Kejari Lombok Timur Akan Jerat Tersangka Baru dalam Kasus Korupsi Chromebook

Senin, 10 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Seksi Intelijen Kejari Lombok Timur, Ugik Ramantyo, SH. (Foto: Lombokini.com).

Kepala Seksi Intelijen Kejari Lombok Timur, Ugik Ramantyo, SH. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com –  Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Timur terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Selanjutnya, penyidik menduga pengadaan yang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 32,4 miliar pada tahun 2022 itu telah menimbulkan kerugian keuangan negara.

Setelah sebelumnya menjerat empat tersangka, penyidik kini mengisyaratkan akan menetapkan tersangka baru. Bahkan, mereka kini mendalami sejumlah fakta dan keterangan saksi untuk mengungkap peran masing-masing pihak dalam proyek yang diduga menelan kerugian negara sebesar Rp 9,2 miliar itu.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Tegaskan Intelijen Awasi Musuh Negara, Bukan Intai Tokoh Nasional

Kepala Seksi Intelijen Kejari Lombok Timur, Ugik Ramantyo, menegaskan kasus Chromebook ini masih berkembang. Selain itu, ia menyatakan bahwa perkembangan penyidikan berpotensi mengungkap keterlibatan pihak lain.

“Kemungkinan ada tersangka baru lagi,” ujar Ugik dalam keterangan resminya, Senin 10 November 2025.

Selanjutnya, Kejari Lombok Timur memastikan akan menuntaskan kasus ini secara profesional dan transparan. Bahkan, lembaga ini menegaskan komitmennya untuk menindak siapa pun yang terbukti terlibat tanpa pandang bulu.

Baca Juga :  Mahkamah Partai Gerindra Memecat Tiga Kader karena Kasus Narkoba

Sebelumnya, pada Jumat 7 November 2025, Kejari Lotim telah menetapkan empat orang sebagai tersangka.

Keempat tersangka tersebut ialah mantan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur berinisial AS, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berinisial A, serta pihak swasta, yaitu S (Direktur CV CM) dan MJ (Marketing PT JP Press).

Mereka terlibat dalam pengadaan 320 unit komputer Chromebook merek Axioo, Advan, dan Acer untuk 282 Sekolah Dasar di 21 Kecamatan. ***

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mantan Wakapolri Oegroseno Sebut Ada Jenderal Lain Terlibat Penyadapan Presiden Prabowo
Presiden Prabowo Tegaskan Intelijen Awasi Musuh Negara, Bukan Intai Tokoh Nasional
Bareskrim Telusuri Pihak yang Memerintahkan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Mantan Kabais Soleman Ponto Desak Polri Bentuk Tim Gabungan Usut Penyadapan Presiden Prabowo
Bareskrim Polri Tetapkan Listyo Sigit dan Dua Jenderal Tersangka Penyadapan Presiden
Siswa SD di Selong Diduga Jadi Korban Pelecehan Usai Dicekoki Miras, Polisi Lakukan Penyelidikan
Kapolres Lotim Kejar Curanmor Sampai ke Plafon, Sempat Ayunkan Parang ke Anggota
Mahkamah Partai Gerindra Memecat Tiga Kader karena Kasus Narkoba

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 21:42 WITA

Mantan Wakapolri Oegroseno Sebut Ada Jenderal Lain Terlibat Penyadapan Presiden Prabowo

Sabtu, 7 November 2026 - 15:35 WITA

Presiden Prabowo Tegaskan Intelijen Awasi Musuh Negara, Bukan Intai Tokoh Nasional

Sabtu, 7 November 2026 - 14:11 WITA

Bareskrim Telusuri Pihak yang Memerintahkan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo

Sabtu, 7 November 2026 - 09:12 WITA

Mantan Kabais Soleman Ponto Desak Polri Bentuk Tim Gabungan Usut Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 22:35 WITA

Bareskrim Polri Tetapkan Listyo Sigit dan Dua Jenderal Tersangka Penyadapan Presiden

Berita Terbaru

Ketua Umum DPP PKN Anas Urbaningrum. (Foto: Lombokini.com/Tamrin)

Nasional

Anas Dorong DPR Bentuk Pansus Audit Praktik Penyadapan

Sabtu, 7 Nov 2026 - 19:33 WITA