Tak Mampu Bayar Ambulans, Jenazah Bayi Terpaksa Dibawa Pakai Transportasi Online

Minggu, 6 April 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Keluarga Tak Mampu Bayar Ambulans, Jenazah Bayi Terpaksa Dibawa Pakai Transportasi Online

Keluarga Tak Mampu Bayar Ambulans, Jenazah Bayi Terpaksa Dibawa Pakai Transportasi Online

LOMBOKINI.com – Seorang ibu asal Sumbawa Barat, Yuliana (20), bersama ibunya, Hadiatullah (53), terpaksa membawa pulang jenazah bayinya menggunakan mobil transportasi online setelah tidak mampu membayar biaya sewa ambulans RSUP NTB sebesar Rp 2,6 juta.

Petugas Polsek KPL Kayangan menemukan kejadian ini saat korban tiba di Pelabuhan Kayangan, Labuhan Lombok, Lombok Timur, Ahad 6 April 2025. Mereka melihat nenek bayi menggendong jenazah cucunya di dalam mobil yang akan menyeberang ke Pototano.

Karena aturan melarang membawa jenazah tanpa ambulans, keluarga korban sempat tertunda kepulangannya. Berkat bantuan petugas Polsek KPL Kayangan, jenazah akhirnya dibawa pulang menggunakan ambulans PKM Labuhan Lombok.

Baca Juga :  Warga Ekas Buana Gelar Aksi, Soroti Dugaan Hubungan Sekdes dengan Perempuan hingga Hamil di Luar Nikah

Sebelumnya, pada Jumat (4/4), Yuliana dirujuk dari PKM Seteluk ke RSUP NTB karena melahirkan prematur. Bayinya meninggal dunia Minggu dini hari. Keluarga meminta izin membawa jenazah anaknya pulang untuk dimakamkan di kampung halaman.

Namun, RSUP NTB memberatkan mereka dengan biaya transportasi Rp2,6 juta. Karena tidak mampu membayar, keluarga memilih menggunakan transportasi online seharga Rp407 ribu.

Saat tiba di Pelabuhan Kayangan sekitar pukul 16.10 WITA, petugas menemukan jenazah bayi dalam mobil. Mereka terkejut mendengar cerita keluarga dan segera memindahkan jenazah ke PKM Labuhan Lombok sambil berkoordinasi dengan RSUP NTB.

Baca Juga :  333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG

Setelah berkoordinasi, petugas KKP Pelabuhan Kayangan memfasilitasi pemulangan jenazah menggunakan ambulans PKM Labuhan Lombok ke Sumbawa Barat.

Kasi Humas Polres Lotim, AKP Nicolas Oesman, membenarkan kejadian ini. “Memang betul ada kejadian itu,” katanya. Pihaknya menjelaskan bahwa petugas Polsek KKP Pelabuhan Kayangan telah membantu keluarga membawa jenazah dengan ambulans.

“Sebelumnya, pihak KKP sudah berkoordinasi dengan RSUP terkait kasus ini,” ujarnya.

Sampai berita ini turun, RSUP NTB belum memberikan konfirmasi resmi. ***

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Ekas Buana Gelar Aksi, Soroti Dugaan Hubungan Sekdes dengan Perempuan hingga Hamil di Luar Nikah
UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG
Tim SAR Gabungan Cari Speedboat Bawa 5 Jurnalis dan 3 Awak yang Hilang di Selat Sunda
Kebakaran di Pasar Keruak Hanguskan Empat Toko, Kerugian Capai Rp 400 Juta
Kebakaran Lahan Seluas Satu Hektare di Bukit Loco Senggigi Berhasil Dipadamkan
Kunjungan Putri Mahkota Swedia, Gubernur NTB Manfaatkan untuk Promosikan Kehidupan Masyarakat ke Dunia
Viral! Ikan Oarfish Ditemukan Terdampar di Pantai Pink, Ini Kata DKP NTB 

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 20:56 WITA

Warga Ekas Buana Gelar Aksi, Soroti Dugaan Hubungan Sekdes dengan Perempuan hingga Hamil di Luar Nikah

Minggu, 13 September 2026 - 14:43 WITA

UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Jumat, 11 September 2026 - 21:38 WITA

333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG

Selasa, 8 September 2026 - 20:10 WITA

Tim SAR Gabungan Cari Speedboat Bawa 5 Jurnalis dan 3 Awak yang Hilang di Selat Sunda

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:05 WITA

Kebakaran di Pasar Keruak Hanguskan Empat Toko, Kerugian Capai Rp 400 Juta

Berita Terbaru

Masjid Agung Al-Mujahidin. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Masjid Rp 50 Miliar ‘Mendesak untuk Siapa’?

Rabu, 30 Sep 2026 - 18:58 WITA