Pimpinan Ponpes di Lombok Timur Diduga Cabuli Santriwati dengan Modus Ritual Palsu

Kamis, 29 Januari 2026 - 19:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pimpinan Ponpes di Lombok Timur Diduga Cabuli Santriwati dengan Modus Ritual. (Foto: Lombokini.com/Ilustrasi.

Pimpinan Ponpes di Lombok Timur Diduga Cabuli Santriwati dengan Modus Ritual. (Foto: Lombokini.com/Ilustrasi.

LOMBOKINI.com – Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram melaporkan seorang pimpinan pondok pesantren di Lombok Timur, NTB, ke polisi atas dugaan kekerasan seksual sistematis. Ketua LPA Kota Mataram, Joko Jumadi, membenarkan laporan tersebut pada Kamis 29 Januari 2026.

“Kami telah menyampaikan laporan dugaan kekerasan seksual ini agar segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian,” kata Joko.

Para korban, yang merupakan santriwati dan masih di bawah umur saat pertama kali mengalami kekerasan, baru-baru ini memberanikan diri melapor dengan pendampingan hukum.

Baca Juga :  Nursalim Sebut Ada Perintah 'Gubernur Iqbal' di Balik Munculnya Kasus Gratifikasi Dana Siluman DPRD NTB

Data menunjukkan aksi ini telah berlangsung lama, dengan salah satu korban mengaku menjadi korban sejak 2016.

Pelaku diduga menggunakan modus ritual “pembersihan rahim” untuk memanipulasi korban. Bahkan, pelaku berdalih bahwa jin yang merasuki tubuhnyalah yang melakukan persetubuhan.

Pelaku juga diduga menyebar narasi di hadapan jemaah bahwa dirinya akan menjadi target fitnah.

Baca Juga :  Pilkada 2029, Generasi Muda Ditunggu, Elite Lama Diminta Legowo

Joko menyatakan kekhawatiran bahwa jumlah korban sesungguhnya mungkin lebih banyak. Ia menegaskan tindakan ini merupakan pelanggaran berat terhadap hak anak dan perlindungan perempuan.

Hingga berita ini diturunkan, media masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari Direktorat Reserse PPA dan PPO Polda NTB.

Masyarakat mengharapkan kepolisian segera mengambil langkah tegas untuk mengusut tuntas kejadian ini. ***

Penulis : Muhammad Asman

Berita Terkait

Warga Aikmel Timur Hajar Pencuri Motor, Polisi Tembak Gas Air Mata
Nursalim Sebut Ada Perintah ‘Gubernur Iqbal’ di Balik Munculnya Kasus Gratifikasi Dana Siluman DPRD NTB
Agen BRILink Sekaligus Pendamping PKH di Lombok Timur Diduga Intimidasi KPM demi Keuntungan Pribadi
Perampok Aniaya Dua Warga Jerowaru saat Gagal Curi Kerbau
S Bantah Gelapkan Rp 1,05 Miliar Dana Pembangunan Dapur MBG di Selong, Lombok Timur
Polisi Tetapkan F alias MS sebagai Tersangka Penganiayaan di Bagik Nyaka Santri
Polres Lombok Timur Selidiki Dugaan Penipuan Pengadaan Dapur MBG Rp Rp 1,05 Miliar
Imigrasi Lombok Timur Deportasi dan Cekal WNA Selandia Baru Pembuat Onar di Gili Trawangan

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 16:40 WITA

Prabowo Lantik Enam Pejabat, dari Aktivis Buruh hingga Penasihat Khusus

Kamis, 19 Maret 2026 - 16:07 WITA

Evaluasi Satu Dekade SDGs, Mahasiswa UMY Ajak Inovator Dunia Bertanding di KPM Competition 2026

Jumat, 6 Maret 2026 - 15:50 WITA

Pendaftaran Sudah Ditutup, BGN Minta Masyarakat Waspadai Penipuan Jual Beli Titik SPPG

Kamis, 5 Maret 2026 - 22:15 WITA

Danantara Benahi Tata Kelola dan Perkuat Fondasi Keuangan BUMN

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:45 WITA

Buya Yahya Ajak Masyarakat Doakan Prabowo di Istana: ‘Jadi Presiden Itu Berat’

Rabu, 4 Maret 2026 - 23:22 WITA

Pemerintah Pastikan Stok Pangan dan Energi Aman Jelang Lebaran

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:33 WITA

Pakar Bantah Perjanjian Dagang dengan AS Bebani Indonesia: Rakyat Butuh Pekerjaan

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:30 WITA

Prabowo Perintahkan Cadangan BBM Ditingkatkan Jadi Tiga Bulan

Berita Terbaru

Bupati Lombok Timur Haerul Warisin menghadiri panen padi kemitraan bersama PT Agrinas dan mengajak petani mendukung kemandirian pangan di Desa Montong Baan, Kecamatan Sikur, Kamis 13 Maret 2025. (Foto: Lombokini.com).

Opini

Swasembada Pangan di Lombok Timur: Apakah Sudah Tercapai?

Rabu, 22 Apr 2026 - 10:52 WITA