LOMBOKINI.com – Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin atau yang akrab disapa Haji Iron, menertibkan aktivitas wisata di Teluk Ekas dengan melarang pemandu wisata asing dan mengusir kapal pengangkut wisatawan yang tidak menginap di kawasan tersebut.
Kebijakan ini menuai beragam tanggapan dari masyarakat, tetapi justru membuat para turis mancanegara merasa lebih nyaman.
Beberapa wisatawan mengakui adanya perubahan signifikan setelah pemerintah membersihkan aktivitas tidak tertib di Teluk Ekas.
“Saya sekarang merasa jauh lebih aman,” ungkap Max, peselancar asal Jerman, ketika ditemui awak media, Ahad 22 Juni 2025 di Ekas.
Kebijakan ini memberikan dua manfaat sekaligus: meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus mendorong ekonomi lokal.
Perubahan drastis ini terjadi setelah video Bupati Iron menegur keras seorang boatman luar daerah viral di media sosial.
Max mengungkapkan, sebelumnya kondisi laut di Ekas sangat semrawut karena terlalu banyak pemula yang berebut ombak.

“Pada minggu lalu, laut sangat padat dengan orang-orang yang saling dorong. Saya sampai khawatir dengan keselamatan sendiri,” tuturnya.
Meski sempat memicu kontroversi, para peselancar asing justru mendukung langkah tegas ini.
“Akan tetapi, saya berharap ada regulasi yang lebih jelas dan adil agar semua pihak bisa menikmati Ekas dengan nyaman,” tambah Max.
Xabi, wisatawan asal Spanyol, juga merasakan perbedaan yang signifikan. “Sekarang, ombak lebih enak dinikmati karena tidak terlalu ramai. Saya bahkan memperpanjang masa tinggal di sini dan mengajak teman-teman untuk datang,” ujarnya.
Di sisi lain, kebijakan ini menguntungkan pemandu wisata lokal. Sejumlah boatman dari Lombok Tengah yang awalnya melintas via jalur laut, kini beralih ke rute darat untuk menghindari konflik.
Meski sempat memicu pro dan kontra, Teluk Ekas kini jauh lebih kondusif bagi para peselancar. Tantangan berikutnya adalah membuat regulasi yang tegas namun adil agar pariwisata Ekas tetap berkembang tanpa gesekan.
“Dengan suasana yang lebih tertib, wisatawan pun semakin betah. Ini benar-benar pengalaman luar biasa. Alamnya menakjubkan, dan yang terpenting, kami bisa berselancar dengan tenang,” pungkas Xabi. ***
Penulis : Najamudin Anaji







