MI6 Ajukan Zul-Rohmi sebagai Kandidat Nobel Perdamaian 2026

Selasa, 10 Juni 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MI6 Ajukan Zul-Rohmi sebagai Kandidat Nobel Perdamaian 2026. (Foto: Lombokini.com).

MI6 Ajukan Zul-Rohmi sebagai Kandidat Nobel Perdamaian 2026. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Lembaga MI6 secara resmi mengajukan mantan Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan Sitti Rohmi Djalilah sebagai calon penerima Nobel Perdamaian. Mereka menggandeng DPR RI, akademisi, dan LSM internasional untuk menyiapkan dokumen nominasi sebelum batas akhir 31 Januari 2026.

“Zul-Rohmi telah menjadi inspirasi tidak hanya bagi NTB tapi juga dunia internasional,” tegas Direktur MI6 Bambang Mei Finarwanto, Senin 9 Juni 2025.

Aktivis Didu menjelaskan pasangan ini berhasil memimpin NTB yang multietnis dengan pendekatan inklusif. Mereka secara aktif membangun partisipasi publik melalui musyawarah warga, pelibatan ormas, dan forum masyarakat adat.

Baca Juga :  MotoGP Indonesia 2026: Pebalap dan Kru Mulai Tiba di Lombok

“Zul-Rohmi menciptakan demokrasi sehat di tengah tantangan politik identitas,” ujar mantan Eksekutif WALHI NTB ini.

Kepemimpinan mereka terbukti saat menangani gempa 2018. Pasangan ini langsung memimpin pemulihan dan memperhatikan kelompok marginal melalui program pendidikan, UMKM, dan kesehatan.

Baca Juga :  Tim Kemanusiaan Majlis Ta’lim Darunnajah Al-Irsyadi Mamben Kirim Bantuan Pakaian untuk Korban Gempa NTT

MI6 merinci empat alasan nominasi:

1. Merawat kerukunan antarumat beragama
2. Menyelesaikan konflik melalui dialog
3. Membangun pemerintahan inklusif
4. Membawa NTB ke kancah internasional

“Warisan kepemimpinan mereka telah menciptakan perdamaian berkelanjutan,” tegas Didu.

Sebelumnya, tokoh seperti Abdon Nababan (pejuang adat) dan Tri Mumpuni (penggerak listrik desa) juga pernah masuk nominasi Nobel.

“Zul-Rohmi telah mengukir makna perdamaian Nobel di tanah kelahirannya,” pungkas Didu. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Kemanusiaan Majlis Ta’lim Darunnajah Al-Irsyadi Mamben Kirim Bantuan Pakaian untuk Korban Gempa NTT
Yayasan Mutiara Cendekia dan LSM Garuda Indonesia Salurkan Santunan kepada 30 Warga Sekotong
Majelis Taklim Darunnajah Al-Irsyadi Mamben Salurkan 1 Ton Beras dan 100 Terpal untuk Korban Gempa Flores
Dekan FH Unram Tegaskan Komisaris BUMD Tak Boleh Berstatus Fungsionaris Partai
Rachmat Pastikan PDI Perjuangan Berhentikan Musyafirin dari Keanggotaan
Relawan Nusantara Salurkan ATK, PMT, dan Baby Kits untuk Penyintas Kebakaran Kampung Adat Sade
UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:31 WITA

Tim Kemanusiaan Majlis Ta’lim Darunnajah Al-Irsyadi Mamben Kirim Bantuan Pakaian untuk Korban Gempa NTT

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:23 WITA

Yayasan Mutiara Cendekia dan LSM Garuda Indonesia Salurkan Santunan kepada 30 Warga Sekotong

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:48 WITA

Majelis Taklim Darunnajah Al-Irsyadi Mamben Salurkan 1 Ton Beras dan 100 Terpal untuk Korban Gempa Flores

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:42 WITA

Dekan FH Unram Tegaskan Komisaris BUMD Tak Boleh Berstatus Fungsionaris Partai

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:50 WITA

Rachmat Pastikan PDI Perjuangan Berhentikan Musyafirin dari Keanggotaan

Berita Terbaru