TGH Najamudin Tuduh Gubernur Iqbal Terapkan Politik Belah Bambu

Jumat, 22 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

TGH Najamudin Tuduh Gubernur Iqbal Terapkan Politik Belah Bambu. (Foto: Lombokini.com/Didu).

TGH Najamudin Tuduh Gubernur Iqbal Terapkan Politik Belah Bambu. (Foto: Lombokini.com/Didu).

LOMBOKINI.com – Anggota DPRD NTB Periode 2014-2024, TGH Najamudin Mustafa, menduga Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, memainkan politik belah bambu dan adu domba.

Menurutnya, strategi politik Gubernur Iqbal ini hanya akan menimbulkan perpecahan, memakan korban, dan meninggalkan luka.

“Politik belah bambu itu tidak pernah elok. Itu adu domba. Ketika Gubernur NTB melakukan itu, ia dengan sadar meninggalkan jejak ketidakadilan,” tegas TGH Najamudin di Mataram, Jumat 22 Agustus 2025.

Dia mengungkapkan, politik belah bambu jelas terlihat dari cara Gubernur Iqbal diam-diam mengumpulkan para Ketua Fraksi DPRD NTB untuk menggelar pertemuan di sebuah hotel di Mataram pada 19 Agustus 2025.

Baca Juga :  Gema Akhmad Muzakir Bersilaturahmi dengan SBY dan Petinggi Demokrat

Kabar yang beredar menyebutkan, pertemuan itu membahas kasus dana siluman yang kini sedang kejaksaan tinggi NTB usut.

TGH Najamudin menegaskan, Gubernur semestinya menghormati kelembagaan dengan terlebih dahulu berkomunikasi atau memberi tahu ketua partai sebelum bertemu ketua fraksi. Nyatanya, Gubernur Iqbal mengabaikan hal tersebut.

“Gubernur mengumpulkan ketua fraksi secara diam-diam. Ia tidak berkomunikasi dengan pimpinan partai politik. Langkah ini melewati otoritas partai dan bisa menimbulkan kesalahpahaman politik,” ujarnya.

Baca Juga :  AMAN Desak Perda Masyarakat Adat Lombok Timur Segera Diimplementasikan

Dia mencontohkan, Gubernur NTB sebelumnya, seperti TGB HM Zainul Majdi dan H Zulkieflimansyah, kerap melakukan sowan atau bertemu langsung dengan pimpinan partai politik, seperti ke kediaman ketua DPD PDI Perjuangan NTB, H Rachmat Hidayat.

“Sowan Gubernur ke ketua partai, meski sebatas silaturahmi, tidak akan mengurangi wibawa. Justru sedang meninggikan martabat. Buahnya pasti kebaikan,” tandasnya.

Karena itu, TGH Najamudin menilai, Gubernur Iqbal tidak akan menjadi leader, melainkan hanya sebatas dealer.

“Leader itu mengayomi. Dealer itu tukar tambah. Tambal sulam. Sesuai kepentingan sendiri,” pungkasnya. ***

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Syamsuddin Pimpin ABUJAPI NTB, Usung Satpam Naik Kelas
HMI Mengkritik Gubernur NTB Terkait Kunjungan Turki dan Penundaan Pembahasan APBD 2027
LKKS NTB Perkuat Kapasitas Penerima Manfaat Desa Berdaya di Pijot, Dorong Usaha Naik Kelas dan Keluar dari Kemiskinan Ekstrem
PDIP NTB Bulat Pecat Musyafirin, Polemik Komisaris Bank NTB Berujung Sanksi
Gema Akhmad Muzakir Bersilaturahmi dengan SBY dan Petinggi Demokrat
AMAN Desak Perda Masyarakat Adat Lombok Timur Segera Diimplementasikan
Dekan FH Unram Tegaskan Komisaris BUMD Tak Boleh Berstatus Fungsionaris Partai
Rachmat Pastikan PDI Perjuangan Berhentikan Musyafirin dari Keanggotaan

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:59 WITA

Syamsuddin Pimpin ABUJAPI NTB, Usung Satpam Naik Kelas

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:55 WITA

HMI Mengkritik Gubernur NTB Terkait Kunjungan Turki dan Penundaan Pembahasan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:48 WITA

LKKS NTB Perkuat Kapasitas Penerima Manfaat Desa Berdaya di Pijot, Dorong Usaha Naik Kelas dan Keluar dari Kemiskinan Ekstrem

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:17 WITA

PDIP NTB Bulat Pecat Musyafirin, Polemik Komisaris Bank NTB Berujung Sanksi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:14 WITA

Gema Akhmad Muzakir Bersilaturahmi dengan SBY dan Petinggi Demokrat

Berita Terbaru

Bupati Lombok Timur Drs. H. Haerul Warisin, M.Si. (Foto: Lombokini.com)

Opini

TPAKD Award 2026:Tanpa Kemiskinan  

Selasa, 3 Nov 2026 - 21:20 WITA