Tokoh Nasional Serukan Silaturahmi dan Integritas sebagai Fondasi Ketahanan Bangsa di Tengah Ketidakpastian Global

Minggu, 18 Januari 2026 - 20:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tokoh Nasional Serukan Silaturahmi dan Integritas sebagai Fondasi Ketahanan Bangsa di Tengah Ketidakpastian Global. (Foto: Lombokini.com/Istimewa).

Tokoh Nasional Serukan Silaturahmi dan Integritas sebagai Fondasi Ketahanan Bangsa di Tengah Ketidakpastian Global. (Foto: Lombokini.com/Istimewa).

LOMBOKINI.com – Sejumlah tokoh nasional menyerukan penguatan silaturahmi dan integritas diri sebagai fondasi ketahanan bangsa menghadapi ketidakpastian global. Mereka menyampaikan hal itu dalam sebuah diskusi terbatas di Jakarta, Ahad 18 Januari 2026.

Diskusi yang melibatkan Hariman Siregar, Bambang Wiwoho, Sidra Tahta, dan Ariady Achmad itu menyepakati bahwa ketahanan masyarakat harus dibangun dari bawah, berbasis nilai kemanusiaan, di tengah keterbatasan negara dan mekanisme pasar dalam merespons krisis yang kompleks.

Silaturahmi sebagai Modal Sosial Strategis

Para tokoh menempatkan silaturahmi bukan sekadar tradisi, melainkan modal sosial strategis. Mereka menilai, relasi antarindividu yang dilandasi kepercayaan akan menjadi penopang utama keutuhan masyarakat di tengah polarisasi politik dan sosial yang kian tajam.

“Silaturahma mampu membuka ruang dialog, meredam kecurigaan, dan menjaga kohesi sosial,” ujar salah seorang peserta. Masyarakat yang saling terhubung dinilai lebih tangguh menghadapi berbagai guncangan.

Baca Juga :  Kebakaran Sade: Raffi dan The Dudas-1 Beri Bantuan, Pemerintah Siapkan Rekonstruksi

Tolong-Menolong Lawan Logika Transaksional

Diskusi juga menyoroti menguatnya logika transaksional dalam kehidupan modern. Dalam konteks ini, nilai tolong-menolong menjadi semakin relevan dan mendesak untuk dirawat.
Para tokoh memandang solidaritas sosial sebagai kesadaran kolektif, bukan belas kasihan. Mereka menegaskan, ketahanan sosial hanya terwujud jika masyarakat menjaga semangat saling menopang, terutama bagi kelompok rentan.

Kesehatan sebagai Fondasi Utama
Isu kesehatan turut menjadi perhatian utama. Diskusi menegaskan bahwa ketahanan masyarakat tidak mungkin terbangun di atas individu-individu yang rapuh secara fisik maupun mental.
“Tekanan ekonomi, konflik sosial, dan banjir informasi berpotensi melahirkan kelelahan kolektif,” tegas mereka. Karena itu, kesadaran menjaga kesehatan jasmani, mental, emosional, hingga spiritual menjadi sangat krusial.

Integritas dan Keterampilan Manusiawi Tak Tergantikan

Baca Juga :  Mahfud Yakin Prabowo Maju Lagi dan Menang di Pilpres 2029

Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, diskusi justru menekankan pentingnya integritas diri dan keterampilan manusiawi. Integritas menjadi fondasi kepercayaan sosial agar relasi tidak terjebak pada kepentingan sempit.

Sementara itu, keterampilan manusiawi seperti empati, kemampuan mendengar, dan komunikasi jujur dinilai sebagai keunggulan yang tidak dapat teknologi gantikan. Nilai-nilai inilah yang akan menentukan kualitas peradaban.

Ikhtiar Sunyi Menjaga Keutuhan
Diskusi tersebut tidak melahirkan seruan bombastis atau agenda politik praktis. Para tokoh sepakat bahwa membangun ketahanan masyarakat sering kali merupakan ikhtiar sunyi yang berangkat dari kesadaran individu dan relasi sosial yang sehat.

Mereka mengingatkan, kekuatan bangsa di tengah ketidakpastian global tidak semata ditentukan oleh ekonomi atau teknologi, melainkan oleh manusia yang berintegritas, saling terhubung, dan berpegang pada nilai kemanusiaan. ***

Editor : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Mahfud Yakin Prabowo Maju Lagi dan Menang di Pilpres 2029
Kebakaran Sade: Raffi dan The Dudas-1 Beri Bantuan, Pemerintah Siapkan Rekonstruksi
TGB: Elan Vital Bangsa Hidup Jika Mahasiswa Terus Bersuara
BGN Kembali Salurkan MBG dan Serap Masukan dari Pelaksana di Lapangan
Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi dan Tutup Kebocoran Anggaran
Besok, Presiden Prabowo Kunjungan Kerja Perdana ke NTB
Hashim Lantik Pengurus Srikandi Jaga Desa se-Indonesia, Dorong Perempuan Awasi Program Pemerintah
Akademisi Puji Pidato Presiden Prabowo, Sebut Beri Pencerahan Visi Bangsa

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 06:48 WITA

Dukung Edaran Dikbud, Satlantas Polres Lotim Siap Tertibkan Pelajar Pengendara Motor

Sabtu, 5 September 2026 - 19:56 WITA

Melalui FTBI 2026, Dikbud Lombok Timur Bentengi Bahasa Sasak dari Arus Modernisasi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 18:46 WITA

HMPS SI FT Unham Gelar Seminar Pangan Hadirkan Sekda Lotim

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:55 WITA

Mahasiswa KKN ITSKes Muhammadiyah Selong Gelar Sosialisasi dan Pemberian Makanan Tambahan bagi 55 Balita Stunting

Selasa, 4 Agustus 2026 - 21:35 WITA

Wabup Lotim Tinjau SMPN 2 Selong, Soroti Fasilitas Minim dan Komite Vakum 6 Tahun

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:31 WITA

Di Sisi Megah Pendopo, Siswa SMPN 2 Selong Terpaksa Belajar Tanpa Meja dan Buang Air ke Toilet Masjid

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:44 WITA

Empat Mahasiswa Universitas Hamzanwadi Raih Juara I PEKSIMIDA, Siap Wakili NTB ke PEKSIMINAS

Minggu, 12 Juli 2026 - 21:59 WITA

80 Sekolah Penerima Bantuan Revitalisasi 2026

Berita Terbaru