LOMBOKINI.com – Tim penilai Sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten Lombok Timur yang dipimpin oleh Prof. Dr. Khirjan Nahdi, M.Hum, melakukan verifikasi faktual di SDN 3 Batu Putik, Kecamatan Keruak, pada Jumat 19 Desember 2025. Kunjungan ini menandai langkah awal sekolah dalam merintis program Sekolah Adiwiyata.
SDN 3 Batu Putik sebelumnya telah meluncurkan program Sekolah Qur’an (SQ) usai Bupati Lombok Timur meresmikannya pada 14 Juni 2025. Kini, sekolah tersebut berupaya menggabungkan kedua pendekatan itu ke dalam satu model pendidikan terpadu.
Kepala SDN 3 Batu Putik, H. Lalu Muh. Nursalim, menjelaskan bahwa konsep SA-SQ bertujuan membimbing peserta didik agar selamat dunia dan akhirat. Ia menekankan konsep ini berdasar pada prinsip “Iman, Ilmu, Amal” sebagai fondasi pendidikan Islam.
“Pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada ilmu duniawi, tetapi juga harus mencakup ilmu agama dan akhlak,” ujarnya. Dengan cara itu, sekolah mengharapkan peserta didik meraih kesuksesan di dunia sekaligus di akhirat.
Sekolah Adiwiyata berfokus pada pendidikan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan untuk menciptakan generasi yang peduli lingkungan. Sementara itu, Sekolah Qur’an menitikberatkan pendidikan agama dan spiritual guna membentuk generasi yang beriman dan berakhlak mulia. Kedua program ini saling melengkapi dan diharapkan dapat menciptakan sistem pendidikan yang holistik.
Nursalim menambahkan bahwa pendekatan pendidikan berbasis Al-Quran di SDN 3 Batu Putik telah menciptakan suasana sekolah yang lebih kondusif dan ramah anak. “Pendidikan dengan cahaya hati Al-Quran ini terbukti menurunkan laporan kasus perkelahian antar siswa,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa pendidikan berkualitas bukan monopoli sekolah-sekolah di kota. “Komitmen dan partisipasi semua pihak dapat menumbuhkan pendidikan berkualitas dari desa,” pungkasnya. ***
Penulis : Najamudin Anaji







