Edwin: Baru 50 Persen Warga Lotim yang Patuh Bayar Pajak Kendaraan

Selasa, 2 September 2025 - 13:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wabup Lotim Edwin Hadiwijaya Sebut Baru 50 Persen Warga Lotim yang Patuh Bayar Pajak Kendaraan. (Foto: Lombokini.com).

Wabup Lotim Edwin Hadiwijaya Sebut Baru 50 Persen Warga Lotim yang Patuh Bayar Pajak Kendaraan. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, mengungkapkan kepatuhan masyarakat dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) masih sangat rendah. Dari data yang ada, baru sekitar 45-50 persen pemilik kendaraan roda dua dan empat yang memenuhi kewajibannya.

Padahal, potensi penerimaan PKB di Lombok Timur merupakan yang terbesar se-Nusa Tenggara Barat. “Yang rajin membayar pajak kendaraan baru sekitar 45 sampai 50 persen,” ujar Wabup Edwin saat menghadiri sosialisasi pajak di Gedung Wanita, Selasa 2 September 2025.

Baca Juga :  Sembalun dan Ekas Jadi Sorotan, Ini Dampak Perda Pariwisata Baru

Untuk memaksimalkan pendapatan daerah, katanya, pemkab akan menggarap semua potensi yang ada.

Edwin menegaskan bahwa tidak hanya kendaraan pribadi, seluruh kendaraan dinas (randis) pemerintah juga harus membayar pajak tepat waktu.

“Untuk randis ini, kita terus melakukan pendataan yang tidak bayar pajak, baik yang ada di kabupaten, kecamatan, maupun desa,” katanya.

Baca Juga :  Tokoh Pendidikan Pertanyakan Arah Kebijakan Strategis Pendidikan Lombok Timur

Pemkab juga akan terus menggencarkan sosialisasi. Penerimaan dari PKB memberikan kontribusi signifikan bagi kas daerah.

Dia menambahkan, bahwa pada Agustus 2025 lalu, realisasi PKB di wilayah Kota Selong saja sudah mencapai Rp 4 miliar. Pemkab menargetkan penerimaan keseluruhan hingga akhir tahun mencapai Rp 77 miliar.

Dari pungutan PKB tersebut, Pemkab Lotim menerima bagian (opsen) sebesar 66 persen, sementara 34 persen sisanya masuk ke kas provinsi. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

IPM Lotim Naik Signifikan, Tokoh Pendidikan Sebut Kontribusi Dinas Dikbud
Bupati Lombok Timur Minta Maaf soal Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg
Massa Gempur Demo ke Kantor Bupati Lombok Timur, Protes Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg
Tokoh Pendidikan Pertanyakan Arah Kebijakan Strategis Pendidikan Lombok Timur
Istri Bupati Lombok Timur Bagikan Mi Instan dan Terigu ke Ibu Hamil, Langgar Juknis MBG
Asosiasi UMKM NTB Protes Keras BGN Hentikan Menu Kering MBG
Ratusan Warga Segel Kantor Desa Kerongkong, Desak Kades Mundur karena Pinjam Dana Kas Masjid Rp 170 Juta
Pedagang Bantah Klaim Wakil Bupati: Penutupan SPPG Tak Berdampak pada Ekonomi Warga

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 17:30 WITA

Pemprov NTB Tegaskan Pengiriman Ternak ke Jabodetabek Lebih Tertata

Senin, 13 April 2026 - 17:27 WITA

Bupati Lombok Timur Minta Maaf soal Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg

Jumat, 10 April 2026 - 12:55 WITA

Urgensi Muktamar Ke-35 NU di Lombok

Kamis, 9 April 2026 - 21:06 WITA

Nursalim Sebut Ada Perintah ‘Gubernur Iqbal’ di Balik Munculnya Kasus Gratifikasi Dana Siluman DPRD NTB

Kamis, 9 April 2026 - 20:35 WITA

Asosiasi UMKM NTB Protes Keras BGN Hentikan Menu Kering MBG

Kamis, 9 April 2026 - 18:07 WITA

Iqbal Lantik Abul Chair sebagai Sekda NTB dan 13 Pejabat Eselon II

Kamis, 9 April 2026 - 16:35 WITA

143 Kades Habis Masa Jabatan, Pemkab Lombok Timur Konsultasikan Pilkades ke Pusat

Rabu, 8 April 2026 - 18:44 WITA

Dukung Perpres Lahan Sawah, Didu: Jangan Sampai Tersandung Data Bermasalah

Berita Terbaru

Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Perdagangan, dan Kepala Bakesbangpoldagri Lombok Timur mendampingi Bupati Haerul Warisin dalam agenda hearing dengan Gerakan Elemen Masyarakat Peduli Rakyat (Gempur) di Ruang Rapat Bupati, Senin 13 April 2026.
(Foto: Lombokini.com).

Lombok Timur

Bupati Lombok Timur Minta Maaf soal Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg

Senin, 13 Apr 2026 - 17:27 WITA