LSM Garuda Indonesia Ancam Laporkan Mantan Kadinkes Lombok Timur ke Polisi Diduga Tinggalkan Utang Proyek

Kamis, 27 Februari 2025 - 12:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur LSM Garuda Indonesia, M. Zaini. (Foto: Lombokini.com)

Direktur LSM Garuda Indonesia, M. Zaini. (Foto: Lombokini.com)

LOMBOKINI.com – Direktur LSM Garuda Indonesia, M. Zaini, mengancam akan melaporkan mantan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Lombok Timur, dr. H. Hasbi Santoso, ke pihak berwajib.

Laporan ini terkait dugaan utang proyek sebesar Rp 220 juta yang belum dibayarkan oleh dr. Hasbi dan mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Hardian Sopian, kepada kontraktor proyek.

Zaini menyampaikan ancaman ini karena tidak ada kejelasan dari dr. Hasbi dan Hardian Sopian mengenai pembayaran utang tersebut. Utang ini muncul dari proyek pembangunan Puskesmas Masbagik Baru pada tahun 2019.

Kevin Jonatan, rekanan dari CV Beni Utama, mengklaim telah menyelesaikan semua pekerjaan sesuai kontrak, tetapi hingga kini belum menerima pembayaran penuh.

Baca Juga :  Massa Gempur Demo ke Kantor Bupati Lombok Timur, Protes Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg

“Kami mengikuti proses tender secara resmi dan menyelesaikan semua pekerjaan sesuai kontrak. Namun, pihak Dinas Kesehatan saat itu dan PPK terkesan bertele-tele, sehingga masalah ini berlarut-larut hingga saat ini,” ujar Kevin.

Kevin juga menjelaskan bahwa konsultan perencana yang dipilih oleh PPK melakukan kesalahan penghitungan volume, yang menyebabkan penambahan biaya sebesar Rp 220 juta. Biaya tambahan ini pun belum dibayarkan hingga sekarang.

Zaini, yang mendampingi Kevin, menegaskan bahwa seharusnya pembayaran dilakukan setelah setiap tahap pekerjaan selesai. Namun, dr. Hasbi dan Hardian Sopian terkesan menghindar dari tanggung jawab.

“Seharusnya kedua pihak ini menyelesaikan kewajibannya atau melimpahkan kewajiban kepada pihak terkait jika mereka pindah tugas, bukan menghilang seperti lepas tanggung jawab,” tegas Zaini dalam keterangan resminya, Kamis 27 Februari 2025.

Baca Juga :  Di Balik Narasi Akselerasi: Menguji Klaim Keadilan Pertumbuhan di Lombok Timur

Sementara itu, dr. Hasbi, yang kini menjabat sebagai Direktur Utama RSUD R. Soedjono Selong, mengaku masih berkoordinasi dengan PPK Hardian Sopian untuk memperjelas pokok masalah. Namun, menurut Zaini, berdasarkan hasil koordinasi dengan Kadinkes saat ini, belum ada titik temu yang dicapai.

Karena sudah lama menunggu tanpa kejelasan, Zaini menyatakan bahwa langkah selanjutnya adalah mengambil tindakan tegas dengan melaporkan kasus ini ke aparat kepolisian.

“Jika tidak ada kejelasan, kami akan melaporkan kasus ini ke aparat kepolisian,” tegas Zaini.***

Berita Terkait

Ali BD Kritik Pemborgolan Abah Uhel: Perkaranya Utang Biasa, Bukan Korupsi
Warga Aikmel Timur Hajar Pencuri Motor, Polisi Tembak Gas Air Mata
Nursalim Sebut Ada Perintah ‘Gubernur Iqbal’ di Balik Munculnya Kasus Gratifikasi Dana Siluman DPRD NTB
Agen BRILink Sekaligus Pendamping PKH di Lombok Timur Diduga Intimidasi KPM demi Keuntungan Pribadi
Perampok Aniaya Dua Warga Jerowaru saat Gagal Curi Kerbau
S Bantah Gelapkan Rp 1,05 Miliar Dana Pembangunan Dapur MBG di Selong, Lombok Timur
Polisi Tetapkan F alias MS sebagai Tersangka Penganiayaan di Bagik Nyaka Santri
Polres Lombok Timur Selidiki Dugaan Penipuan Pengadaan Dapur MBG Rp Rp 1,05 Miliar

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:02 WITA

Bupati Lombok Timur Lepas 393 JCH Kloter 9 Embarkasi Lombok

Jumat, 27 Februari 2026 - 23:58 WITA

S Bantah Gelapkan Rp 1,05 Miliar Dana Pembangunan Dapur MBG di Selong, Lombok Timur

Sabtu, 7 Februari 2026 - 14:34 WITA

Musancab PDIP Kota Mataram Dibuka, Tegas Tolak Pilkada Lewat DPRD

Jumat, 9 Januari 2026 - 20:29 WITA

SMSI NTB dan Polresta Mataram Sepakat Perkuat Harmonisasi Pemberitaan

Rabu, 7 Januari 2026 - 11:13 WITA

Lima Mahasiswa Unram Raih Juara Nasional Kompetisi Inovasi Digital Budaya

Senin, 5 Januari 2026 - 18:05 WITA

PDO NTB Beri Ultimatum 2×24 Jam ke Grab, Gocar, dan Maxim Terkait Tarif Baru

Minggu, 16 November 2025 - 15:16 WITA

Sister Hong Lombok Bantah Tuduhan Penipuan dan Pelecehan

Selasa, 19 Agustus 2025 - 15:54 WITA

Ali BD: Masyarakat Harus Jadi Pengimbang Kekuasaan yang Kurang Berkualitas

Berita Terbaru

​Warga menunjukkan titik lokasi hilangnya seorang anak kepada anggota Polres Lombok Timur di Bendungan Pandandure, Kamis sore 7 Mei 2026. Insiden ini kembali memicu kewaspadaan warga di sekitar bendungan. (Foto: Lombokini.com/Humas Polres Lotim).

Lombok Timur

Bendungan Pandandure Merenggut Nyawa Anak 12 Tahun Asal Kalimantan

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:52 WITA