LRC dan SMK NW Benteng Edukasi Pencegahan Perkawinan Anak Lewat MPLS

Selasa, 29 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LRC dan SMK NW Benteng Edukasi Pencegahan Perkawinan Anak Lewat MPLS. (Foto: Lombokini.com).

LRC dan SMK NW Benteng Edukasi Pencegahan Perkawinan Anak Lewat MPLS. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Pencegahan perkawinan anak menjadi bagian dari agenda edukatif di lingkungan sekolah. Dalam rangka MPLS, SMK NW Benteng Lombok Timur berkolaborasi dengan Lombok Research Center (LRC) untuk menyosialisasikan bahaya perkawinan anak kepada siswa baru.

Sebanyak 62 siswa mengikuti kegiatan ini. Asisten Program INKLUSI-LRC, Triati, menyampaikan bahwa perkawinan anak merupakan bentuk kekerasan karena menghilangkan hak anak untuk memperoleh pendidikan dan mengembangkan diri.

“Anak yang menikah di usia sekolah cenderung kehilangan peluang belajar dan bekerja. Ini berdampak sistemik, dari putus sekolah hingga siklus kemiskinan,” jelasnya.

Baca Juga :  Komitmen Presiden Prabowo Pendidikan Gratis dari TK hingga Perguruan Tinggi

Ia menambahkan bahwa pendekatan pencegahan harus lintas sektor. “Kita butuh sinergi antara keluarga, tokoh agama, lembaga pendidikan hingga pemangku kebijakan agar anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang melindungi dan memberdayakan,” ujarnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK NW Benteng, Nurjannah, menilai kegiatan ini sejalan dengan upaya pencegahan jangka panjang yang sudah dilakukan sekolah.

“Dua tahun terakhir, sekolah kami nihil kasus perkawinan anak. Kami percaya edukasi yang konsisten punya dampak besar,” katanya.

Baca Juga :  DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi

Salah satu siswa, Azian Rosi, mengapresiasi kegiatan ini. Ia berharap sekolah bisa memberi lebih banyak ruang kreatif bagi siswa.

“Kalau kami punya komunitas atau kegiatan hobi, itu bisa bantu kami tetap fokus pada hal-hal positif,” ujarnya.

Langkah SMK NW Benteng dan LRC menjadi contoh konkret kolaborasi antar-stakeholder dalam memutus mata rantai perkawinan anak.

Kegiatan ini berlangsung pada hari Senin, 28 Juli 2025, di Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur.***

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi
Komitmen Presiden Prabowo Pendidikan Gratis dari TK hingga Perguruan Tinggi
UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos
DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar
Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan
Bapenda Lotim Kejar PAD Rp 600 M, Target 100 Persen Akhir Tahun
Pemerintah Saling Tuding Soal Carut-Marut Data Desil, Masyarakat Harus ke Mana?

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 20:30 WITA

DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi

Rabu, 23 September 2026 - 23:39 WITA

Komitmen Presiden Prabowo Pendidikan Gratis dari TK hingga Perguruan Tinggi

Minggu, 13 September 2026 - 14:43 WITA

UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Jumat, 11 September 2026 - 22:05 WITA

Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos

Rabu, 9 September 2026 - 18:38 WITA

DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar

Berita Terbaru