Desa Borok Toyang Masuk 5 Besar Lomba Desa Terbaik Perlindungan PMI 2025

Jumat, 20 Juni 2025 - 17:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya menyambut tim Verifikator Lomba Desa Terbaik Perlindungan PMI 2025.(Foto: Lombokini.com).

Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya menyambut tim Verifikator Lomba Desa Terbaik Perlindungan PMI 2025.(Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com Desa Borok Toyang di Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), berhasil masuk lima besar Lomba Desa Terbaik Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) 2025.

Tim verifikator dari Kementerian Perlindungan PMI dan Pemerintah Provinsi NTB mengunjungi desa tersebut pada Kamis, 19 Juni 2025, untuk memverifikasi pencapaian ini setelah melalui serangkaian tahapan seleksi.

Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadi Wijaya, menegaskan komitmen Pemerintah Daerah dalam menangani isu ketenagakerjaan.

Pemerintah telah memfasilitasi berdirinya kantor Imigrasi di Lombok Timur sejak 2014 dan memperjuangkan status definitifnya.

“Kami mengangkat staf khusus bidang ketenagakerjaan sebagai bentuk keseriusan kami,” ujar Wabup Edwin.

Baca Juga :  Pengamat: Tagline 'Kolotan' Sekda NTB Kontraproduktif

Ia juga mengapresiasi peran pemuda berprestasi di bidang ketenagakerjaan sejak 2017 serta dukungan mitra seperti LP2MI dan ADBMI.

Wabup berharap organisasi non-pemerintah (NGO) dapat membantu pembinaan dan pencegahan keberangkatan pekerja migran ilegal.

“Semoga desa-desa lain di Lombok Timur dapat mencontoh kesuksesan Desa Borok Toyang,” tambahnya.

Meski telah memiliki Peraturan Bupati (Perbup) tentang ketenagakerjaan, Wabup Edwin mengakui perlunya peningkatan dalam implementasi teknis.

Namun, dengan kesiapan yang ada, ia yakin Lombok Timur mampu menangani persoalan pekerja migran secara menyeluruh.

Sementara itu, Kartika, perwakilan tim verifikasi Kementerian Perlindungan PMI, menyatakan bahwa dari 64 desa pendaftar se-Indonesia, hanya 54 yang lolos seleksi awal.

Baca Juga :  Bupati Lombok Timur Minta Maaf soal Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg

Setelah tahap administrasi, tersisa 34 desa hingga akhirnya terpilih 5 besar, termasuk Borok Toyang.

“Kami memastikan kesesuaian data dengan kondisi lapangan. Semoga hasilnya semakin baik. Jika belum maksimal, Desa Borok Toyang tetap layak disebut sebagai ‘matahari yang baru terbit’ di Lombok Timur,” ujarnya.

Kepala Desa Borok Toyang, Suparman, mengungkapkan rasa syukur atas kunjungan tim verifikasi dan Wabup Lombok Timur.

“Ini kehormatan besar bagi kami, meskipun desa kami terpencil dan jarang dikunjungi pejabat penting,” katanya. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Bendungan Pandandure Merenggut Nyawa Anak 12 Tahun Asal Kalimantan
Masih Kekurangan Dokter Spesialis, Faskes di Lotim Belum Dapat Akomodir Nakes Baru Lulusan Perguruan Tinggi 
Pedagang Korban Kebakaran Pasar Pringgabaya Belum Dapat Kejelasan, Bantuan Stimulan Tak Tepat Sasaran
Cuaca Tak Menentu dan Harga Fluktuatif, Petani Vanili Lenek Duren Tetap Bertahan
Jurnalis Warga Kampanyekan Irigasi Tetes di Lahan Kering Lombok Timur
Bupati Lotim Terima Audiensi Bulog dan Disperindag NTB, Bahas Tiga Program Strategis
Lantik Pengurus Kwarcab, Bupati Lombok Timur Minta Pramuka Perkuat Karakter Generasi Muda
Bupati Lombok Timur Serahkan Bantuan Rp 2 Juta ke Pedagang Korban Kebakaran Pasar Pringgabaya

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:21 WITA

Di Balik Narasi Akselerasi: Menguji Klaim Keadilan Pertumbuhan di Lombok Timur

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:31 WITA

Swasembada Pangan di Era Presiden Prabowo: Apakah Sudah Tercapai? 

Rabu, 22 April 2026 - 10:52 WITA

Swasembada Pangan di Lombok Timur: Apakah Sudah Tercapai?

Kamis, 16 April 2026 - 20:14 WITA

Merintih dari Tanah: Catatan H Rachmat Hidayat Tentang Pangan, Rakyat, dan Masa Depan

Jumat, 10 April 2026 - 12:55 WITA

Urgensi Muktamar Ke-35 NU di Lombok

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:17 WITA

Perampingan Birokrasi NTB: Jalan Senyap Menuju Pemerintahan yang Lebih Substantif

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:18 WITA

Watak Jahat Mengurus Kebudayaan

Sabtu, 17 Januari 2026 - 09:52 WITA

Program ‘Ngopi’ di UIN Mataram: Ilmuwan Populis atau Ilmuwan Publik

Berita Terbaru

​Warga menunjukkan titik lokasi hilangnya seorang anak kepada anggota Polres Lombok Timur di Bendungan Pandandure, Kamis sore 7 Mei 2026. Insiden ini kembali memicu kewaspadaan warga di sekitar bendungan. (Foto: Lombokini.com/Humas Polres Lotim).

Lombok Timur

Bendungan Pandandure Merenggut Nyawa Anak 12 Tahun Asal Kalimantan

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:52 WITA