Home / NTB

LKKS NTB Perkuat Kapasitas Penerima Manfaat Desa Berdaya di Pijot, Dorong Usaha Naik Kelas dan Keluar dari Kemiskinan Ekstrem

Kamis, 22 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sebanyak 20 penerima manfaat Program Desa Berdaya mengikuti pelatihan pengelolaan keuangan dan penyusunan usaha di Desa Pijot, Lombok Timur, Kamis (22/10/2026). LKKS NTB memfasilitasi pelatihan ini bersama Bank NTB Syariah KCP Keruak dan Dinas Koperasi dan UMKM Lombok Timur. (Foto: Lombokini.com)

Sebanyak 20 penerima manfaat Program Desa Berdaya mengikuti pelatihan pengelolaan keuangan dan penyusunan usaha di Desa Pijot, Lombok Timur, Kamis (22/10/2026). LKKS NTB memfasilitasi pelatihan ini bersama Bank NTB Syariah KCP Keruak dan Dinas Koperasi dan UMKM Lombok Timur. (Foto: Lombokini.com)

LOMBOKINI.com – Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar pelatihan pengelolaan keuangan dan penyusunan usaha bagi penerima manfaat Program Desa Berdaya di Aula Kantor Desa Pijot, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur, Kamis (22/10/2026). Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Bank NTB Syariah Kantor Cabang Pembantu (KCP) Keruak serta Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Lombok Timur.

Sekitar 20 orang masyarakat penerima manfaat mengikuti kegiatan tersebut. LKKS NTB memfasilitasi pelatihan untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam mengelola keuangan serta menyusun rencana usaha yang lebih terarah. LKKS berharap bantuan dan potensi usaha yang masyarakat miliki berkembang menjadi sumber penghidupan yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan.

 

Ketua LKKS NTB Haji Andi Purnahendri menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas penerima manfaat agar mampu keluar dari jerat kemiskinan ekstrem melalui pengembangan usaha yang berkelanjutan. Menurutnya, masyarakat penerima manfaat perlu mendapatkan pendampingan dan penguatan keterampilan agar tidak hanya mampu memulai usaha, tetapi juga mengelolanya dengan baik. Kemampuan mengatur pemasukan dan pengeluaran, memisahkan keuangan rumah tangga dari keuangan usaha, serta merencanakan pengembangan bisnis menjadi aspek penting dalam membangun usaha yang sehat.

 

Ia berharap setelah memperoleh penguatan kapasitas dalam pengelolaan keuangan dan manajemen usaha, usaha yang dijalankan masyarakat dapat berkembang dan naik kelas. Dengan begitu, program pemberdayaan tidak berhenti pada pemberian dukungan awal, tetapi mampu menciptakan perubahan nyata terhadap kondisi ekonomi keluarga penerima manfaat.

Baca Juga :  Bupati Lotim dan Lobar Bersepakat, Solusi Nyata atau Sandiwara Birokrasi?

“Harapannya, masyarakat penerima manfaat dapat semakin mandiri, memiliki usaha yang berkelanjutan, dan secara bertahap meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” ujar Andi.

Perbankan Syariah sebagai Mitra Pemberdayaan UMKM

Dalam sesi pelatihan, perwakilan Bank NTB Syariah KCP Keruak, Lalu Wibawa Parmadi dan Lalu Rahadian, menegaskan bahwa keberadaan bank milik daerah tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan bisnis. Bank daerah juga memiliki peran dalam mendukung pembangunan ekonomi masyarakat, termasuk melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sebagai lembaga keuangan daerah, Bank NTB Syariah memiliki kepentingan untuk ikut mendorong tumbuhnya kegiatan ekonomi produktif di tengah masyarakat. Penguatan literasi keuangan menjadi salah satu langkah penting agar pelaku usaha dapat memahami cara mengelola modal, mencatat transaksi, merencanakan kebutuhan usaha, serta mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak.

