LOMBOKINI.com – Lombok Research Center (LRC) menginisiasi program pemberdayaan dan pembinaan UMKM berbasis bambu di Lombok Timur. LRC menjadikan Kecamatan Sikur sebagai lokasi pilot project program ini.
Koordinator Program LRC, Muhammad Zaini, menjelaskan bahwa inisiatif ini muncul dari potensi besar bambu di daerah tersebut, baik secara ekonomi maupun ekologis. “Lombok Timur dikenal memiliki potensi di sektor komoditas pertanian dan pariwisata. Inilah alasan kami mengangkat potensi lokal, terutama desa-desa penghasil bambu,” tegas Zaini kepada wartawan, Kamis 7 Agustus 2025.
Zaini menekankan, bambu bukan sekadar material mudah diperoleh, tetapi juga merepresentasikan kekuatan, kelenturan, dan identitas lokal masyarakat.
Sebagai langkah awal, LRC akan melakukan asesmen di 14 desa di Kecamatan Sikur. Asesmen ini bertujuan menggali aspirasi dan mendorong partisipasi warga, memastikan program berjalan sesuai kebutuhan lokal dan bukan sekadar intervensi eksternal.
“Kami bercita-cita menjadikan Kecamatan Sikur sebagai sentra kerajinan berbasis bambu. Ini bukan hanya tentang produk kerajinan, tetapi juga membangun kesadaran lingkungan dan kebanggaan akan identitas lokal,” papar Zaini.
Program ini mendukung pengembangan ekonomi kreatif lokal dan selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam pengentasan kemiskinan, penciptaan pekerjaan layak, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta mendukung pola konsumsi dan produksi berkelanjutan. ***







