LOMBOKINI.com – Nindi Febrian menyatakan rasa sedih dan tak percaya setelah kakak kandungnya, Bara Primario, diduga membunuh ibu mereka, Yeni Rudi Astuti, di Sekotong Barat.
Nindi mengungkapkan, ia sama sekali tidak menyangka peristiwa ini akan menimpa keluarganya. “Saya tidak memiliki firasat buruk sama sekali. Komunikasi kami selama ini lancar,” ujarnya, Rabu 28 Januari 2026.
Ia mengenang sang ibu sebagai pribadi yang positif dan pemaaf. “Ibu itu baik, selalu ceria, tidak pernah mengeluh berlebihan. Ia selalu mendukung anak-anaknya dalam hal apapun, dan selalu ada untuk kami seburuk apa pun kesalahan kami,” tuturnya.
Nindi yang bekerja di luar kota terakhir berkomunikasi dengan ibunya pada Sabtu (24/1). “Chat terakhir Mama mendoakan saya dan abang agar jadi orang sukses dan lebih baik,” kenangnya.
Kecemasan mulai menghampiri Nindi pada Ahad 25 Januari 2026 ketika sang ibu tidak memberi kabar dan tidak membalas pesan.
Ia pun menghubungi Bara untuk menanyakan keberadaan ibunya sekaligus memintanya membuat laporan kehilangan.
Namun, polisi menduga Bara justru menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri. Pelaku juga diduga membakar jasad korban di Sekotong Barat.
Keluarga dan para pelayat menerima duka di rumah tetangga sebelum melaksanakan prosesi pemakaman korban. ***
Penulis : Muhammad Asman
Editor : Najamudin Anaji







