LOMBOKINI.com – Tepat 28 tahun lalu, pada Selasa, 21 Oktober 1997 pukul 19.57 Wita, ulama besar dan Pahlawan Nasional asal Lombok, Maulana Syekh Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, wafat di tempat kelahirannya, Pancor, Lombok Timur, Selasa malam 21 Oktober 1997.
Momentum bersejarah itu kembali dikenang oleh cucunya, Dr. Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @tuangurubajang, pada Selasa 21 Oktober 2025.
Dalam unggahan tersebut, TGB menulis kutipan penuh makna dari Syekh Ibnul Qayyim dalam kitab Miftah Dar as-Sa’adah:
“Orang alim tetap hidup di antara manusia walaupun telah wafat. Orang jahil bagaikan orang mati bagi manusia walaupun ia masih hidup.”
TGB kemudian menulis refleksi pribadi yang sarat keteladanan:
“Maulana Syekh tetap hidup di hati kita. Teladannya terpampang nyata. Mohon keikhlasan sahabat untuk mengirim doa dan bacaan al-Fatihah untuk beliau. Ya Allah, jadikan kami sebaik-baik penerus bagi sebaik-baik pendahulu.”
Unggahan tersebut disertai potongan video lawas yang memperlihatkan Maulana Syekh saat mengajar ngaji di hadapan jamaah dan momen pemakaman beliau di Pancor.
Hingga Selasa malam, unggahan itu telah disukai lebih dari 4.000 akun, dengan 56 komentar dan 104 kali dibagikan.
Banyak warganet mengungkapkan rasa rindu dan terima kasih atas perjuangan pendiri NWDI (Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah), NBDI (Nahdlatul Banat Diniyah Islamiyah), dan NW (Nahdlatul Wathan) tersebut.
Maulana Syekh dikenal sebagai ulama kharismatik yang mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan dan dakwah Islam di Nusa Tenggara Barat.
Pada 2017 lalu, Presiden Joko Widodo menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional atas jasa-jasanya dalam bidang pendidikan dan pembinaan umat.
Dua puluh delapan tahun telah berlalu, namun teladan dan perjuangan Maulana Syekh terus hidup di hati masyarakat Lombok dan para pengikut Nahdlatul Wathan di seluruh Indonesia.***
Penulis : Harry Bahagia







