Jalan Rusak Parah, Warga Desa Wakan Jerowaru Protes Pemerintah dengan Aksi Tanam Padi dan Pisang

Minggu, 12 Januari 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Protes Jalan Rusak Parah, Warga Desa Wakan Jerowaru Aksi Tanam Padi dan Pisang. (Foto: Lombokini.com/Andy).

Protes Jalan Rusak Parah, Warga Desa Wakan Jerowaru Aksi Tanam Padi dan Pisang. (Foto: Lombokini.com/Andy).

LOMBOKINI.com – Warga Desa Wakan, Kecamatan Jerowaru, kabupaten Lombok Timur, melakukan aksi protes dengan tanam padi dan pisang di badan jalan yang rusak parah.

Aksi itu bentuk kekecewaan mereka terhadap kebijakan pemerintah, baik pemerintah pusat, provinsi maupun pemerintah daerah Lombok Timur, yang selama ini mengabaikan infrastruktur jalan di wilayah mereka.

Aksi ini berlangsung di dusun Batu Tambun, Desa Wakan, yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPD II KNPI Lombok Timur, Muhrim Rajasa, bersama Ketua Karang Taruna Kecamatan Jerowaru, Jumawardi, pada Ahad, 12 Januari 2025.

Mereka menyampaikan protes kepada pemerintah daerah, provinsi, dan pusat, termasuk pemrintahan Prabowo-Gibran. Mereka berharap segera memperbaiki akses jalan yang sudah puluhan tahun rusak parah.

Muhrim Rajasa mengatakan jalan yang rusak ini sangat menyulitkan warga untuk mengangkut hasil panen para petani dan akses jalan ke rumah sakit atau puskesmas, serta mengantar anak-anak ke sekolah.

Baca Juga :  Warga Ekas Buana Gelar Aksi, Soroti Dugaan Hubungan Sekdes dengan Perempuan hingga Hamil di Luar Nikah

“Kondisi ini telah berlangsung selama beberapa dekade tanpa perhatian serius, meskipun sudah berganti presiden, menteri, gubernur, dan bupati”, katanya.

Karena itu, pihaknya berharap pemerintah, baik eksekutif dan legislatif memberikan perhatian dengan kondisi jalan kabupaten ini, khususnya di Dusun Batu Tambun, Tuping-Lingkok Baru-Gunung Makam, serta jalan pertanian seperti di Dinde Ringgit-Pemasah.

“Selama ini masyarakat, khusunya para petani terpaksa mengangkut hasil panennya dengan memikul karena tidak adanya akses jalan yang memadai,” kata Muhrim.

Dia juga menyoroti program pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran yang menggencarkan seleksi petani milenial dengan pemberian gaji. Dia menilai bahwa program tersebut kurang relevan bagi masyarakat pedesaan jika infrastruktur dasar seperti jalan, irigasi, dan embung tidak menjadi prioritas utama.

Baca Juga :  Atdikbud KBRI Singapura dan Canberra Tak Temukan Dokumen Pendidikan Gibran

“Kami tidak butuh gaji petani milenial. Kami lebih membutuhkan jalan pertanian yang diaspal, irigasi yang baik, dan embung untuk mendukung pertanian kami. Percuma ada program kesejahteraan jika infrastruktur dasar tidak diperhatikan”, katanya.

Warga mendesak pemerintah daerah dan provinsi untuk segera turun langsung melihat kondisi infrastruktur di wilayah mereka, terutama dinas terkait, seperti Dinas PUPR Bidang Bina Marga dan Dinas Pertanian Bidang PSP, untuk bekerja secara kolektif menangani permasalahan ini.

“Jika aspirasi kami tidak direspon, kami akan terus memperjuangkan hal ini hingga mendapat perhatian. Bahkan, kami siap menuju Istana Presiden untuk menyampaikan kondisi ini langsung kepada Bapak Presiden dan Wakil Presiden”, pungkasnya.

Aksi ini wujud kekecewaan mereka terhadap lambannya penanganan infrastruktur dasar yang menjadi kebutuhan masyarakat untuk mendukung perekonomian dan kesejahteraan.***

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AMAN Desak Perda Masyarakat Adat Lombok Timur Segera Diimplementasikan
Yayasan Mutiara Cendekia dan LSM Garuda Indonesia Salurkan Santunan kepada 30 Warga Sekotong
Majelis Taklim Darunnajah Al-Irsyadi Mamben Salurkan 1 Ton Beras dan 100 Terpal untuk Korban Gempa Flores
Konsultasi Publik Bahas Amdal Bypass Lembar-Kayangan, PPK Targetkan Rampung 4 Bulan
Gempa M5,2 Mengguncang Lombok Barat, Terasa hingga Denpasar, BMKG Ungkap Sumbernya
Bung Syam Siap Majukan ABUJAPI NTB secara Profesional
Logis NTB Minta Musyafirin Mundur dari Komisaris Independen Bank NTB Syariah
Bang Boy Minta ABUJAPI NTB Jaga Sinergi dengan Polda NTB Jelang Musda III

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:19 WITA

AMAN Desak Perda Masyarakat Adat Lombok Timur Segera Diimplementasikan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:23 WITA

Yayasan Mutiara Cendekia dan LSM Garuda Indonesia Salurkan Santunan kepada 30 Warga Sekotong

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:48 WITA

Majelis Taklim Darunnajah Al-Irsyadi Mamben Salurkan 1 Ton Beras dan 100 Terpal untuk Korban Gempa Flores

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:07 WITA

Gempa M5,2 Mengguncang Lombok Barat, Terasa hingga Denpasar, BMKG Ungkap Sumbernya

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:00 WITA

Bung Syam Siap Majukan ABUJAPI NTB secara Profesional

Berita Terbaru

Dr. Maharani. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Triliunan untuk Bendungan, Mata Air Terabaikan

Jumat, 9 Okt 2026 - 12:57 WITA