A2PMI NTB Desak Pemerintah Usut Tuntas Kasus Penembakan PMI Lombok Timur

Kamis, 8 Agustus 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Alm. Gafur mengabadikan momen bersama anak dan istrinya sebelum mengadu nasip ke Negeri Jiran, Malaysia. (foto: lombokini.com/istimewa)

Alm. Gafur mengabadikan momen bersama anak dan istrinya sebelum mengadu nasip ke Negeri Jiran, Malaysia. (foto: lombokini.com/istimewa)

LOMBOKINI.com — Menyikapi kasus penembakan yang menewaskan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lombok Timur, Aliansi Aktivis Pekerja Migran Indonesia (A2PMI) NTB mendesak pemerintah untuk mengusut tuntas kasus tersebut.Korban penembakan tersebut adalah Gafur (40), warga Dusun Kecego Daya, Desa Waringin, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur.

Koordinator A2PMI NTB, Aris Munandar, menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas kejadian ini. Ia mengutuk keras tindakan kriminal yang merenggut nyawa seorang Pahlawan Devisa Negara.

Aris mendesak Pemerintah Indonesia untuk menggunakan jalur diplomasi guna meminta Pemerintah Malaysia melakukan investigasi mendalam atas kasus ini.

“Usut tuntas kasus ini agar tidak menjadi preseden buruk bagi perlindungan PMI di masa depan,” tegas dia, menjawab media ini pada Rabu, 7 Agustus 2024.

Baca Juga :  Relawan Nusantara Salurkan ATK, PMT, dan Baby Kits untuk Penyintas Kebakaran Kampung Adat Sade

Menurut Aris, kasus penembakan terhadap PMI oleh oknum tak bertanggung jawab sudah pernah terjadi sebelumnya. Namun, kasus-kasus tersebut tidak pernah selesai secara hukum, dan pelaku sering dibiarkan bebas tanpa tindakan lebih lanjut.

Ia juga menyoroti banyaknya perusahaan yang mempekerjakan pekerja ilegal tanpa dokumen resmi. PMI ilegal ini tidak memiliki jaminan kesehatan dari pemberi kerja dan sering kali mendapatkan gaji yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan.

“Pekerja ini juga tidak bisa pulang karena dianggap pendatang haram,” ujarnya.

Berikut desakan A2PMI NTB kepada Pemerintah Indonesia terkait kasus Gafur:

  • Memastikan pemulangan jenazah almarhum dengan surat-surat hasil otopsi tanpa membebani biaya keluarga.
  • Melanjutkan penyidikan hingga pelaku penembakan ditemukan.
  • Menuntut dan menghukum pelaku sesuai hukum yang berlaku.
  • Memperkuat perlindungan dan aturan hukum terhadap perusahaan yang mempekerjakan pekerja ilegal.
  • Meningkatkan pengawasan di perbatasan, pelabuhan, dan bandara untuk mencegah masuknya pekerja ilegal.
  • Meningkatkan pengawasan mulai dari proses perekrutan, pemberangkatan, hingga penempatan oleh Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).
  • Meminta perhatian pemerintah terhadap keluarga korban, terutama istri dan anak-anaknya yang sangat bergantung pada almarhum sebagai tulang punggung keluarga.
Baca Juga :  Tim SAR Gabungan Cari Speedboat Bawa 5 Jurnalis dan 3 Awak yang Hilang di Selat Sunda

A2PMI juga mendesak perlindungan hukum terhadap PMI ilegal karena kewajiban negara terhadap warganya. “Meskipun berstatus ilegal, perlindungan hukum tidak bisa diabaikan,” ujar Aris. ***

Penulis : Ong

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Ekas Buana Gelar Aksi, Soroti Dugaan Hubungan Sekdes dengan Perempuan hingga Hamil di Luar Nikah
Relawan Nusantara Salurkan ATK, PMT, dan Baby Kits untuk Penyintas Kebakaran Kampung Adat Sade
Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos
333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG
Pemkab Lombok Timur Daftarkan 4.000 Marbot dan Guru Ngaji sebagai Peserta BPJS Ketenagakerjaan
BAZNAS Lotim Tinjau Langsung Calon Penerima MAHYANI di Gili Beleq
Tim SAR Gabungan Cari Speedboat Bawa 5 Jurnalis dan 3 Awak yang Hilang di Selat Sunda
Pemerintah Saling Tuding Soal Carut-Marut Data Desil, Masyarakat Harus ke Mana?

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 20:56 WITA

Warga Ekas Buana Gelar Aksi, Soroti Dugaan Hubungan Sekdes dengan Perempuan hingga Hamil di Luar Nikah

Jumat, 18 September 2026 - 19:22 WITA

Relawan Nusantara Salurkan ATK, PMT, dan Baby Kits untuk Penyintas Kebakaran Kampung Adat Sade

Jumat, 11 September 2026 - 22:05 WITA

Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos

Jumat, 11 September 2026 - 21:38 WITA

333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG

Kamis, 10 September 2026 - 14:48 WITA

Pemkab Lombok Timur Daftarkan 4.000 Marbot dan Guru Ngaji sebagai Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Berita Terbaru