut.
Secara teknis, hanya satu kabel berkapasitas kecil yang menyalurkan daya ke masjid sekaligus melayani seluruh warga Dusun Telaga Daya.
Padahal, tambah dia, beban listrik untuk pengeras suara dan perangkat lain terbilang besar. Ketidakseimbangan ini memicu penurunan tegangan (voltage drop) secara konsisten.
Masyarakat mengaku telah berulang kali menyampaikan keluhan kepada Kepala Dusun (Kadus) dan perangkat Desa Gelora. Namun, pengaduan mereka belum menemui titik terang. Seorang warga mendesak pihak terkait untuk segera bertindak.
“Ajukan proposal bantuan ke pemerintah atasannya agar kami segera terbantu,” desaknya.
Kini, harapan seluruh warga tertuju pada Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dan PLN setempat. Mereka mendesak pemasangan tiang listrik baru yang dilengkapi kabel berkapasitas besar agar dapat menyalurkan daya listrik secara stabil dan normal.
“Saya berharap pemasangan infrastruktur yang layak dapat mengembalikan fungsi masjid kami secara normal,” tutup Junaidi mengungkapkan harapannya. ***
Penulis : Najamudin Anaji







