LRC dan SMK NW Benteng Edukasi Pencegahan Perkawinan Anak Lewat MPLS

Selasa, 29 Juli 2025 - 15:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LRC dan SMK NW Benteng Edukasi Pencegahan Perkawinan Anak Lewat MPLS. (Foto: Lombokini.com).

LRC dan SMK NW Benteng Edukasi Pencegahan Perkawinan Anak Lewat MPLS. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com Pencegahan perkawinan anak menjadi bagian dari agenda edukatif di lingkungan sekolah. Dalam rangka MPLS, SMK NW Benteng Lombok Timur berkolaborasi dengan Lombok Research Center (LRC) untuk menyosialisasikan bahaya perkawinan anak kepada siswa baru.

Sebanyak 62 siswa mengikuti kegiatan ini. Asisten Program INKLUSI-LRC, Triati, menyampaikan bahwa perkawinan anak merupakan bentuk kekerasan karena menghilangkan hak anak untuk memperoleh pendidikan dan mengembangkan diri.

“Anak yang menikah di usia sekolah cenderung kehilangan peluang belajar dan bekerja. Ini berdampak sistemik, dari putus sekolah hingga siklus kemiskinan,” jelasnya.

Baca Juga :  KKN IAI Hamzanwadi Kunjungi Museum Genggelang, Telusuri Narasi Sejarah yang Terlupakan

Ia menambahkan bahwa pendekatan pencegahan harus lintas sektor. “Kita butuh sinergi antara keluarga, tokoh agama, lembaga pendidikan hingga pemangku kebijakan agar anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang melindungi dan memberdayakan,” ujarnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK NW Benteng, Nurjannah, menilai kegiatan ini sejalan dengan upaya pencegahan jangka panjang yang sudah dilakukan sekolah.

“Dua tahun terakhir, sekolah kami nihil kasus perkawinan anak. Kami percaya edukasi yang konsisten punya dampak besar,” katanya.

Baca Juga :  Ketua SMSI Lombok Timur Raih Gelar Doktor, Jadi Inspirasi bagi Jurnalis

Salah satu siswa, Azian Rosi, mengapresiasi kegiatan ini. Ia berharap sekolah bisa memberi lebih banyak ruang kreatif bagi siswa.

“Kalau kami punya komunitas atau kegiatan hobi, itu bisa bantu kami tetap fokus pada hal-hal positif,” ujarnya.

Langkah SMK NW Benteng dan LRC menjadi contoh konkret kolaborasi antar-stakeholder dalam memutus mata rantai perkawinan anak.

Kegiatan ini berlangsung pada hari Senin, 28 Juli 2025, di Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur.***

Berita Terkait

Hadiri HADI ke-73 NW, Menhut Raja Juli: Tokoh Bangsa Lahir dari Pesantren
Hearing Bersama Komisi III DPRD, Pelaku Koperasi Lombok Timur Sampaikan Aspirasi
RSUD Soedjono Selong Gelar Pelatihan Internal untuk Tingkatkan Mutu Pelayanan
Perampok Aniaya Dua Warga Jerowaru saat Gagal Curi Kerbau
Himmah Teknik Gelar RAWIT 2026, Luncurkan Website dan Bedah Buku
Pengamat: Tingkat Kemiskinan Lombok Timur Capai Target, tapi Kemiskinan Ekstrem Tak Masuk RPJMD
Pemkab Lombok Timur Siapkan Rp 30 Miliar untuk Sembako Ramadan 1447 H, Target 198 Ribu Penerima
Inflasi Ramadan 1447 H: Pengamat Minta Eliminasi ‘Mutant Statistics’

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 23:15 WITA

Hadiri HADI ke-73 NW, Menhut Raja Juli: Tokoh Bangsa Lahir dari Pesantren

Jumat, 6 Maret 2026 - 17:36 WITA

Hearing Bersama Komisi III DPRD, Pelaku Koperasi Lombok Timur Sampaikan Aspirasi

Jumat, 6 Maret 2026 - 04:43 WITA

Perampok Aniaya Dua Warga Jerowaru saat Gagal Curi Kerbau

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:25 WITA

Pengamat: Tingkat Kemiskinan Lombok Timur Capai Target, tapi Kemiskinan Ekstrem Tak Masuk RPJMD

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:19 WITA

Pemkab Lombok Timur Siapkan Rp 30 Miliar untuk Sembako Ramadan 1447 H, Target 198 Ribu Penerima

Sabtu, 28 Februari 2026 - 15:41 WITA

Inflasi Ramadan 1447 H: Pengamat Minta Eliminasi ‘Mutant Statistics’

Jumat, 27 Februari 2026 - 23:58 WITA

S Bantah Gelapkan Rp 1,05 Miliar Dana Pembangunan Dapur MBG di Selong, Lombok Timur

Jumat, 27 Februari 2026 - 22:21 WITA

Warga Duga Korupsi Menu MBG di Lombok Timur, Nilai Jeblok Rp 3000 per Siswa

Berita Terbaru