Kapal Wisata dan Pengangkut Air Terbakar di Pelabuhan Kayangan Lombok Timur, Kru Selamat

Sabtu, 15 Februari 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kapal Wisata dan Pengangkut Air Terbakar di Pelabuhan Kayangan Lombok Timur, Kru Selamat. (Foto: Tangkapan Layar/Lombokini.com).

Kapal Wisata dan Pengangkut Air Terbakar di Pelabuhan Kayangan Lombok Timur, Kru Selamat. (Foto: Tangkapan Layar/Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Tiga kapal di perairan Pelabuhan Kayangan, Desa Labuhan Lombok, Pringgabaya, Lombok Timur, NTB, dilaporkan terbakar pada Sabtu dini hari, 15 Februari 2025, sekitar pukul 03.00 WITA.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun kerugian material diperkirakan cukup besar.

Kasi Humas Polres Lombok Timur, AKP Nicolas Oesman menerangkan kebakaran melibatkan dua kapal pengangkut wisatawan milik KM Pulo Mas dan satu kapal pengangkut air milik Inka Mina.

“Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, hanya kerugian material yang cukup signifikan”, ujar AKP Nicolas dalam keterangan resminya, Sabtu, 15 Februari 2025.

Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun, dugaan sementara mengarah pada kerusakan mesin di salah satu kapal, yang kemudian menjalar ke dua kapal lainnya.

Baca Juga :  MotoGP Indonesia 2026: Pebalap dan Kru Mulai Tiba di Lombok

“Api diduga berasal dari KM Pulo Mas 168, kemudian merembet ke KM Pulo Mas 188 dan kapal pengangkut air,” jelas AKP Nicolas.

Informasi dari warga setempat menyebutkan, kebakaran pertama kali dilihat oleh seorang ABK KM Pulo Mas 168 yang menyadari lampu kapal mati. Saat mengecek ruang pembangkit listrik, ia terkejut menemukan api sudah menjalar di ruang mesin.

“Ia segera membangunkan kru kapal lainya dan berusaha memadamkan api dengan alat seadanya,” kata AKP Nicolas.

Meski sempat berupaya memadamkan api, kobaran api semakin membesar. Kru kapal akhirnya menyelamatkan diri ke KM Pulo Mas 188 yang berada di sebelahnya.

Baca Juga :  Bung Syam Siap Majukan ABUJAPI NTB secara Profesional

Mereka kemudian melepaskan tali tambat kapal yang terbakar agar tidak menyebar ke kapal lain. Namun, upaya ini justru menimbulkan masalah baru.

Saat kapal hanyut sekitar 100 meter, KM Pulo Mas 168 menabrak dua kapal lainnya, yaitu KM Pulo Mas 167 dan kapal pengangkut air milik Inka Mina.

“Tabrakan ini menyebabkan kedua kapal tersebut ikut terbakar,” tambah AKP Nicolas.

Penyebab pasti kebakaran itu masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwajib. Pihak berwenang juga tengah mengevaluasi kerugian material yang ditimbulkan akibat insiden ini.***

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wartawan Lombok Timur Studi Komparasi Peran Media di DPRD DKI Jakarta
Satgas MBG Lombok Timur Kumpulkan Dokumen 82 SPPG, Siap Ajukan ke BGN
Ulama Kharismatik NTB Tuan Guru Bagu Wafat di Usia 90 Tahun
Diskusi Publik Soroti Renovasi Masjid Agung Selong Rp 50 Miliar: Antara Prioritas dan Kemiskinan
Konsultasi Publik Bahas Amdal Bypass Lembar-Kayangan, PPK Targetkan Rampung 4 Bulan
Gempa M5,2 Mengguncang Lombok Barat, Terasa hingga Denpasar, BMKG Ungkap Sumbernya
Bung Syam Siap Majukan ABUJAPI NTB secara Profesional
Logis NTB Minta Musyafirin Mundur dari Komisaris Independen Bank NTB Syariah

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:01 WITA

Wartawan Lombok Timur Studi Komparasi Peran Media di DPRD DKI Jakarta

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:21 WITA

Satgas MBG Lombok Timur Kumpulkan Dokumen 82 SPPG, Siap Ajukan ke BGN

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:41 WITA

Ulama Kharismatik NTB Tuan Guru Bagu Wafat di Usia 90 Tahun

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:14 WITA

Diskusi Publik Soroti Renovasi Masjid Agung Selong Rp 50 Miliar: Antara Prioritas dan Kemiskinan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:29 WITA

Konsultasi Publik Bahas Amdal Bypass Lembar-Kayangan, PPK Targetkan Rampung 4 Bulan

Berita Terbaru

Dr. Maharani, peneliti Lombok Research Center (LRC), memaparkan materi tentang penguatan kapasitas pemerintah desa dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di Seco Cafe, PTC Pancor, Lombok Timur, Selasa (20/10/2026). (Foto: Lombokini.com)

Opini

Ketika Suhu Naik, Orang Miskin Membayar Harga Termahal

Rabu, 21 Okt 2026 - 08:44 WITA