Bupati Lombok Timur Dorong Kopdes Merah Putih Mandiri dan Manfaatkan Potensi Lokal

Senin, 21 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lombok Timur Dorong Kopdes Merah Putih untuk Mandiri dan Garap Potensi Lokal. (Foto: Lombokini.com).

Bupati Lombok Timur Dorong Kopdes Merah Putih untuk Mandiri dan Garap Potensi Lokal. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Bupati Lombok Timur,  Haerul Warisin, mendorong seluruh elemen koperasi memahami prinsip dasar koperasi, yakni gotong royong dan kebersamaan dari anggota untuk anggota.

Demikina disampaikan Bupati Haerul Warisin, dia acara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Koperasi sekaligus peluncuran (launching) serentak Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subinato.

Acara yang digelar di Pendopo Bupati, pada Senin 21 Juli 2025 itu, Haerul Warisin menekankan pentingnya sinergi untuk program Kopdes Merah Putih guna mewujudkan “Lombok Timur Smart”. Visi daerah ini mengedepankan kolaborasi ekonomi berbasis kerakyatan dan potensi lokal.

“Asas koperasi gotong royong, kebersamaan, dari anggota untuk anggota. Jangan keluar dari prinsip,” tegasnya.

Bupati menyoroti peluang besar dari peluncuran Kopdes MP. Program ini tidak hanya memberikan ruang gerak usaha bagi koperasi, tetapi juga mendapat dukungan permodalan dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

“Hal ini merupakan kesempatan luar biasa,” ujarnya, seraya menegaskan bahwa para pengurus Kopdes Merah Putih di desa maupun kelurahan harus memanfaatkanny secara maksimal.

Baca Juga :  Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas

Bupati mengingatkan agar koperasi tidak lagi bergantung sepenuhnya pada peran pemerintah daerah, seperti era KUD (Koperasi Unit Desa) sebagai penyalur pupuk bersubsidi. Menurutnya, koperasi saat ini dituntut untuk mandiri dan inovatif.

“Kopdes MP tidak bisa berharap BUMN atau BUMD menyalurkannya karena masing-masing memiliki aturan. Tapi koperasi harus hadir untuk rakyat yang sudah dan sedang berusaha,” jelasnya.

Ia mengharapkan pengurus koperasi bersikap kreatif dan jeli melihat peluang usaha. Koperasi tidak hanya boleh bergerak di simpan pinjam, melainkan juga mengembangkan unit usaha lain yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Bupati menyebut sektor pangan dan pertanian, seperti penyediaan telur ayam yang hingga kini belum mencukupi kebutuhan dalam daerah, sebagai peluang besar.

“Kita punya program Makan Bergizi Gratis, sehingga kebutuhan masyarakat harus tersuplai dari dalam. Jangan sampai program ini berjalan, tapi bahan pangannya tidak tersedia,” paparnya.

Baca Juga :  Bupati Lotim dan Lobar Bersepakat, Solusi Nyata atau Sandiwara Birokrasi?

Lombok Timur memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan. Bupati mencontohkan keberadaan satu-satunya pabrik porang di Lombok Timur (dan NTB) yang saat ini sudah mampu memproduksi tepung untuk ekspor.

“Saat ini, harga porang menyentuh Rp10.000 per kilogram, tetapi stok kosong. Pengurus koperasi harus bisa melihat peluang-peluang seperti ini. Jangan sampai ide usaha koperasi tidak relevan dengan potensi lokal,” tambahnya.

Bupati juga menyoroti pentingnya integritas dan kapasitas pengurus koperasi. Ia menyesalkan masih adanya praktik merugikan masyarakat seperti pinjaman berbunga tinggi dari rentenir.

“Pinjam Rp1 juta, kembali Rp2 juta lebih. Ini praktik yang harus kita hindari. Koperasi tidak boleh kalah dari rentenir, harus menjadi solusi, bukan masalah,” tegas Bupati.

Di akhir, Bupati mengungkapkan kebanggaannya atas peluncuran Kopdes Merah Putih. Keberadaan koperasi desa bisa menyentuh potensi lokal secara nyata.

“Sembalun punya kopi. Tapi belum ada koperasi desa yang memiliki usaha berbasis kopi. Ini tantangan bagi kita semua,” tutupnya. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas
DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional
Perempuan Pesisir Lombok Timur: Mengawal Ekonomi Kelautan dan Pelestarian Mangrove Lewat Awik-Awik
Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan
DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi
UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos
DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:31 WITA

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:03 WITA

DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:14 WITA

Perempuan Pesisir Lombok Timur: Mengawal Ekonomi Kelautan dan Pelestarian Mangrove Lewat Awik-Awik

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:53 WITA

Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan

Rabu, 30 September 2026 - 20:30 WITA

DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi

Berita Terbaru

Aklamasi mengantarkan Syamsuddin memimpin BPD ABUJAPI NTB periode 2026-2031 pada Kamis (29/10/2026) di Mataram. Ia mengusung "Satpam Naik Kelas".(Foto: Lombokini.com).

NTB

Syamsuddin Pimpin ABUJAPI NTB, Usung Satpam Naik Kelas

Kamis, 29 Okt 2026 - 19:59 WITA

Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang jatuh pada Rabu, 28 Oktober 2026. (Foto: Lombokini.com/Sekretariat DPRD Lombok Timur)

Advertorial

DPRD Lombok Timur: Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026

Selasa, 27 Okt 2026 - 23:59 WITA