Bagi pelaku usaha mikro, pencatatan keuangan yang sederhana tetapi tertib membantu mengetahui apakah usaha yang dijalankan benar-benar menghasilkan keuntungan. Kebiasaan tersebut juga menjadi fondasi untuk memperbaiki perencanaan usaha dan mempersiapkan akses terhadap layanan keuangan formal sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing pelaku usaha.

Baca Juga :  Dekan FH Unram Tegaskan Komisaris BUMD Tak Boleh Berstatus Fungsionaris Partai

Keterlibatan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Lombok Timur turut memperkuat pendekatan pemberdayaan dalam kegiatan ini. Dukungan pemerintah daerah membuka ruang bagi peserta untuk memperoleh pengetahuan, pendampingan, serta akses terhadap program pengembangan usaha yang relevan.

Membangun Kemandirian Ekonomi dari Desa

Pelaksanaan pelatihan di Desa Pijot menjadi pengingat bahwa penanggulangan kemiskinan ekstrem membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada bantuan, tetapi juga pada peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengelola sumber daya ekonomi yang dimiliki.

Tantangan berikutnya adalah memastikan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dalam aktivitas usaha sehari-hari. Peserta memerlukan pendampingan lanjutan, pemantauan perkembangan usaha, serta keterhubungan dengan lembaga keuangan dan perangkat daerah untuk menjaga keberlanjutan hasil kegiatan.

Melalui kolaborasi LKKS NTB, Bank NTB Syariah, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Lombok Timur, serta pemerintah desa, penerima manfaat Program Desa Berdaya memperoleh bekal yang lebih kuat untuk mengembangkan usaha secara mandiri.

Pada akhirnya, keberhasilan pemberdayaan tidak hanya tampak dari terlaksananya pelatihan, tetapi juga dari tumbuhnya usaha produktif, meningkatnya pendapatan keluarga, dan semakin kuatnya kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri.

Dari Desa Pijot, upaya membangun kemandirian ekonomi dimulai dengan memperkuat pengetahuan dan keterampilan masyarakat agar peluang usaha yang dimiliki menjadi jalan menuju kesejahteraan yang lebih baik. ***

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dekan FH Unram Tegaskan Komisaris BUMD Tak Boleh Berstatus Fungsionaris Partai
UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG
Kunjungan Putri Mahkota Swedia, Gubernur NTB Manfaatkan untuk Promosikan Kehidupan Masyarakat ke Dunia
Kebakaran Sade: Raffi dan The Dudas-1 Beri Bantuan, Pemerintah Siapkan Rekonstruksi
Video Air Berbusa dari Tambak Udang Viral, Nelayan Protes Susah Cari Ikan
Kapolri Beri Pin Emas ke Gubernur NTB dan Bupati Lotim atas Dukungan Swasembada Bawang Putih
Kapolri dan Titiek Soeharto Panen Bawang Putih dan Lakukan Peletakan Batu Pertama Gudang Benih Sembalun

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:48 WITA

LKKS NTB Perkuat Kapasitas Penerima Manfaat Desa Berdaya di Pijot, Dorong Usaha Naik Kelas dan Keluar dari Kemiskinan Ekstrem

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:42 WITA

Dekan FH Unram Tegaskan Komisaris BUMD Tak Boleh Berstatus Fungsionaris Partai

Minggu, 13 September 2026 - 14:43 WITA

UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Jumat, 11 September 2026 - 21:38 WITA

333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG

Jumat, 28 Agustus 2026 - 01:15 WITA

Kunjungan Putri Mahkota Swedia, Gubernur NTB Manfaatkan untuk Promosikan Kehidupan Masyarakat ke Dunia

Berita Terbaru

Dr. Maharani, peneliti Lombok Research Center (LRC), memaparkan materi tentang penguatan kapasitas pemerintah desa dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di Seco Cafe, PTC Pancor, Lombok Timur, Selasa (20/10/2026). (Foto: Lombokini.com)

Opini

Ketika Suhu Naik, Orang Miskin Membayar Harga Termahal

Rabu, 21 Okt 2026 - 08:44 WITA