LOMBOKINI.com – Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar pelatihan pengelolaan keuangan dan penyusunan usaha bagi penerima manfaat Program Desa Berdaya di Aula Kantor Desa Pijot, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur, Kamis (22/10/2026). Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Bank NTB Syariah Kantor Cabang Pembantu (KCP) Keruak serta Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Lombok Timur.
Sekitar 20 orang masyarakat penerima manfaat mengikuti kegiatan tersebut. LKKS NTB memfasilitasi pelatihan untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam mengelola keuangan serta menyusun rencana usaha yang lebih terarah. LKKS berharap bantuan dan potensi usaha yang masyarakat miliki berkembang menjadi sumber penghidupan yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan.
Ketua LKKS NTB Haji Andi Purnahendri menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas penerima manfaat agar mampu keluar dari jerat kemiskinan ekstrem melalui pengembangan usaha yang berkelanjutan. Menurutnya, masyarakat penerima manfaat perlu mendapatkan pendampingan dan penguatan keterampilan agar tidak hanya mampu memulai usaha, tetapi juga mengelolanya dengan baik. Kemampuan mengatur pemasukan dan pengeluaran, memisahkan keuangan rumah tangga dari keuangan usaha, serta merencanakan pengembangan bisnis menjadi aspek penting dalam membangun usaha yang sehat.
Ia berharap setelah memperoleh penguatan kapasitas dalam pengelolaan keuangan dan manajemen usaha, usaha yang dijalankan masyarakat dapat berkembang dan naik kelas. Dengan begitu, program pemberdayaan tidak berhenti pada pemberian dukungan awal, tetapi mampu menciptakan perubahan nyata terhadap kondisi ekonomi keluarga penerima manfaat.
“Harapannya, masyarakat penerima manfaat dapat semakin mandiri, memiliki usaha yang berkelanjutan, dan secara bertahap meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” ujar Andi.
Perbankan Syariah sebagai Mitra Pemberdayaan UMKM
Dalam sesi pelatihan, perwakilan Bank NTB Syariah KCP Keruak, Lalu Wibawa Parmadi dan Lalu Rahadian, menegaskan bahwa keberadaan bank milik daerah tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan bisnis. Bank daerah juga memiliki peran dalam mendukung pembangunan ekonomi masyarakat, termasuk melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sebagai lembaga keuangan daerah, Bank NTB Syariah memiliki kepentingan untuk ikut mendorong tumbuhnya kegiatan ekonomi produktif di tengah masyarakat. Penguatan literasi keuangan menjadi salah satu langkah penting agar pelaku usaha dapat memahami cara mengelola modal, mencatat transaksi, merencanakan kebutuhan usaha, serta mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak.
Bagi pelaku usaha mikro, pencatatan keuangan yang sederhana tetapi tertib membantu mengetahui apakah usaha yang dijalankan benar-benar menghasilkan keuntungan. Kebiasaan tersebut juga menjadi fondasi untuk memperbaiki perencanaan usaha dan mempersiapkan akses terhadap layanan keuangan formal sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing pelaku usaha.
Keterlibatan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Lombok Timur turut memperkuat pendekatan pemberdayaan dalam kegiatan ini. Dukungan pemerintah daerah membuka ruang bagi peserta untuk memperoleh pengetahuan, pendampingan, serta akses terhadap program pengembangan usaha yang relevan.
Membangun Kemandirian Ekonomi dari Desa
Pelaksanaan pelatihan di Desa Pijot menjadi pengingat bahwa penanggulangan kemiskinan ekstrem membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada bantuan, tetapi juga pada peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengelola sumber daya ekonomi yang dimiliki.
Tantangan berikutnya adalah memastikan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dalam aktivitas usaha sehari-hari. Peserta memerlukan pendampingan lanjutan, pemantauan perkembangan usaha, serta keterhubungan dengan lembaga keuangan dan perangkat daerah untuk menjaga keberlanjutan hasil kegiatan.
Melalui kolaborasi LKKS NTB, Bank NTB Syariah, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Lombok Timur, serta pemerintah desa, penerima manfaat Program Desa Berdaya memperoleh bekal yang lebih kuat untuk mengembangkan usaha secara mandiri.
Pada akhirnya, keberhasilan pemberdayaan tidak hanya tampak dari terlaksananya pelatihan, tetapi juga dari tumbuhnya usaha produktif, meningkatnya pendapatan keluarga, dan semakin kuatnya kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri.
Dari Desa Pijot, upaya membangun kemandirian ekonomi dimulai dengan memperkuat pengetahuan dan keterampilan masyarakat agar peluang usaha yang dimiliki menjadi jalan menuju kesejahteraan yang lebih baik. ***









![PT Bintang Perdana Gemilang. [Foto: Istimewa]](https://lombokini.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260819-WA0100-360x200.jpg)




Komentar