Dampak El Nino, Petani di Lotim Alami Penundaan Tanam Padi

Minggu, 14 Januari 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Terlihat, seorang petani sedang membajak sawah menggunakan traktor. (Photo:Lk)

Terlihat, seorang petani sedang membajak sawah menggunakan traktor. (Photo:Lk)

LOMBOKINI.com – Lombok Timur (Lotim) saat ini menghadapi dampak signifikan dari fenomena El Nino, yang telah mengakibatkan penundaan tanam padi bagi sebagian besar petani.

Menurut data terbaru, hanya sekitar 30 persen petani yang berhasil menanam padi hingga bulan Januari 2024.

Kepala Dinas Pertanian Lotim, Sahri, menjelaskan bahwa pergeseran musim hujan menjadi penyebab utama kendala ini. Biasanya, pada bulan September hujan sudah turun, dan pada bulan Desember hingga Januari, 80-90 persen petani sudah menanam padi. Namun,

“Situasi ini mengalami perubahan akibat Elnino,”katanya, menjawab media ini, Jumat, 14 Januari 2024.

Baca Juga :  DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi

Meskipun ada penundaan dan pergeseran masa tanam, Sahri memastikan bahwa ini tidak akan mengakibatkan kegagalan tanam. Diprediksi bahwa pertengahan Januari hingga Februari, banyak petani di Lotim akan menanam padi dengan adanya turunnya hujan.

“Pertanian kita optimis, insyaallah bulan Januari-Februari ini petani kita sudah banyak yang akan menanam. Karena sekarang sudah mulai turun hujan,” ujarnya optimistis.

Pihak berwenang, termasuk PJ Gubernur NTB, Dinas Pertanian NTB, BWS, dan BMKG, telah membahas masalah ini. Mereka menegaskan bahwa pergeseran musim tanam padi di Lotim disebabkan oleh Elnino, bukan kegagalan petani.

Kekeringan yang terjadi akibat Elnino mempengaruhi beberapa daerah dalam penyemaian bibit padi. Namun, dengan hujan beberapa hari terakhir, persemaian dan tanaman padi di Lotim mulai mendapatkan pasokan air.

Baca Juga :  LKKS NTB Perkuat Kapasitas Penerima Manfaat Desa Berdaya di Pijot, Dorong Usaha Naik Kelas dan Keluar dari Kemiskinan Ekstrem

Meskipun sawah tadah hujan dan yang mengandalkan irigasi dari bendungan Pandan Dure terdampak, ketersediaan pangan di Lotim tetap aman hingga Maret.

Langkah-langkah seperti Gerakan Nasional Menanam Padi dan Gerakan Tanam dilakukan sebelumnya, menjamin ketersediaan pangan di daerah ini.

Kepala Cabang Bulog Lotim, M Syaukani, menegaskan bahwa stok beras di Bulog masih mencukupi hingga musim panen mendatang, memastikan kelangsungan penyaluran bantuan pangan di wilayah tersebut . ***

Penulis : Ong

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas
DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional
Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan
DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi
UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos
DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar
Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:31 WITA

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:53 WITA

Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan

Rabu, 30 September 2026 - 20:30 WITA

DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi

Minggu, 13 September 2026 - 14:43 WITA

UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Jumat, 11 September 2026 - 22:05 WITA

Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos

Berita Terbaru

Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal menyapa seorang anak dalam acara cegah stunting di Kantor Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya LombokTimur. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Benarkan Stunting di Lotim Turun Empat Persen? 

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:12 WITA