Kejari Lombok Timur Ungkap Aliran Dana ‘Fee’ Rp 2,2 M di Kasus Korupsi Chromebook

Selasa, 11 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kajari Lombok Timur, Hendro Wasisto, ungkap aliran dana kasus korupsi Chromebook. (Foto: Lombokini.com).

Kajari Lombok Timur, Hendro Wasisto, ungkap aliran dana kasus korupsi Chromebook. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Timur mengungkap aliran dana mencurigakan senilai Rp 2,2 miliar dalam kasus korupsi pengadaan Chromebook untuk Sekolah Dasar tahun 2022. Penyidik menemukan dana fee proyek itu mengalir melalui 17 transaksi ke 14 rekening berbeda.

Kajari Lombok Timur, Hendro Wasisto, menegaskan para tersangka sengaja menggunakan rekening milik orang lain, seperti teman dan saudara, untuk menyamarkan transaksi.

“Tim kami masih memeriksa saksi-saksi lain untuk melacak aliran dana yang lebih luas,” ujarnya pada Selasa, 11 November 2025.

Baca Juga :  Denny Minta MK Diskualifikasi Gibran, Sebut Persidangan Buktikan Gibran Tak Berijazah SMA

Hingga kini, Kejari telah menetapkan enam orang sebagai tersangka, termasuk dua direktur perusahaan penyedia, yaitu LH dari PT. Temprina Media Grafika dan LA dari PT. Dinamika Indomedia. Penyidik telah memeriksa 60 saksi dan 2 ahli, serta berencana menambah ahli dari LKPP dan seorang ahli IT.

Baca Juga :  Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas

Hendro membeberkan, keenam tersangka bersama-sama mengatur pemenang lelang melalui Katalog Elektronik. “Tersangka AS sejak awal bersepakat dengan tersangka lain, termasuk LA dan MJ, untuk memilih perusahaan penyedia,” jelasnya.

Proyek pengadaan 4.320 unit Chromebook merek Axioo, Advan, dan Acer itu menargetkan 282 SD di 21 kecamatan. Penyidik juga telah memeriksa pihak principal, kecuali Acer karena perwakilannya tidak berada di Indonesia. ***

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas
DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional
Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan
Denny Minta MK Diskualifikasi Gibran, Sebut Persidangan Buktikan Gibran Tak Berijazah SMA
Atdikbud KBRI Singapura dan Canberra Tak Temukan Dokumen Pendidikan Gibran
Bung Syam: Penanganan Kasus Febrie Adriansyah Uji Kredibilitas Kejaksaan Agung
DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi
Pj Kades Ekas Buana Bantah Arahkan Isi Perdamaian Sekdes M dan ES

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:31 WITA

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:53 WITA

Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:02 WITA

Denny Minta MK Diskualifikasi Gibran, Sebut Persidangan Buktikan Gibran Tak Berijazah SMA

Jumat, 2 Oktober 2026 - 22:32 WITA

Atdikbud KBRI Singapura dan Canberra Tak Temukan Dokumen Pendidikan Gibran

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:31 WITA

Bung Syam: Penanganan Kasus Febrie Adriansyah Uji Kredibilitas Kejaksaan Agung

Berita Terbaru

Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal menyapa seorang anak dalam acara cegah stunting di Kantor Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya LombokTimur. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Benarkan Stunting di Lotim Turun Empat Persen? 

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:12 WITA