Program Makan Bergizi Gratis Pacu Lonjakan Kebutuhan Ahli Gizi

Senin, 26 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan Program Makan Bergizi Gratis memicu lonjakan kebutuhan ahli gizi. (Foto: Lombokini.com/Asman).

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan Program Makan Bergizi Gratis memicu lonjakan kebutuhan ahli gizi. (Foto: Lombokini.com/Asman).

LOMBOKINI.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memicu lonjakan kebutuhan terhadap tenaga ahli gizi. Program ini mengubah profesi yang sebelumnya sepi peminat akibat pasar kerja yang sempit menjadi salah satu yang paling diburu.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan hal tersebut di Jakarta, Ahad 25 Januari 2026. “Dulu ahli gizi kurang laku karena pasarnya hanya di rumah sakit. Sekarang termasuk yang paling sulit dicari karena kebutuhannya tinggi,” tegasnya.

Dadan menekankan pentingnya memperluas cakupan kerja ahli gizi ke bidang teknologi pangan, keamanan pangan, pengolahan makanan, dan kesehatan masyarakat.

Ahli Gizi Tangani Alergi hingga Fobia Makanan

Dalam pelaksanaan MBG, para ahli gizi menghadapi tantangan kompleks. Mereka harus menyesuaikan menu dengan selera anak dan kondisi kesehatan masyarakat lokal yang sangat beragam.

Dadan menjelaskan, ahli gizi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bekerja dengan data rinci. Data tersebut mencakup setiap kebutuhan khusus anak, mulai dari alergi makanan hingga fobia jenis pangan tertentu.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Melantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri

“Contohnya, ketika saya ke Cilincing, mereka tahu ada 50 anak yang alergi ikan. Sehingga saat memasak ikan, 50 anak ini harus mendapat protein pengganti. Di Sukabumi, kita tahu ada masing-masing satu anak yang fobia nasi. Setiap kali memberi intervensi, kita harus mengganti nasinya,” paparnya.

Selain alergi ikan, beberapa anak juga memiliki alergi telur atau ayam, sehingga ahli gizi harus membuat penyesuaian menu individual. Kondisi ini menunjukkan peran ahli gizi melampaui sekadar penyusunan menu, yaitu memastikan setiap anak mendapat asupan gizi seimbang yang sesuai kebutuhan.

Pemerintah Perkuat Koordinasi Lintas Kementerian

Pemerintah memperkuat kerangka koordinasi dengan menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 tentang Tata Kelola Makan Bergizi. Perpres ini mengatur pembagian tugas antar kementerian dan lembaga.

Baca Juga :  Atdikbud KBRI Singapura dan Canberra Tak Temukan Dokumen Pendidikan Gibran

Badan Gizi Nasional memfokuskan diri pada intervensi dan penyelenggaraan program. Kementerian Kesehatan menjalankan evaluasi dan survei status gizi. Badan POM mengambil alih tanggung jawab atas aspek keamanan pangan.

Sementara itu, Kementerian Kependudukan dan Pembinaan Keluarga berperan dalam menyalurkan bantuan kepada ibu hamil, menyusui, dan balita, serta mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan.

Edukasi Gizi Dimulai Sebelum Pernikahan

Dadan juga menekankan pentingnya memulai edukasi gizi sejak dini, bahkan sebelum pernikahan. Ia menyatakan telah berkoordinasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk memastikan calon ibu mendapatkan pemahaman gizi yang memadai.

“Mereka harus sudah tahu cara memperlakukan anak sejak dalam kandungan, karena seribu hari pertama sangat penting. Jadi saat hamil, mereka tidak boleh takut gemuk. Mereka harus kita sadarkan,” pungkasnya. ***

Penulis : Muhammad Asman

Editor : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Denny Minta MK Diskualifikasi Gibran, Sebut Persidangan Buktikan Gibran Tak Berijazah SMA
Mahfud MD: Surat Penyetaraan Ijazah Gibran Tak Sah secara Hukum Administrasi
Atdikbud KBRI Singapura dan Canberra Tak Temukan Dokumen Pendidikan Gibran
Kapolri Suyudi Janji Dekatkan Polri dengan Masyarakat
Presiden Prabowo Melantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri
DPR Setujui Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Menggantikan Listyo Sigit
Komitmen Presiden Prabowo Pendidikan Gratis dari TK hingga Perguruan Tinggi
Gibran Digugat di MK, Ali BD: Saya Ragu Hakim Akan Kabulkan

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:02 WITA

Denny Minta MK Diskualifikasi Gibran, Sebut Persidangan Buktikan Gibran Tak Berijazah SMA

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:42 WITA

Mahfud MD: Surat Penyetaraan Ijazah Gibran Tak Sah secara Hukum Administrasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 22:32 WITA

Atdikbud KBRI Singapura dan Canberra Tak Temukan Dokumen Pendidikan Gibran

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:39 WITA

Kapolri Suyudi Janji Dekatkan Polri dengan Masyarakat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:09 WITA

Presiden Prabowo Melantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri

Berita Terbaru

Dr. Maharani. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Triliunan untuk Bendungan, Mata Air Terabaikan

Jumat, 9 Okt 2026 - 12:57 WITA