KPK Ingatkan Korupsi Bermula dari Perencanaan, Bupati Lombok Timur Akui Kelemahan

Senin, 8 Desember 2025 - 21:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Korsupgah Wilayah V KPK, Dian Patria dan Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin saat Rapat Koordinasi Pencegahan Tindak Pidana Korupsi Terintegrasi di Kantor Bupati Lombok Timur, Senin 8 Desember 2025. (Foto: Lombokini.com).

Ketua Korsupgah Wilayah V KPK, Dian Patria dan Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin saat Rapat Koordinasi Pencegahan Tindak Pidana Korupsi Terintegrasi di Kantor Bupati Lombok Timur, Senin 8 Desember 2025. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Ketua Satgas Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) Wilayah V KPK, Dian Patria, menegaskan pencegahan korupsi harus dimulai dari tahap perencanaan dan pengadaan. Pernyataan itu ia sampaikan dalam Rapat Koordinasi Pencegahan Tindak Pidana Korupsi Terintegrasi di Kantor Bupati Lombok Timur, Senin 8 Desember 2025.

Lebih lanjut, Dian menyatakan korupsi umumnya berawal dari Unit Layanan Pengadaan (ULP). “Kami menekankan pencegahan dengan membangun sistem data terintegrasi, menutup titik rawan, dan mengawal pelaksanaan kebijakan,” tegasnya.

Selain itu, KPK juga menyatakan kesiapannya untuk membantu Pemerintah Daerah (Pemda) menyelesaikan isu strategis, seperti pengelolaan tambak dan aset daerah. Dian mendorong kemandirian daerah, penghapusan ego sektoral, serta percepatan realisasi belanja modal dan peningkatan kapasitas pegawai.

Baca Juga :  KPK Geledah Rumah Kontraktor di Lombok Timur Terkait OTT Bupati Lombok Barat, Pemilik Rumah Buka Suara

Di sisi lain, Bupati Lombok Timur Haerul Warisin mengungkapkan capaian daerahnya yang menempati peringkat keempat dalam skor Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP) hingga 7 Desember 2025. Meski demikian, ia mengingatkan jajarannya untuk tidak cepat puas.

“Posisi kita masih di bawah beberapa kabupaten/kota lain di NTB. Bahkan, peringkat ini justru mencerminkan kelemahan dalam tahap perencanaan,” kata Haerul.

Bupati menilai peringkat tersebut muncul akibat ketidakmatangan perencanaan. Oleh karena itu, ia mendorong perencanaan yang lebih baik dan percepatan penyusunan dokumen anggaran.

“Perencanaan yang mantap harus kita lakukan. Namun, jangan sampai perencanaannya bagus tapi pelaksanaannya tidak karuan,” pesannya.

Baca Juga :  KPK Sita Rp 9,06 Miliar dan Tetapkan 3 Tersangka dalam OTT Bupati Lombok Barat

Tidak hanya itu, Haerul Warisin juga meminta percepatan realisasi anggaran, termasuk untuk UMKM senilai lebih dari Rp20 miliar. Ia menegaskan tidak boleh ada Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa).

“Tidak boleh ada Silpa. Sebab, kalau ada Silpa, artinya kita tidak bisa belanja,” tegasnya.

Di hadapan para Pimpinan OPD dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Bupati mengingatkan pentingnya bekerja selaras dengan visi mewujudkan Lombok Timur yang sejahtera. “Kerja baik, kerja jujur, kerja transparan,” tuturnya.

Rapat yang menghadirkan jajaran Forkopimda, perwakilan Kantor Pelayanan Pajak, Kepala Kantor Pertanahan, ULP, Direktur RSUD dr. R. Soedjono, serta pimpinan DPRD itu ditutup dengan sesi diskusi. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Kejanggalan Pengelolaan APBD NTB 2025, Empat Anggota DPRD Desak BPK Gelar Audit Investigatif
Gandeng UMJ, Pemkab Lotim Matangkan Aplikasi EWS ‘Gumi Sasak’ Berbasis Kearifan Lokal
Sampaikan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 ke DPRD, Bupati Lotim Paparkan Realisasi Pendapatan 101 Persen
BRI Kembalikan Dana Rp 1,4 Miliar ke Kas Daerah, Pemda Lotim Siap Salurkan Ulang Bantuan UMKM di APBD Perubahan 2026
Pemda Lombok Timur Tata Wajah Baru Kota Selong, Pembangunan Gedung MICE dan Food Court Center Dimulaikan pada Oktober 2026
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur Terima Kunjungan Tim Monitoring Stunting dari Bank Dunia dan Pusat
Dukung Revitalisasi Keraton, TSB dan Kemenbud Sinergi Lindungi Cagar Budaya Nasional
Sepakati Win-Win Solution, Pilkades Serentak Lombok Timur Resmi Digelar 27 Januari 2027

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:04 WITA

Digerebek Warga, Pria Ngamar dengan Istri PMI ini Ngumpet di Bawah Meja Dapur

Senin, 27 Juli 2026 - 12:11 WITA

KPK Geledah Rumah Kontraktor di Lombok Timur Terkait OTT Bupati Lombok Barat, Pemilik Rumah Buka Suara

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:52 WITA

Sapu Bersih Treasury Award 2026, Polres Lombok Timur Boyong Empat Penghargaan hingga Grand Champion

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:38 WITA

Ungkap 3 Kg Sabu di Pelabuhan Kayangan, Kapolres Lotim Terima Penghargaan dari Ormas Keris Sasak

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:26 WITA

Gulung Jaringan Curanmor di Terara, Tim Gabungan Polres Lotim Amankan 3 Pelaku dan 9 Motor

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:12 WITA

TGB Sesalkan Klaim Kuasa Hukum yang Kaitkan Emas 74 Kg dengan Yayasan Dakwah

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:31 WITA

KPK Sita Rp 9,06 Miliar dan Tetapkan 3 Tersangka dalam OTT Bupati Lombok Barat

Senin, 20 Juli 2026 - 17:52 WITA

KPK OTT Bupati Lombok Barat dan Amankan 18 Orang

Berita Terbaru

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Lombok Timur, H. Haerul Warisin. (Foto: Lombokini.com/Paozan Azima).

Politik

Haerul Warisin Tegaskan Jangan Seret Gerindra ke Kasus LAZ

Senin, 3 Agu 2026 - 22:42 WITA

PT Amman Mineral International Tbk mengoperasikan smelter peleburan bijih tambang di Maluk, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. (Foto: Lombokini.com/Amman.co.id).

Opini

Beroperasinya Smelter PT. AMMAN: Renegoisasi Royalti 

Jumat, 31 Jul 2026 - 07:46 WITA