Wabup Lotim dan TPID Hadiri Rakor Pengendalian Inflasi yang Dipimpin Mendagri

Senin, 10 Maret 2025 - 21:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Lombok Timur dan TPID Hadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Secara Virtual. (Foto: Lombokini.com/Kominfo).

Wakil Bupati Lombok Timur dan TPID Hadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Secara Virtual. (Foto: Lombokini.com/Kominfo).

LOMBOKINI.comWakil Bupati (Wabup) Lombok Timur (Lotim), H. Moh Edwin Hadiwijaya, bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Lombok Timur, menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual di Ruang Command Center Lombok Timur pada Senin, 10 Maret 2025.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memimpin rapat yang diikuti oleh seluruh kepala daerah di Indonesia. Ia menyoroti potensi cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi perayaan Idulfitri 1446 H. Mendagri mengingatkan bahwa sejumlah daerah di Indonesia telah mengalami bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk mengantisipasi dan menangani dampaknya.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, melaporkan bahwa sejak awal tahun 2025, tercatat 614 kejadian bencana, dengan mayoritas berupa banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.

Sebagai langkah mitigasi, Suharyanto menyatakan bahwa BNPB akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan lintas sektor untuk mengendalikan arus mudik di wilayah rawan bencana serta menyiapkan bantuan logistik bagi daerah berstatus siaga dan tanggap darurat.

Baca Juga :  Gandeng UMJ, Pemkab Lotim Matangkan Aplikasi EWS 'Gumi Sasak' Berbasis Kearifan Lokal

Selain itu, kata Suharyanto, BNPB akan melakukan operasi modifikasi cuaca di beberapa wilayah di Pulau Jawa untuk mengurangi dampak hujan ekstrem.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, memperingatkan bahwa curah hujan pada Maret 2025 diprediksi berada dalam kategori menengah hingga tinggi di wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

BMKG juga memperkirakan gelombang tinggi hingga dua meter sepanjang bulan, dengan puncaknya pada 29 Maret yang bertepatan dengan Hari Raya Idulfitri. BMKG mengimbau masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan karena potensi banjir rob juga meningkat dengan pasang maksimum lebih dari satu meter.

Baca Juga :  Dukung Revitalisasi Keraton, TSB dan Kemenbud Sinergi Lindungi Cagar Budaya Nasional

Menjelang Idulfitri, kenaikan harga bahan pokok menjadi perhatian utama. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adiniggar Widyasanti, mengungkapkan bahwa inflasi pada awal Ramadan menunjukkan tren penurunan.

Amalia menjelaskan bahwa pada Februari 2025, inflasi tahunan tercatat sebesar -0,09%, sementara inflasi bulanan mencapai -0,48%. Namun, Provinsi NTB mencatat kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) sebesar 6,16% pada minggu pertama Maret 2025, terutama karena lonjakan harga komoditas pangan seperti cabai rawit, cabai merah, dan daging ayam ras memengaruhi kondisi tersebut.

Di Lombok Timur, pada minggu pertama Ramadan, IPH mengalami kenaikan sebesar 3,22%, dengan cabai rawit dan cabai merah menjadi komoditas yang memberikan kontribusi terbesar terhadap kenaikan harga.

Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah strategis untuk mengendalikan harga, memastikan ketersediaan stok, serta mencegah lonjakan harga yang berpotensi memberatkan masyarakat menjelang Idulfitri.***

Berita Terkait

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi dan Tutup Kebocoran Anggaran
Gandeng UMJ, Pemkab Lotim Matangkan Aplikasi EWS ‘Gumi Sasak’ Berbasis Kearifan Lokal
Sampaikan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 ke DPRD, Bupati Lotim Paparkan Realisasi Pendapatan 101 Persen
Daftar Mutasi Polda NTB: 13 Kapolres hingga Pejabat Utama Dirotasi Kapolri
BRI Kembalikan Dana Rp 1,4 Miliar ke Kas Daerah, Pemda Lotim Siap Salurkan Ulang Bantuan UMKM di APBD Perubahan 2026
Pemda Lombok Timur Tata Wajah Baru Kota Selong, Pembangunan Gedung MICE dan Food Court Center Dimulaikan pada Oktober 2026
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur Terima Kunjungan Tim Monitoring Stunting dari Bank Dunia dan Pusat
Dukung Revitalisasi Keraton, TSB dan Kemenbud Sinergi Lindungi Cagar Budaya Nasional

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:24 WITA

Perputaran Uang Capai Ratusan Miliar, Program MBG di Lombok Timur Soroti Akuntabilitas

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:31 WITA

Sasar TNI-Polri Jadi Muzaki, Baznas Lombok Timur Siap Bentuk UPZ di Polres dan Kodim

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:12 WITA

80 Tahun Mengabdi, Polres Lombok Timur Komit Kedepankan Sisi Humanis dan Pelayanan Rakyat

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:25 WITA

CERPEN Yuspianal Imtihan: Ada Kosnpirasi Di Cerita Ini 

Jumat, 26 Juni 2026 - 05:49 WITA

Soroti Sengkarut Lotim, PMII: Guru Honorer Digaji Murah, Tambang Ilegal Malah Dipelihara

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:18 WITA

Melalui ‘Polantas Menyapa’, Polantas Lotim Pilih Edukasi Santai dan Ngopi Bareng Bina Klub Motor

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:13 WITA

Miris! Kepatuhan Berkendara di Lombok Timur di Bawah 50 Persen, Polantas: Biaya Operasi Kepala Rp 200 Juta, Helm Cuma Rp 150 Ribu

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:44 WITA

Dugaan Jual-Beli Titik Program MBG dan Tambang Ilegal, Massa PMII dan HMI Geruduk Kejari Lombok Timur

Berita Terbaru