Wamen Diktisaintek Letakkan Batu Pertama Pusat Riset Rumput Laut Tropis di Lombok Timur

Kamis, 12 Februari 2026 - 17:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamen Diktisaintek Letakkan Batu Pertama Pusat Riset Rumput Laut Tropis di Lombok Timur. (Foto: Lombokini.com/Humas Pemkab Lotim).

Wamen Diktisaintek Letakkan Batu Pertama Pusat Riset Rumput Laut Tropis di Lombok Timur. (Foto: Lombokini.com/Humas Pemkab Lotim).

LOMBOKINI.com – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) Stella Christie meletakkan batu pertama pembangunan International Tropical Seaweed Research Center (ITSRC) dan Laboratorium Kedokteran Spesialis Kepulauan di Desa Ekas, Lombok Timur, Kamis 12 Februari 2026 malam.

Meski gerimis mengguyur lokasi, Stella bersama Bupati Lombok Timur Haerul Warisin serta Rektor Universitas Mataram (Unram) Bambang Hari Kusumo dan Rektor Unram terpilih Prof. Sukardi tetap menjalani prosesi tersebut. Pemkab Lombok Timur menggandeng Unram dan Kemendiktisaintek sejak menginisiasi proyek ini pada Mei 2025.

“Peletakan batu pertama ini bukan seremonial. Kami sudah menggandeng industri nasional agar bisa membentuk ekosistem rumput laut. Kami juga merangkul dua kekuatan besar sains dunia, yakni Universitas California, Berkeley dan Beijing Genomic Institute,” ujar Stella dalam sambutannya.

Ia menegaskan, riset menjadi fondasi utama inovasi. Negara dengan ekonomi kuat, kata dia, selalu mendasarkan kemajuannya pada sains dan teknologi.

Baca Juga :  Integrasikan Tradisi, Syiar Islam, dan Hiburan Rakyat: Pemkab Lombok Timur Gelar Festival Muharram 1448 H Selama Sepekan

Indonesia, lanjut Stella, kini menjadi produsen rumput laut tropis terbesar dengan pangsa pasar 75 persen dunia. Nilai pasarnya menembus USD 12 miliar atau lebih dari Rp198 triliun.

“Tanpa riset sains dan teknologi, kita tidak akan mendapat ribuan triliun yang berputar di ekonomi dunia,” tegasnya.

Bupati Haerul Warisin menyambut baik pembangunan fasilitas riset ini. Ia berharap kehadiran peneliti dan ITSRC melahirkan bibit rumput laut unggul.

Menurut dia, Lombok Timur menyimpan potensi besar dengan kualitas rumput laut yang belum tergarap optimal. Dampak ekonomi, imbuhnya, akan dirasakan masyarakat pesisir dan warga Lombok Timur secara luas.

Rektor Unram Bambang Hari Kusumo menyebut, klinik kedokteran spesialis kepulauan yang akan dibangun merupakan satu-satunya di Indonesia. Fasilitas ini masuk dalam salah satu dari tujuh program pendidikan dokter spesialis Unram.

Baca Juga :  Bapenda Wajibkan Parkir Lahan Pribadi dan Swasta Setor Pajak 10 Persen dari Omset

“Enam bulan ke depan kami mulai membangun. Lahan ini hibah dari Pemda Lombok Timur. Harapannya, masyarakat terlayani kesehatannya sekaligus kawasan ini berkembang menjadi sentra produksi rumput laut,” jelas Bambang.

Pemerintah juga mengundang Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) untuk terlibat dalam pengembangan ekonomi dan ketenagakerjaan.

Pada kesempatan itu, Bupati Lombok Timur menandatangani kerja sama dengan enam rektor perguruan tinggi se-Lombok Timur, yakni ITSKES Muhammadiyah, Universitas Hamzanwadi, IAIH Pancor, UGR, STIT Palapa, dan Elkatari.

Stella mengajak masyarakat sekitar mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan riset. Hilirisasi rumput laut tropis, ujarnya, membuka peluang besar dari sektor pupuk, plastik, hingga bahan bakar bioavtur.

“Ini langkah kesungguhan agar sains dan teknologi membawa dampak ekonomi dan kesejahteraan,” pungkasnya. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Pemkab, DPRD, dan FKKD Sepakati Pilkades Serentak Lombok Timur Digelar 27 Januari 2027
DPRD Sebut Pelayanan Kesehatan di Lombok Timur Masih Jauh dari Ideal
Dorong Penguatan UMKM dan Ekonomi Kreatif, Wabup Edwin Buka Festival Muharram 1448 H di GOR Lalu Muslihin
Komisi IV DPRD Soroti ‘Darurat Data’ Infrastruktur, Anggaran Lombok Timur Terancam Meleset
Warga Suryawangi Tutup Paksa Tambang Galian C Ilegal
PDAM Lombok Timur Ungguli BUMD Lain dalam Kepuasan Publik
BPS Awali Sensus Ekonomi 2026 dengan Mendata Bupati Lombok Timur sebagai Contoh
Meriah dan Bermakna, 1.448 Dulang Tembolak Beak Semarakkan Festival Muharram Lombok Timur

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:01 WITA

Warga Suryawangi Tutup Paksa Tambang Galian C Ilegal

Sabtu, 6 Juni 2026 - 22:16 WITA

Gubernur NTB Rehabilitasi Lingkungan dan Apresiasi Perusahaan demi Perkuat Pembangunan Hijau

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:29 WITA

NTB Jadi Tuan Rumah Forum Internasional Energi Terbarukan

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:33 WITA

Cuaca Tak Menentu dan Harga Fluktuatif, Petani Vanili Lenek Duren Tetap Bertahan

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:16 WITA

Jurnalis Warga dan Konten Kreator Kampanyekan Irigasi Tetes untuk Lahan Kering

Sabtu, 17 Januari 2026 - 09:03 WITA

Balai TNGR Serukan Wisata Bertanggung Jawab Atasi Lonjakan Sampah di Rinjani

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:26 WITA

Gubernur NTB Serukan Solidaritas dan Pelestarian Lingkungan pada Peringatan Isra’ Mi’raj

Rabu, 14 Januari 2026 - 22:06 WITA

Pendakian Gunung Rinjani Ditutup Tiga Bulan, Ini Alasannya

Berita Terbaru

Dr. TGB Muhammad Zainul Majdi. (Foto: Lombokini.com/Istimewa).

Khazanah

TGB Peringatkan Akun Islami Pemecah Belah sebagai Proksi Dajjal

Sabtu, 20 Jun 2026 - 17:45 WITA