Perampok Aniaya Dua Warga Jerowaru saat Gagal Curi Kerbau

Jumat, 6 Maret 2026 - 04:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban perampokan di Jerowaru mendapat perawatan di Puskesmas Sukaraja, Jumat 6 Maret 2026. (Foto: Lombokini.com).

Korban perampokan di Jerowaru mendapat perawatan di Puskesmas Sukaraja, Jumat 6 Maret 2026. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Kawanan perampok menganiaya dua warga Dusun Buwuh, Desa Wakan, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, pada Jumat 6 Maret 2026 dini hari. Mereka berusaha mencuri kerbau, namun gagal setelah korban melawan dan warga berdatangan.

Kapolsek Jerowaru IPTU Abdul Hadi mengidentifikasi kedua korban sebagai Nurje alias Amaq Mer (65) dan Umar alias Amaq Sonerum (70). Keduanya pemilik kerbau dan warga setempat.

Peristiwa bermula sekitar pukul 00.04 Wita. Saat itu, Umar terbangun saat menjaga kandang kerbau, lalu menyalakan senter ke arah kandang. Ia melihat pintu kandang terbuka.

Ketika Umar bertanya kepada Nurje tentang pintu yang terbuka, tiba-tiba para perampok melempari mereka dengan batu. Meski dilempar, Umar tetap mendekat, sehingga salah satu perampok memukulnya dengan potongan bambu.

Pada saat bersamaan, pelaku lain berusaha membawa dua ekor kerbau keluar dari kandang. Melihat kerbaunya dibawa, Nurje yang sudah terluka di kepala tetap mengejar para perampok.

Baca Juga :  TNI Bersenjata Lengkap Kawal Unjuk Rasa Anti Korupsi di Kejari Lombok Timur

“Kedua korban berhasil menyelamatkan kerbau karena mereka mengejar. Komplotan yang diperkirakan berjumlah sembilan orang itu melepas kerbau di area komplek,” jelas Abdul Hadi.

Saat kejadian, seorang warga mendengar keributan dan berlari mengajak warga lain menuju lokasi. Namun, karena kandang cukup jauh dari pemukiman, warga butuh waktu untuk tiba di tempat kejadian.

“Begitu warga mulai berdatangan, komplotan perampok kabur ke arah timur melewati persawahan. Dari arah pelaku, sempat terdengar dua kali ledakan,” tambahnya.

Terkait suara ledakan, Kapolsek belum bisa memastikan apakah itu suara senjata api. “Hanya satu orang yang mengaku mendengar suara ledakan itu,” ungkapnya.

Setelah para pelaku kabur, Nurje berusaha kembali ke rumahnya dengan berlumuran darah. Keluarga segera membawanya ke Puskesmas Sukaraja untuk mendapatkan perawatan medis.

Baca Juga :  Hanya 6 dari 12 Armada Layak Operasi, Kadis Damkarmat Lotim Dorong Pengadaan Lewat Pokir Dewan

“Korban Nurje mengalami luka robek di ubun-ubun hingga harus dijahit 10 kali akibat terkena batu. Ia juga mengalami luka memar di tulang belikat dan diperkirakan patah akibat benturan benda tumpul,” ujar Abdul Hadi.

Sementara itu, Umar mengalami luka memar di kedua lengan dan punggungnya. Ia berusaha menepis pukulan saat dikeroyok dengan potongan bambu.

Polsek Jerowaru masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini. “Kami telah melakukan olah TKP, mengumpulkan barang bukti, serta meminta keterangan saksi dan korban,” pungkasnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum bisa memastikan identitas dan ciri-ciri pelaku. Pasalnya, tidak terjadi komunikasi antara korban dan pelaku selama kejadian. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Dikes Lombok Timur Temukan Bakteri E-Coli Melebihi Batas Normal di Dapur MBG
Gaya Unik Kontingen Lotim di MTQ NTB: Dilepas Bupati, Konvoi Vespa Jadul Siap Curi Perhatian di Praya
Potensi Retribusi Sampah Dapur MBG di Lombok Timur Ditaksir Capai Ratusan Juta Rupiah
Polisi Pastikan Pria yang Ditemukan di Pinggir Jalan Pringgabaya Bukan Korban Begal
Ekonomi Lombok Timur Tumbuh Positif 7 Persen, Pertanian Jadi Penggerak Utama
Bupati Haerul Warisin Lepas Kafilah Lombok Timur ke MTQ XXXI di Lombok Tengah, Janjikan Bonus Tambahan Rp1 Miliar
Progres Kasus Santri Dibakar di Batukliang, Humas Polres Loteng: Penyidik Masih Kumpulkan Bukti
ICJR Kritik KUHAP Baru di Forum ADVOKAI: Kewenangan Advokat Masih Sebatas Teks

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:14 WITA

Bapenda Wajibkan Parkir Lahan Pribadi dan Swasta Setor Pajak 10 Persen dari Omset

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:20 WITA

Temui Mendikdasmen, Bupati Haerul Warisin Pastikan Perbaikan SDN 5 Kotaraja dan SDN 1 Jerowaru yang Rusak Berat

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:44 WITA

Masyarakat Desak Hak Ulayat di Tengah Penyusutan Lahan Bale Adat Desa Beleq Sembalun

Sabtu, 23 Mei 2026 - 23:08 WITA

NTB Perluas Cakupan MBG dan Targetkan 30 Persen Kebutuhan Pangan dari Produksi Lokal

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:50 WITA

Bidik Posisi 3 Besar di MTQ XXXI NTB, Lombok Timur Gembleng 54 Kafilah dalam Training Center

Selasa, 19 Mei 2026 - 21:53 WITA

Pemkab Lotim Ungguli Halmahera Selatan, Raih Penghargaan Creative Financing dari Kemendagri

Selasa, 19 Mei 2026 - 21:01 WITA

Menko Polkam Tegaskan Pentingnya Soliditas Forkopimda Jaga Stabilitas dan Kepercayaan Publik

Senin, 18 Mei 2026 - 23:30 WITA

Haerul Warisin Tekankan Legalitas Lahan demi Pastikan Tanah Ulayat Tercatat dengan Baik

Berita Terbaru

Sepana terbakar. View dari bawah bukit, Sembalun.

Peristiwa

Api Lahap Bukit Sempana Saat Puluhan Pendaki Berkemah

Selasa, 9 Jun 2026 - 23:51 WITA