DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar

Rabu, 9 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Lombok Timur dari PAN, Ir. Baidullah. (Foto: Lombokini.com)

Anggota DPRD Lombok Timur dari PAN, Ir. Baidullah. (Foto: Lombokini.com)

LOMBOKINI.com – Anggota DPRD Lombok Timur dari Fraksi PAN, Ir. Baidullah, M.A.B, mengkritik Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Pemkab Lotim). Ia menilai pemda memandang pasar tradisional hanya sebagai mesin pendapatan asli daerah (PAD). Baidullah menegaskan, pemda tidak boleh mengabaikan kondisi fasilitas pasar karena para pedagang telah membayar retribusi.

Baidullah menyoroti sejumlah kekurangan di beberapa pasar. Kekurangan itu meliputi instalasi listrik yang tidak memadai, bangunan gedung yang rusak, hingga sanitasi dan sistem irigasi yang terbengkalai.

“Pemerintah jangan hanya bicara soal PAD saja. Kondisi pasar juga perlu diperhatikan,” tegas Baidullah di Kantor DPRD Lombok Timur, pada Rabu, (9/9/2026).

Politisi PAN itu menyatakan, pasar merupakan fasilitas publik yang masyarakat gunakan setiap hari. Karena itu, ia menilai pemda wajib memastikan fasilitas yang mereka sediakan untuk pedagang layak dan nyaman. Pemda juga tidak boleh hanya sibuk menarik retribusi.

Baca Juga :  Hasto Sebut Wacana Pemakzulan Gibran Menguat Usai Isu Penyadapan

Baidullah mengingatkan, musim penghujan segera tiba. Ia menilai pemda harus memprioritaskan aspek kesehatan dan kelayakan fasilitas pasar saat ini.

“Kalau kita lihat dari segi kesehatan, terlebih memasuki musim penghujan, mestinya pemerintah memberi perhatian untuk perbaikan. Sehingga pedagang yang membayar retribusi itu merasa nyaman. Mereka kan sumber pendapatan kita juga,” ujarnya.

Baidullah menjelaskan, persoalan pasar tidak hanya menyangkut bangunan fisik. Pemda juga harus memastikan instalasi listrik aman dan sistem irigasi berfungsi baik. Hal itu untuk menjaga kebersihan kawasan pasar sebagai pusat aktivitas masyarakat.

DPRD Lombok Timur, lanjut Baidullah, telah mendorong pembenahan pasar melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD. Namun, ia mengingatkan pemda agar tidak menyerahkan urusan pembenahan pasar hanya melalui Pokir anggota dewan.

“Perhatikan dong pasar itu dengan maksimal. Sebagai bentuk perhatian, Pokir saya arahkan ke pasar juga. Ini saya coba menaruh Pokir di pasar agar bisa diikuti oleh pemerintah daerah agar pasar itu dapat mereka bangun secara maksimal,” imbuhnya.

Baca Juga :  AMAN Desak Perda Masyarakat Adat Lombok Timur Segera Diimplementasikan

Selain mengandalkan anggaran daerah, Baidullah menyinggung janji anggaran pembangunan pasar dari Kementerian Perdagangan. Sayangnya, hingga kini ia belum mendapatkan kejelasan mengenai realisasi anggaran tersebut.

“Meski ada janji anggaran untuk pasar di Lotim dari Kementerian Perdagangan, namun hingga saat ini belum ada kejelasan,” ujarnya.

Baidullah berharap Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, segera turun tangan dan memberikan perhatian serius. Ia menyarankan pembenahan bertahap dengan memprioritaskan pasar-pasar yang kondisinya paling kritis.

“PAD memang penting. Tetapi pasar bukan sekadar tempat memungut retribusi. Di dalamnya ada pedagang dan masyarakat yang menggantungkan aktivitas ekonominya setiap hari. Sudah sewajarnya mereka mendapat tempat yang aman, bersih, dan nyaman,” pungkasnya. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hasto Sebut Wacana Pemakzulan Gibran Menguat Usai Isu Penyadapan
Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas
DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional
PDIP NTB Bulat Pecat Musyafirin, Polemik Komisaris Bank NTB Berujung Sanksi
Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan
Gema Akhmad Muzakir Bersilaturahmi dengan SBY dan Petinggi Demokrat
AMAN Desak Perda Masyarakat Adat Lombok Timur Segera Diimplementasikan
Dekan FH Unram Tegaskan Komisaris BUMD Tak Boleh Berstatus Fungsionaris Partai

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 22:32 WITA

Hasto Sebut Wacana Pemakzulan Gibran Menguat Usai Isu Penyadapan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:31 WITA

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:03 WITA

DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:17 WITA

PDIP NTB Bulat Pecat Musyafirin, Polemik Komisaris Bank NTB Berujung Sanksi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:53 WITA

Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan

Berita Terbaru

Ketua Umum DPP PKN Anas Urbaningrum. (Foto: Lombokini.com/Tamrin)

Nasional

Anas Dorong DPR Bentuk Pansus Audit Praktik Penyadapan

Sabtu, 7 Nov 2026 - 19:33 WITA