Warga Sekaroh Desak Bupati Lotim Tertibkan Pantai Pink Seperti Teluk Ekas

Minggu, 22 Juni 2025 - 15:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Sekaroh Desak Bupati Lotim Tertibkan Pantai Pink Seperti Teluk Ekas. (Foto: Lombokini.com/Penjelajah).

Warga Sekaroh Desak Bupati Lotim Tertibkan Pantai Pink Seperti Teluk Ekas. (Foto: Lombokini.com/Penjelajah).

LOMBOKINI.com Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin berhasil menertibkan kawasan wisata Teluk Ekas. Berbagai pihak langsung memberikan apresiasi atas langkah tegas ini.

Mereka menilai penertiban tersebut mampu meningkatkan kenyamanan wisatawan dan masyarakat sekitar. Bahkan, pelaku wisata dan warga Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru kini mendesak Bupati yang akrab disapa Haji Iron untuk melakukan hal serupa di Pantai Pink, Tanjung Ringgit.

“Kami melihat bukti nyata keseriusan pemerintah dari keberhasilan penertiban Teluk Ekas. Sekarang kami minta perhatian yang sama untuk Pantai Pink,” ujar salah satu warga.

Baca Juga :  Pemkab Lombok Timur Tutup Permanen Warung di Pantai Lungkak

Pantai Pink yang terkenal dengan pasir kemerahannya ternyata masih bermasalah. Konflik kepemilikan dan ketidakjelasan status pengelolaan membuat kawasan ini tidak teratur.

Mustamin dari Gerakan Pemuda Sekaroh (GPS) menjelaskan, oknum tertentu telah menguasai bibir pantai secara sepihak.

“Mereka mengklaim ruang publik sebagai milik pribadi. Bahkan sebuah perusahaan menguasai area pasir. Kami merasa seperti orang asing di tanah sendiri,” tegasnya kepada media pada Ahad 22 Juni 2025.

Baca Juga :  Resmi Diakuisisi Dua Putra Daerah, Ekas Breaks Berganti Nama Jadi Windy Ekas Breaks Resort & Villa

Ia juga mendesak Bupati segera turun tangan. Karena Bupati sudah membuktikan bisa menertibkan Teluk Ekas.

“Kami yakin beliau juga bisa menyelesaikan masalah di Pantai Pink. Kami butuh kepastian agar pemuda dan warga bisa mengelola wisata ini,” tegasnya.

Masyarakat berharap penertiban tidak hanya membuka akses publik, tapi juga menggerakkan ekonomi lokal.

“Kami tunggu tindakan cepat dari pemerintah,” pungkasnya. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Kebakaran Menghanguskan Asrama Santri Ponpes NW Anjani, Tidak Ada Korban Jiwa
Material Jerami dan Bambu Picu Api Cepat Lalap Rumah Adat Sade
Api Melalap Desa Wisata Adat Sade
Ratusan Warga Kalijaga Timur dan Mahasiswa Kepung Kantor Bupati Lotim, Tuntut Perbaikan Jalan Rusak Akibat Truk Galian C
Kepadatan Bali Mulai Jenuhkan Wisatawan, Qunci Villas Resort di Senggigi Tawarkan Suasana Sepi
Warga Kalijaga Timur Blokir Jalan, Protes Janji Perbaikan yang Diingkari Pemerintah
Update Gempa NTT: 47 Orang Meninggal dan 346 Rumah Rusak, BNPB Kirim 50 Ribu Paket Bantuan
Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 38 Jiwa, 2.000 Warga Mengungsi

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 05:34 WITA

CERPEN Yuspianal Imtihan: Warisan Ilmu Kecepatan Tangan

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:24 WITA

Sempurnakan Program DAK 2027 dengan Mendata Penulis Lokal: Adakah Peluang Pengadaan Buku Karya Penulis Lokal?

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:25 WITA

CERPEN Yuspianal Imtihan: Ada Kosnpirasi Di Cerita Ini 

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:06 WITA

Viralisasi Berkelindan dengan Motif Ekonomi, Program Literasi Selalu Dilayakkan Proyek Belaka

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:43 WITA

Penderitaan Modern di Era AI: Manusia dan Realitas Palsu, Sastra sebagai Penawarnya

Berita Terbaru

Kebudayaan di Nusa Tenggara Barat . (Foto: Lombokini.com).

Opini

Bermasalah: Roadmap Kebudayaan NTB 2027-2047

Minggu, 23 Agu 2026 - 17:15 WITA

Okky Afriwan, SE, MBA: Dosen Fakultas Ilmu Komputer dan Kecerdasan Artifisial Universitas Teknologi Mataram (Foto: Istimewa)

Opini

Resensi Buku ‘Kebijakan Ekonomi Publik’

Minggu, 23 Agu 2026 - 11:55 WITA