LOMBOKINI.com – Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, bersama sejumlah kepala OPD melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pantai Ekas, Kecamatan Jerowaru, pada Selasa (17/6).
Bupati mengecek langsung kondisi kawasan tersebut guna memastikan ketertiban dan keamanan wisatawan.
Kunjungan ini merupakan respons cepat atas laporan masyarakat mengenai potensi konflik antara pelaku wisata lokal dan pihak luar.
Pantai Ekas, yang terkenal dengan keindahan lautnya sebagai destinasi snorkeling dan selancar, ternyata pernah mengalami konflik berdarah.
Data tahun 2023 mencatat, bentrok antar-boatman dari berbagai daerah sebelumnya telah menewaskan dan melukai sejumlah orang.
Dalam sidak tersebut, tim menemukan sejumlah boatman asal Lombok Tengah yang beroperasi tanpa koordinasi dengan otoritas setempat.
Bupati Iron menegaskan, pihaknya tidak bermaksud memusuhi warga Lombok Tengah, tetapi ingin mencegah terulangnya insiden serupa.
“Kami wajib menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan di wilayah kami,” tegasnya.
Kabag Hukum Setda Lombok Timur, Biawansyah Putra, menegaskan bahwa UU No. 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah memberi kewenangan kepada kepala daerah untuk menyelesaikan masalah konkret di wilayahnya.
“Langkah ini sekaligus mencegah gesekan antar-pelaku wisata,” jelasnya kepada Lokbokini.com, Kamis 19 Juni 2025.
Ke depan, Pemkab Lombok Timur berencana memperkuat kerja sama dengan Pemda Lombok Tengah dan pelaku usaha pariwisata. Bupati Iron menekankan, pengelolaan wisata harus dilakukan secara tertib dan adil.
“Kami akan memfasilitasi kesepakatan bersama agar tidak ada lagi persaingan tidak sehat,” ujarnya.
Pemkab berharap, semua pihak dapat bersinergi mewujudkan pariwisata yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.
“Hanya dengan kepatuhan pada aturan, destinasi ini bisa terus berkembang,” pungkasnya. ***
Penulis : Ahmad Yasin Jaelani







