LOMBOKINI.com – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) kabupaten Lombok Timur (Lotim) menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026 sebesar Rp 600 miliar dan memastikan target itu tercapai. Hingga Agustus, realisasi PAD mencapai 63 persen.
Kepala Bapenda Lombok Timur, H Hasni, menyatakan optimistis capaian akhir tahun dapat menembus 95 hingga 100 persen.
“Kami memanfaatkan sisa empat bulan ini untuk mempercepat penagihan dari seluruh potensi yang ada,” ujarnya, Selasa (8/9) di Selong.
Bapenda mengandalkan sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sebagai tulang punggung PAD. Kedua sektor itu menyumbang target hingga Rp 209 miliar.
Selain PKB dan BBNKB, Bapenda juga menggenjot sektor Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta pajak restoran dan hotel.
“Kami tengah menggarap target besar itu secara gencar,” katanya.
Khusus PBB, dari target Rp 28 miliar, Bapenda merealisasikan Rp 18 miliar.
Dengan percepatan penagihan dan optimalisasi potensi pajak daerah, Bapenda menargetkan realisasi PAD Lombok Timur mencapai 95 hingga 100 persen di akhir 2026.
“Kami harapkan sinergi semua pihak dapat mendukung capaian ini,” pungkas Hasni. ***
Penulis : Najamudin Anaji







