Wabup Edwin Apresiasi Islamic Relief, Jadikan Lombok Timur Percontohan Nasional

Rabu, 29 Oktober 2025 - 18:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wabup Edwin Apresiasi Islamic Relief, Jadikan Lombok Timur Percontohan Nasional. (Foto: Lombokini.com).

Wabup Edwin Apresiasi Islamic Relief, Jadikan Lombok Timur Percontohan Nasional. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Islamic Relief atas kolaborasi strategis untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem di wilayahnya.

Dalam kunjungan Islamic Relief ke Desa Puncak Jeringo, Rabu 29 Oktober 2025, ia mengajak seluruh masyarakat memanfaatkan program bantuan ini secara optimal.

Wabup Edwin menegaskan bahwa menekan angka kemiskinan ekstrem menjadi fokus utama Pemkab Lombok Timur. Dari total 1,4 juta jiwa penduduk, sekitar 145.000 orang masih berada dalam klaster miskin (desil 1).

“Kami berterima kasih karena Islamic Relief memilih Lombok Timur. Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi pionir pengentasan kemiskinan ekstrem di Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga :  Siswa SMK Dane Rahil Wakili NTB dalam Pertukaran Pelajar ke Jepang

Lebih lanjut, Wabup Edwin menyoroti pentingnya aspek pendampingan dalam program ini. Ia mengakui bahwa selama ini penyaluran bantuan sering kali tidak efektif.

“Kita sudah sering menyalurkan bantuan, tapi begitu disalurkan, bantuannya ‘nguap’. Alhamdulillah, program ini menyertakan pendampingan. Itu kunci pentingnya,” tegasnya.

Program ini menerapkan sebuah terobosan baru dengan pendekatan graduasi yang menggabungkan tiga prinsip penting. Metode inovatif ini ditargetkan dapat menekan angka kemiskinan ekstrem secara signifikan, bahkan berkontribusi menurunkan tingkat kemiskinan nasional sebesar 0,5% sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

Baca Juga :  Ratusan Pelajar NW Meriahkan dan Padati IPNW Award Jilid III di Lombok Timur

Ke depan, Wabup Edwin berharap program ini mampu mengangkat masyarakat dari kemiskinan ekstrem dengan memanfaatkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagai acuan.

“Kami berharap ke depan dapat bersinergi dengan pemerintah provinsi untuk memperluas jangkauan program,” pungkasnya.

Acara tersebut juga menghadirkan Managing Director BRAC Ultra Poor Graduation Initiative, Country Lead BRAC Indonesia, CEO Islamic Relief Indonesia, Ketua Dewan Syariah Islamic Relief Indonesia, Koordinator Islamic Relief Area NTB, Perwakilan Proprov NTB, Sekretaris Bappeda, Kepala Desa Puncak Jeringo, serta masyarakat setempat. ***

Editor : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Wabup Lotim Ajak Semua Pihak Berkolaborasi dengan Lembaga Sosial
PT PLN NTB Tanam 5.000 Mangrove, Dukung Ekonomi dan Konservasi Lombok Timur
DKP Lotim dan Kejagung Pantau Langsung Progres Kampung Nelayan Merah Putih Ekas
Pedagang Pasar Paok Motong Resah, Pol PP Tertibkan Pasar Bayangan
PU Setujui Tiga Usulan Strategis Lombok Timur untuk Irigasi dan Penanganan Bencana
Dinkes Lotim Semarakkan HKN ke-61 dengan Lomba Voli Plastik
Bupati Lombok Timur Akan Panggil Perusahaan Penelantar Lahan HGB
LSM Garuda Tuntut DPRD Lotim Transparan dan Patuh Regulasi dalam Penyusunan Anggaran

Berita Terkait

Senin, 1 Desember 2025 - 23:32 WITA

Para Budayawan Sepakati Pembentukan Dewan Kebudayaan di Tiap Daerah

Jumat, 21 November 2025 - 14:03 WITA

Berdiskusi Maya Bersama Usman-Acip di Lorong Gelap Perpolitikan Indonesia: Tentang Fakta dan Kebenaran

Sabtu, 15 November 2025 - 15:57 WITA

Wabup Edwin Serahkan Santunan dan Dokumen pada Puncak Pesona Budaya Pengadangan

Sabtu, 8 November 2025 - 18:18 WITA

Taman Budaya NTB yang Malang dan Terbelakang

Selasa, 28 Oktober 2025 - 23:33 WITA

‘Gak Perlu Diet, Makan Saja’, Tafsir atas Kesederhanaan dan Makna Hidup

Minggu, 26 Oktober 2025 - 12:57 WITA

Dende Tamari: Perempuan Sasak Menentang Kekuasaan

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 16:14 WITA

Intimidasi Jurnalis dan Ujian Nyata UU Pers

Jumat, 24 Oktober 2025 - 09:24 WITA

59 Tahun UIN Mataram: Paradoks Unggul Dengan Realitas Jalan Gajah Mada

Berita Terbaru