Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas

Minggu, 25 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Staf Yayasan JARI, Isni Aini

Staf Yayasan JARI, Isni Aini

LOMBOKINI.com — Mengakhiri rangkaian diskusi usai menggelar Forum Group Discussion (FGD) yang diadakan pada tanggal 22 Oktober kemarin, tim peliputan khusus Katadata Green melanjutkan kunjungan lapangan ke Yayasan Juang Laut Lestari (JARI) yang berfokus pada pengelolaan dan konservasi kawasan pesisir Selat Alas, Jumat (23/10/2026).

Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung implementasi tata kelola perikanan berkelanjutan yang mengedepankan keterlibatan masyarakat lokal dan perempuan pesisir.

Staf Yayasan JARI, Isni Aini, menjelaskan bahwa lembaga yang didirikan oleh Taufik Hizbul Haq dan Hani Nusantara ini mendampingi masyarakat pesisir di tujuh desa strategis yang mengelilingi perairan Selat Alas.

Wilayah pendampingan mencakup lima desa di Kabupaten Lombok Timur—yakni Pringgabaya, Labuan Lombok, Seruni Mumbul, Padak Guar, dan Labuan Pandan—serta dua desa di Kabupaten Sumbawa Barat, yaitu Poto Tano dan Kertasari.

Baca Juga :  LRC Perkuat Kapasitas 20 Sekdes di Lombok Timur untuk Mitigasi dan Adaptasi Iklim

“Keberlanjutan laut tidak bisa diperjuangkan secara parsial. JARI bekerja bersama masyarakat pesisir di Selat Alas melalui pendekatan kolaboratif untuk memastikan ekosistem laut tetap lestari sekaligus memperkuat ekonomi warga,” terang Isni saat menerima kunjungan tim Katadata Green.

Dalam menjalankan aktivitasnya, JARI menerapkan tujuh pilar kerja utama. Pilar edukasi menyasar sekolah-sekolah dasar di kawasan pesisir untuk menanamkan kesadaran ekologis sejak dini.

Pada pilar konservasi dan riset, JARI bersama masyarakat melestarikan terumbu karang melalui transplantasi serta rehabilitasi kawasan pantai. Selain itu, JARI kini memfokuskan risetnya pada rekognisi atau pengakuan peran strategis perempuan pesisir dalam rantai tata kelola perikanan.

Baca Juga :  DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional

Di sektor ekowisata bahari, JARI mengemban model pengembanan berkelanjutan di gugusan pulau kecil (gili), seperti Gili Bidara di Lombok Timur dan Gili Namo di kawasan Gili Balu, Sumbawa Barat.

Tak kalah penting, pendampingan pengelolaan perikanan gurita berbasis sistem buka-tutup kawasan telah berjalan selama lima tahun di empat desa pendampingan.

Isni menegaskan bahwa kerja-kerja konservasi laut membutuhkan sinergi dan jejaring yang luas. Kendati beroperasi dengan tim kecil beranggotakan enam orang staf, JARI optimistis dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi perlindungan ekosistem Selat Alas dan kesejahteraan masyarakat pesisir secara inklusif.***

Penulis : Paozan Azima

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ekspansi Tambak Udang Ancam Selat Alas, Yayasan JARI dan WMC Dorong Aksi Kolektif Perempuan Pesisir
Tata Kelola Pesisir: FGD Katadata Green Rumuskan Solusi Inklusif dan Berkelanjutan di Lombok Timur
DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional
LRC Perkuat Kapasitas 20 Sekdes di Lombok Timur untuk Mitigasi dan Adaptasi Iklim
Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan
DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi
UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:59 WITA

Ekspansi Tambak Udang Ancam Selat Alas, Yayasan JARI dan WMC Dorong Aksi Kolektif Perempuan Pesisir

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:31 WITA

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:08 WITA

Tata Kelola Pesisir: FGD Katadata Green Rumuskan Solusi Inklusif dan Berkelanjutan di Lombok Timur

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:25 WITA

LRC Perkuat Kapasitas 20 Sekdes di Lombok Timur untuk Mitigasi dan Adaptasi Iklim

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:53 WITA

Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan

Berita Terbaru

Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal menyapa seorang anak dalam acara cegah stunting di Kantor Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya LombokTimur. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Benarkan Stunting di Lotim Turun Empat Persen? 

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:12 WITA