LOMBOKINI.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyambut pergantian tahun bersama ratusan warga terdampak bencana di Posko Pengungsian Batu Hula, Kabupaten Tapanuli Selatan, Rabu 31 Desember 2025 malam. Presiden Prabowo mengisi malam tahun baru dengan acara nonton film bersama di tenda pengungsian.
Momen sederhana itu memberikan jeda bagi warga dari rasa lelah dan cemas pascabencana. Anak-anak menduduki barisan paling depan, sementara para orang tua berada di belakang.
Siska, seorang warga dari Perkebunan Batang Toru, mengaku sangat terharu dengan kedatangan Presiden. “Saya sangat terharu karena Bapak Prabowo bisa datang ke Tapanuli Selatan untuk membenahi desa yang terkena musibah,” ujarnya.
Ia berharap kedatangan Presiden dapat memulihkan desanya. “Semoga desa ini terbangun kembali dan menjadi makmur serta aman sejahtera,” kata Siska.
Namun, trauma bencana masih membayangi. “Saya takut trauma banjir bandang itu kembali. Saya was-was karena seluruh keluarga ada di sini,” ungkapnya. Meski demikian, Siska merasakan perhatian pemerintah. Kehadiran dan penyaluran bantuan dinilainya telah membantu kondisi warga.
Antusiasme juga terpancar dari wajah para remaja pengungsi. Nayla dari Padangsidimpuan dan Artika Naysla Limbung dari Batu Hula tak menyembunyikan kegembiraan mereka. “Senang. Senang banget. Senang sekali!” seru mereka kompak saat ditanya perasaan menyambut tahun baru bersama Presiden.
Kedua remaja itu menyebut bantuan negara telah mereka rasakan sejak hari-hari pertama bencana. “Sudah ada posko makanan, posko kesehatan, dan berbagai bantuan lain sejak awal kejadian,” jelas mereka. Untuk masa depan, mereka berharap pemulihan infrastruktur pendidikan berjalan cepat. “Bangun sekolahnya biar cepat, soalnya banyak yang hancur,” pintanya.
Jaraimi Simamora, warga Batu Hula, menyatakan rasa bangganya. “Saya sangat senang sekali. Orang nomor satu hadir di desa kami,” katanya. Ia berharap bantuan negara berkelanjutan hingga para pengungsi mendapatkan rumah dan kebutuhan sehari-hari terpenuhi.
Sutio Ulina, warga Batang Toru, menilai kehadiran Presiden menjadi penguat moral. “Saya sangat senang atas kehadiran Bapak Presiden di sini untuk menjenguk dan memberi semangat kepada kami, para korban banjir,” ujarnya. Ia pun menyampaikan terima kasih atas dukungan tersebut.
Malam pergantian tahun di pengungsian itu menegaskan bahwa di balik kesederhanaan, ada harapan dan semangat baru untuk membangun kembali kehidupan. ***
Penulis : Muhammad Asman







