BKPSDM Lombok Timur Ajukan 11.029 Formasi PPPK Paruh Waktu ke BKN

Senin, 8 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BKPSDM Lombok Timur Usulkan 11.029 PPPK Paruh Waktu, Bupati Setuju dan Tandatangani SPTJM.  (Foto: Lombokini.com/Dok. Pribadi).

BKPSDM Lombok Timur Usulkan 11.029 PPPK Paruh Waktu, Bupati Setuju dan Tandatangani SPTJM. (Foto: Lombokini.com/Dok. Pribadi).

LOMBOKINI.com – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Lombok Timur mengusulkan kebutuhan 11.029 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Bupati Lombok Timur langsung menyetujui dan menandatangani Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) untuk usulan tersebut.

Kepala BKPSDM Lombok Timur, Yulian Ugi Lusianto, menjelaskan bahwa pihaknya mengusulkan 11.029 orang dari total 11.135 data yang tercatat di Badan Kepegawaian Negara (BKN). Mereka mengecualikan 106 orang karena meninggal dunia, berhenti, atau pindah pekerjaan.

“Setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah memberikan SPTJM untuk data ini,” jelas Yulian Ugi pada Senin, 8 September 2025.

Baca Juga :  AMAN Desak Perda Masyarakat Adat Lombok Timur Segera Diimplementasikan

Saat ini, BKPSDM masih menunggu hasil pengolahan dan Tanda Tangan Elektronik (TTE) dari BKN. Setelah tahap itu selesai, proses akan berlanjut ke pengumuman alokasi kebutuhan. Selanjutnya, para calon PPPK akan mengisi Daftar Riwayat Hidup (DRH) melalui akun masing-masing.

“Seluruh 11.029 tenaga yang ditetapkan akan mengisi DRH sesuai instruksi pusat. Persyaratan teknis pengisiannya masih menunggu regulasi dari pemerintah pusat,” tambahnya.

Yulian Ugi juga menegaskan bahwa pihaknya akan menempatkan guru dengan status R3 dan R4 yang sebelumnya beralih ke formasi teknis pada tahap dua, sesuai dengan ijazah pendidikan yang dimiliki.

Baca Juga :  AMAN Desak Perda Masyarakat Adat Lombok Timur Segera Diimplementasikan

“Jadi para guru tidak perlu khawatir, karena penempatannya tetap akan kami sesuaikan dengan kualifikasi akademik,” tegasnya.

Pemkab Lombok Timur menargetkan skema PPPK paruh waktu ini mulai berlaku pada 1 Januari 2026. Mereka berharap kebijakan ini dapat meningkatkan efisiensi birokrasi dan meratakan distribusi tenaga kerja di setiap OPD.

Secara rinci, usulan tersebut terdiri dari:

Tenaga Non-ASN Kategori R2 dan R3: 8.758 orang (Guru: 2.621, Kesehatan: 2.060, Teknis: 4.077)

Tenaga Non-ASN Kategori R4: 2.271 orang (Guru: 1.162, Kesehatan: 299, Teknis: 810). ***

Penulis : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AMAN Desak Perda Masyarakat Adat Lombok Timur Segera Diimplementasikan
Wabup Lombok Timur Paparkan Dua Raperda dalam Paripurna DPRD
Komitmen Presiden Prabowo Pendidikan Gratis dari TK hingga Perguruan Tinggi
Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos
DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar
Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan
Bapenda Lotim Kejar PAD Rp 600 M, Target 100 Persen Akhir Tahun
Pemerintah Saling Tuding Soal Carut-Marut Data Desil, Masyarakat Harus ke Mana?

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:19 WITA

AMAN Desak Perda Masyarakat Adat Lombok Timur Segera Diimplementasikan

Jumat, 25 September 2026 - 22:52 WITA

Wabup Lombok Timur Paparkan Dua Raperda dalam Paripurna DPRD

Rabu, 23 September 2026 - 23:39 WITA

Komitmen Presiden Prabowo Pendidikan Gratis dari TK hingga Perguruan Tinggi

Jumat, 11 September 2026 - 22:05 WITA

Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos

Rabu, 9 September 2026 - 18:38 WITA

DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar

Berita Terbaru

Ketua Umum DPP PKN Anas Urbaningrum. (Foto: Lombokini.com/Tamrin)

Nasional

Anas Dorong DPR Bentuk Pansus Audit Praktik Penyadapan

Sabtu, 7 Nov 2026 - 19:33 WITA