Kolaborasi KTNA, Bhayangkari, dan Pemda Tekan Inflasi Lewat Pasar Murah

Minggu, 15 Juni 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kolaborasi KTNA, Bhayangkari, dan Pemda Lombok Timur Tekan Inflasi Lewat Pasar Murah. (Foto: Lombokini.com).

Kolaborasi KTNA, Bhayangkari, dan Pemda Lombok Timur Tekan Inflasi Lewat Pasar Murah. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Lombok Timur, Haji Subhan, ikut serta dalam pasar murah yang digelar Bhayangkari bersama Dinas Ketahanan Pangan setempat pada Sabtu, 14 Juni 2025.

KTNA menawarkan berbagai produk unggulan lokal seperti cabai, kopi, beras, dan mutiara laut dengan harga terjangkau kepada masyarakat.

Haji Subhan memutuskan bergabung dalam kegiatan ini setelah melihat harga cabai melonjak hingga Rp 65 ribu per kilogram. Bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Bhayangkari, mereka berhasil menurunkan harga cabai menjadi Rp 40 ribu per kilogram dalam satu hari.

Baca Juga :  Bupati Lotim dan Lobar Bersepakat, Solusi Nyata atau Sandiwara Birokrasi?

“Kami melakukan intervensi pasar secara nyata. Tidak hanya menstabilkan harga, tetapi juga melindungi kepentingan petani,” tegas Subhan.

Pasar murah ini memberikan manfaat ganda. Masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih murah, sementara petani bisa menjual hasil panen langsung tanpa perantara tengkulak.

Warga menunjukkan antusiasme sejak pagi. Ratusan orang memadati lokasi pasar murah di halaman Mapolres Lombok Timur untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

“Saya sangat terbantu. Harga kebutuhan pokok di sini jauh lebih terjangkau,” ujar Nila Okto, salah seorang pengunjung.

Baca Juga :  Sorenggana Law Firm Buka Posbakum, Targetkan Merata se-Pulau Lombok

Kapolres Lombok Timur, AKBP I Komang Sarjana, mengapresiasi kolaborasi ini. Ia menegaskan bahwa pasar murah bukan hanya solusi jangka pendek untuk mengendalikan inflasi, tetapi juga bukti sinergi antara pemerintah, organisasi, dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan.

“Kegiatan pasar murah ini tidak hanya menekan inflasi, tetapi juga memperkuat kerja sama untuk ketahanan pangan,” tegasnya.

Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, dan Dinas Koperasi bersama KTNA terlibat langsung dalam menyediakan produk pangan lokal dengan harga terjangkau. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi
UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos
DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar
Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan
Bapenda Lotim Kejar PAD Rp 600 M, Target 100 Persen Akhir Tahun
Pemerintah Saling Tuding Soal Carut-Marut Data Desil, Masyarakat Harus ke Mana?
Pemkab Lombok Timur Petakan Kebutuhan ASN, Ribuan Tenaga Honorer Masuk Usulan

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 20:30 WITA

DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi

Minggu, 13 September 2026 - 14:43 WITA

UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Jumat, 11 September 2026 - 22:05 WITA

Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos

Rabu, 9 September 2026 - 18:38 WITA

DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar

Rabu, 9 September 2026 - 14:14 WITA

Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan

Berita Terbaru