Berkubang dalam Keterisolasian, Warga Seriwe Menantang Arus Deras untuk Sekolah dan Antar Jenazah

Selasa, 4 November 2025 - 23:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berkubang dalam Keterisolasian, Warga Seriwe Menantang Arus Deras untuk Sekolah dan Antar Jenazah. (Foto: Lombokini.com/Tangkapan Layar).

Berkubang dalam Keterisolasian, Warga Seriwe Menantang Arus Deras untuk Sekolah dan Antar Jenazah. (Foto: Lombokini.com/Tangkapan Layar).

LOMBOKINI.com – Keterisolasian masih membelenggu warga Desa Seriwe, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dua wilayah desa mereka terpisahkan oleh sebuah muara yang langsung menghadap ke Samudra Hindia.

Setiap hari, warga Dusun Penyonggok terpaksa menyeberangi muara itu menggunakan sampan, bahkan berenang melawan arus deras demi mengakses Dusun Seriwe Induk.

Kondisi memilukan ini viral di media sosial pada Selasa, 4 November 2025, setelah warga merekam aksi para tetangganya yang menggotong keranda jenazah di atas sampan untuk dibawa ke pemakaman. Pemandangan itu menggambarkan betapa kerasnya perjuangan hidup masyarakat Seriwe.

Bukan hanya orang dewasa, anak-anak sekolah pun harus menantang arus yang sama setiap hari. Saat air pasang, mereka kerap berenang sambil mengangkat tas di atas kepala agar bukunya tidak basah.

Baca Juga :  Wabup Pimpin Upacara HUT ke- 81 RI, Bupati Lotim Serukan Partisipasi Masyarakat

Kepala Desa Seriwe, Huda Yana, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan, arus di muara itu sangat berbahaya, terutama saat pasang.

“Kalau air naik, anak-anak tidak bisa menyeberang. Mereka harus menunggu surut baru bisa lewat,” ujarnya.

Pemerintah desa, ungkap Huda, pernah membangun jembatan bambu pada 2022 menggunakan Dana APBDes Perubahan senilai Rp 212 juta. Sayangnya, angin puting beliung merobohkan jembatan itu dua tahun kemudian dan merusak sejumlah rumah warga.

“Sampan bantuan yang biasa digunakan anak-anak sekolah juga sudah rusak, jadi warga kembali kesulitan,” kata Huda.

Baca Juga :  Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 38 Jiwa, 2.000 Warga Mengungsi

Ia mengaku telah melaporkan masalah ini kepada Bupati Lombok Timur. Pihaknya mendapat respons bahwa rencana pembangunan jembatan permanen akan diupayakan melalui anggaran pemerintah daerah.

“Kami berharap pemerintah segera membangun jembatan permanen, karena ini satu-satunya akses anak sekolah, ibu hamil, warga ke pasar, bahkan untuk mengantarkan jenazah,” harapnya.

Warga meyakini, kehadiran jembatan penghubung antara Dusun Penyonggok dan Dusun Seriwe Induk bukan sekadar urusan infrastruktur.

Mereka memandangnya sebagai urat nadi kehidupan dan harapan bagi ribuan jiwa di pesisir selatan Lombok Timur, sebuah jalan menuju kemajuan, keamanan, dan kesejahteraan bersama. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Kapolri dan Titiek Soeharto Panen Bawang Putih dan Lakukan Peletakan Batu Pertama Gudang Benih Sembalun
Wabup Lantik 61 Pj Kepala Desa, Bupati Lombok Timur Tegaskan Netralitas Jelang Pilkades 2027
Truk Overload Galian C Merusak Jalan Utama Desa Kalijaga Timur
Lapas Selong Beri Remisi kepada 362 Warga Binaan di HUT ke-81 RI
Wabup Pimpin Upacara HUT ke- 81 RI, Bupati Lotim Serukan Partisipasi Masyarakat
Warga Kalijaga Timur Blokir Jalan, Protes Janji Perbaikan yang Diingkari Pemerintah
Update Gempa NTT: 47 Orang Meninggal dan 346 Rumah Rusak, BNPB Kirim 50 Ribu Paket Bantuan
Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 38 Jiwa, 2.000 Warga Mengungsi

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:36 WITA

Kapolri dan Titiek Soeharto Panen Bawang Putih dan Lakukan Peletakan Batu Pertama Gudang Benih Sembalun

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:56 WITA

Wabup Lantik 61 Pj Kepala Desa, Bupati Lombok Timur Tegaskan Netralitas Jelang Pilkades 2027

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:17 WITA

Lapas Selong Beri Remisi kepada 362 Warga Binaan di HUT ke-81 RI

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:41 WITA

Wabup Pimpin Upacara HUT ke- 81 RI, Bupati Lotim Serukan Partisipasi Masyarakat

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:33 WITA

Warga Kalijaga Timur Blokir Jalan, Protes Janji Perbaikan yang Diingkari Pemerintah

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:15 WITA

Update Gempa NTT: 47 Orang Meninggal dan 346 Rumah Rusak, BNPB Kirim 50 Ribu Paket Bantuan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:36 WITA

Tim SAR Evakuasi 106 Penumpang KMP Putri Yasmin

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:18 WITA

Resmi Diakuisisi Dua Putra Daerah, Ekas Breaks Berganti Nama Jadi Windy Ekas Breaks Resort & Villa

Berita Terbaru

PT Bintang Perdana Gemilang. [Foto: Istimewa]

Advertorial

PT. BINTANG PERDANA GEMILANG

Rabu, 19 Agu 2026 - 20:02 WITA