Pemkab Lombok Timur Gelar Rakor Evaluasi Program Pencegahan Korupsi

Jumat, 28 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkab Lombok Timur Gelar Rakor Evaluasi Program Pencegahan Korupsi, di Rupatama Kantor Bupati, Kamis 27 Agustus 2026. (Foto: Istimewa)

Pemkab Lombok Timur Gelar Rakor Evaluasi Program Pencegahan Korupsi, di Rupatama Kantor Bupati, Kamis 27 Agustus 2026. (Foto: Istimewa)

LOMBOKINI.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur menggelar rapat koordinasi dan evaluasi program Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP) di Rupatama 1 Kantor Bupati Lombok Timur, Kamis (27/8/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat pencegahan korupsi dan perbaikan tata kelola pemerintahan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur H. Muhammad Juaini Taofik membuka langsung acara tersebut. Dalam arahannya, Sekda menyampaikan capaian Monitoring Center for Prevention (MCP) Lombok Timur masih berada di angka 76,49 persen atau zona kuning.

Ia berharap kegiatan ini dapat memperbaiki proses dan output dari delapan area intervensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kedelapan poin tersebut meliputi perencanaan pembangunan daerah, penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, pelayanan publik, manajemen ASN, pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD), optimalisasi penerimaan daerah (pajak dan pendapatan daerah), serta penguatan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).

Baca Juga :  Bupati Lotim dan Lobar Bersepakat, Solusi Nyata atau Sandiwara Birokrasi?

Di sisi lain, nilai Survei Penilaian Integritas (SPI) Lombok Timur justru mengalami peningkatan dan mulai melonjak.

Sekda menindaklanjuti arahan Direktur/Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK. Ia menekankan pentingnya perbaikan dan upaya menjauhi tindak pidana korupsi secara berkelanjutan guna meningkatkan angka MCSP.

“Kita fokus pada area-area yang menjadi intervensi KPK. Upaya bersama ini semoga bisa menjadi perbaikan dari waktu ke waktu,” harapnya.

Baca Juga :  Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos

Sekda juga menyoroti posisi pengadaan barang milik daerah. Ia mengungkapkan proporsi aset pemda yang sudah tercatat tetapi belum tersertifikasi masih sangat besar. Karena itu, ia mendorong percepatan sertifikasi BMD minimal 50 persen.

Ia mengingatkan perlunya peningkatan komunikasi intensif dengan pihak terkait untuk memantau progres sertifikasi aset. Sekda juga mendorong peran aktif Inspektorat Lombok Timur dalam skema Reserve Stores.

Kesepakatan yang dihasilkan dalam rapat koordinasi ini akan menjadi rujukan KPK untuk monitoring selanjutnya.

Turut hadir dalam rapat tersebut, Inspektur Kabupaten Lombok Timur, Ketua dan perwakilan Fraksi DPRD Kabupaten Lombok Timur, serta pimpinan OPD terkait. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi
Wabup Lombok Timur Paparkan Dua Raperda dalam Paripurna DPRD
Komitmen Presiden Prabowo Pendidikan Gratis dari TK hingga Perguruan Tinggi
UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos
DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar
Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan
Bapenda Lotim Kejar PAD Rp 600 M, Target 100 Persen Akhir Tahun

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 20:30 WITA

DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi

Jumat, 25 September 2026 - 22:52 WITA

Wabup Lombok Timur Paparkan Dua Raperda dalam Paripurna DPRD

Rabu, 23 September 2026 - 23:39 WITA

Komitmen Presiden Prabowo Pendidikan Gratis dari TK hingga Perguruan Tinggi

Minggu, 13 September 2026 - 14:43 WITA

UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Jumat, 11 September 2026 - 22:05 WITA

Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos

Berita Terbaru

Dr. Maharani. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Triliunan untuk Bendungan, Mata Air Terabaikan

Jumat, 9 Okt 2026 - 12:57 WITA

Dokter Umum RSUD Soedjono Selong, Dr Ario menjelaskan tentang Influenza A yang marak diperbincangkan saat ini.

Kesehatan

Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario

Selasa, 6 Okt 2026 - 19:51 WITA